Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Belenggu Cinta




Masa muda adalah masa yang selalu dihiasi dengan berbagai hal, termasuk cinta. Cinta sudah menjadi satu paket dengan kehidupan. Selama hidup, kita pasti merasakan cinta dan gak bisa lepas dari cinta, baik laki-laki ataupun perempuan. Hubungan cinta yang kita jalin bisa menghasilkan banyak dampak dalam hidup mulai dari merasa bahagia, bersemangat, dan sangat bergairah dalam mengerjakan banyak hal. Selain dampak positif yang dirasakan, kadang cinta juga bisa membawa seseorang merasakan pengalaman pahit dan trauma yang mendalam. Pahit dan getirnya cinta tidak hanya membawa penderitaan mental, tetapi juga bisa memberi
dampak buruk pada fisik.

Ketika berada dalam situasi ini, sebenarnya kita punya dua pilihan. Pertama, terus tinggal dalam penderitaan itu dan semakin trauma atau berusaha memaafkan dan melepaskan diri dari belenggu cinta. Kira-kira, kalo lagi dalam situasi ini, apa sih yang bakalan sobat muda BAHANA lakuin? Pilih yang mana? Nah, sambil mikir solusi terbaik, yuk simak curahan hati Dona berikut ini. Apa sih solusi yang diberikan Papa Daniel?

 

Pertanyaan Dona:
Shalom Pak Daniel,
Saya Dona (27). Saya pernah sangat dekat dengan cowok selama 5 tahun. Tapi, pada akhirnya dia memutuskan untuk menikah dengan wanita lain yang belum pernah saya kenal. Waktu mendengar keputusannya, saya sangat kaget dan bersumpah bahwa dia tidak akan mendapatkan keturunan sebelum saya juga menikah dan mendapatkan keturunan. Saya menjadi gampang marah dan gampang tersinggung. Belakangan, saya berusaha mengampuni dia, berdoa, dan menarik kembali sumpah saya, tapi masih ada yang mengganjal. Pertanyaan saya, kenapa terkadang masih ada keinginan dalam diri saya untuk menghancurkan pernikahan mereka dan membuat dia merasakan sakit hati yang saya rasakan? Kenapa Tuhan seperti diam saja melihat penderitaan saya dan membiarkan dia bahagia? Apakah dia lebih berharga di mata Tuhan dibanding saya sehingga dia lebih bahagia?
Dona – Yogyakarta

Jawaban Papa Daniel:
Shalom Dona, Papa senang bisa bertemu Dona di rubrik ini. Dona tidak sendirian dalam merasakan kekecewaan ini, Tuhan Yesus ikut merasakan semua yang Dona alami. Ibrani 2:14,17 mengatakan bahwa
“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka
dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa”.

Dona harus mencoba untuk bersekutu dengan Tuhan sebagai teman curhat. Dona pasti akan terhibur. Selanjutnya, belajarlah memercayai Tuhan bahwa Dia selalu merencanakan yang terbaik untuk anak-anak-Nya (Yer. 29:11, Maz. 139:13-16).

Untuk itu, kalau Dona menjadi istri cowok tersebut, Dona tidak akan bahagia karena Tuhan sudah menyediakan seseorang yang jauh lebih baik dari dia dan pasti bisa membuat Dona bahagia. Jadi, mulai sekarang lepaskan cowok itu dari pikiran Dona. Jangan ingat-ingat dia lagi. Persiapkanlah hatimu dan
nantikanlah orang yang sudah Tuhan siapkan dan akan Tuhan kirim untuk Dona. Bersukacita dan bebaskan
hatimu dari kebencian, kemarahan, sakit hati, dan dendam. Tuhan Yesus mengampuni dan memberkati Dona.

 

Daniel Alexander
Pendidik, Pembidik



Leave a Reply