Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Think and Thank

Sadarkah bahwa apa yang kita nikmati dalam hidup kita adalah serangkaian pemberian. Baik itu dari Sang Khalik maupun dari sesama. Sempatkah kita memikirkan bahwa apa yang kita makan setiap hari adalah pemberian dari sesama makhluk hidup di sekitar kita. Kita makan nasi karena ada para petani yang rela mengotori kaki dan tangannya dengan lumpur demi menanam benih-benih padi, kemudian memelihara dan terus menerus merawatnya – sekalipun untuk hal itu mereka rela membiarkan punggungnya terpanggang matahari. Sementara sayuran yang kita makan adalah bentuk pengorbanan dari makhluk hidup yang membiarkan dirinya dicabut sebelum waktunya mati, lalu dibiarkan matang untuk di santap. Belum lagi telur atau ayam panggang yang kita nikmati, semua itu adalah pengorbanan, dimana kehidupannya dipaksa untuk diakhiri demi memuaskan kenikmatan kita.

Pernahkah kita memikirkan bahwa apa yang kita pakai dan kemudahan yang kita nikmati itu juga karena pengorbanan banyak pihak. Pakaian, kendaraan yang kita gunakan, dan berbagai hal yang saat ini biasa kita alami sesungguhnya adalah pemberian.

Pernahkah kita berpikir untuk menyatakan terima kasih untuk semua orang di sekitar kita dan semua makhluk di sekeliling kita. Karena pada kenyataannya “aku ada karena mereka semua ada” – “aku tidak pernah akan ada kalau mereka semua di sekitar kita juga tidak ada.”

Berterima kasih dengan menghargai mereka sebagaimana kita ingin dihargai, hanya dengan cara itulah maka kita akan dihargai lebih dari apa yang kita harapkan dari mereka. Kembangkanlah pola Think and Thank dalam relasi kita dengan sebanyak mungkin pribadi di sekitar kita bahkan dengan setiap makhluk yang dipertemukan dengan kita. Buatlah relasi kita menjadi relasi yang indah karena penghargaan itu menghasilkan kesetaraan dan kesetaraan menumbuhkan cinta: kita mencintai mereka dan mereka mencintai sesama mereka.

Hal kedua yang juga tidak boleh kita abaikan adalah: untuk banyak hal yang tidak dapat kita peroleh dari sesama kita atau makhluk yang lain maka kita dapatkan dari Sang ilahi, pemilik kehidupan. Pernahkah kita berpikir bahwa hidup yang kita jalani itu bukanlah semata-mata karena kita mampu menjalaninya, tetapi di balik itu ada Sang Khalik yang memberikan kehidupan itu sendiri. Pernahkah kita berpikir bahwa di balik kesuksesan dan keberhasilan kita melakukan banyak hal ada tangan yang tak terlihat di atas seluruh kemampuan kita. Jika hal itu yang kita lakukan maka kita akan mampu bersyukur untuk semua yang baik yang Dia percayakan kepada kita. Itulah pola Think and Thank dalam relasi kita dengan Dia, Sang pemilik kehidupan. Memelihara pola relasi yang demikian membuat diri kita tidak hanya mampu menghargai banyak hal yang kita nikmati, tetapi sekaligus mendorong setiap kita untuk selalu memberikan yang terbaik sebagai upaya mengembalikan apa yang terbaik yang sudah kita terima.

Pola pikir Think and Thank dalam segala hal: dalam relasi kita dengan sesama dan Sang khalik – senantiasa akan membuat diri kita menjadi pribadi-pribadi yang berbahagia. Karena dengan pola pikir tersebut kita di bebaskan dari keterbelengguan egoisme dan egosentrisme. Kita senantiasa akan berpikir bahwa aku ada karena selalu “ada” (dalam huruf kecil) yang lain serta “Ada” (dalam huruf besar), dan aku berterimakasih kepada “ada” (dalam huruf kecil) serta bersyukur kepada “Ada” (dalam huruf besar).

Selamat mengembangkan pola Think and Thank, dan nikmatilah kebahagiaannya.

 

Oleh: Imanuel Kristo
Penulis, Pendeta Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gunung Sahari Jakarta Pusat.

Leave a Reply