Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Atas Nama Cinta




eBahana.com – Kasih atau cinta yang terbesar adalah mengorban dirinya demi untuk orang-orang yang dikasihi atau dicintai.

Yohanes 15:12-13, Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Semua orang mengenal apa yang dinamakan cinta atau kasih. Bukan hanya mengenal, bahkan pasti pernah terlibat dalam urusan cinta, baik di masa lalu maupun masa sekarang. Banyak orang selalu mengatasnamakan cinta untuk setiap perilakunya. Berteriak lantang, “Saya rela melakukan semua ini karena aku mengasihimu dan  bla…bla…bla…” Baik itu kepada pasangan, orang tua, anak, bangsa agama dan keyakinannya kepada Tuhan. Karena kecintaannya yang terlalu menggebu-gebu kepada seseorang atau sesuatu, tidak jarang, mereka justru melakukan perbuatan yang berlawanan dengan semangat cinta kasihnya. Menganggap apa yang menjadi kecintaannya sebagai sesuatu yang paling sempurna dan tidak pernah salah. Istilahnya, fanatik yang berlebihan.

Cinta merupakan ungkapan yang sangat mudah untuk diucapkan. Dampak positif dari cinta itu begitu nyata. Membuat yang sedih menjadi bahagia, yang jahat menjadi baik, peperangan menjadi perdamaian, kebencian menjadi persaudaraan, pahit menjadi manis, luka menjadi sembuh dan yang sakit menjadi sehat. Semua itu atas nama cinta. Namun ketika cinta disalahgunakan, mengarah ke sifat fanatik yang berlebihan maka dampak negatif akan muncul dan mengotori kehidupan semua manusia. Saat kita jatuh cinta, hari-hari kita akan dihiasi oleh sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan.

Setiap hari, merasa waktu berjalan begitu cepat karena kita belum sempat mereguk butir-butir kebahagiaan hingga kandas. Rindu bergelora dan ingin selalu berdekatan dengan pujaan hati baik, itu sesamanya ataupun Tuhan. Cinta mampu mengembangkan senyum di tiap-tiap orang.  ia juga dapat membuat wajah menjadi ceria. Bahkan cinta senantiasa menjadi obat paling mujarab untuk mengobati luka batin, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena  itu, kalau kita cinta Tuhan pasti kita mencintai diri dan sesama kita, namun kalau kita mencintai diri kita sendiri, pastilah kita mengabaikan sesama apalagi ke Tuhan.

Kalau kita lebih mencintai sesama, membuat diri kita terlantar dan Tuhan tersingkirkan dari hidup  kita. Maka, cintailah Tuhanmu, akan membuat hidupmu akan menjadi  lebih indah dan lebih bermakna. Bentuk kecintaan kita kepada Tuhan akan terlihat pada cinta kita kepada sesama dan cinta kita kepada diri kita.

Oleh Y. R. Suryanto.

Note :

Dalam rangka sukacita natal, saya memberikan apresiasi berupa pulsa atau uang. Spesial untuk respon terbaik bagi para pembaca renungan ini.

Caranya: Buatlah komentar, dari pengalaman apa yang didapatkan setelah membaca renungan ini.

Kirim komentar Anda ke nomor WhatsApp +6285256706188.

Apresiasi 1. Rp 500.000,-

Apresiasi 2. Rp 300.000,-

Apresiasi 3. Rp 200.000,-

Apresiasi 4, buat 5 orang, masing masing Rp 100.000,-

Yang mendapatkan apresiasi akan diumumkan pada 25 Desember 2019, baik via WhatsApp ataupun renungan edisi 25 Desember 2019.



Leave a Reply