Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

PERADI Berbagi Sukacita Natal di Lapas Cipinang

Jakarta, eBahana

Sukacita merupakan hak asasi setiap orang. Karena itulah sukacita harus selalu dibagikan kepada setiap manusia, tanpa terkecuali. Demikian yang dilakukan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Rumah Bersama Advokat (RBA), saat membagikan sukacita natal bersama warga binaan di Gereja Galilea, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Jumat siang (21/12/2018).

Dibalut suasana sederhana namun penuh makna, perayaan natal PERADI RBA kali ini bertema, “Hidup di Dalam Tuhan Meluputkan Kita Dari Kesalahan dan Nafsu Dunia”. Tema ini diangkat dari Matius 6, ayat yang ke-33.

Tak kurang dari 200-an advokat dan warga binaan mengikuti ibadah yang dipimpin oleh Pdt. DR. Denny. W. M. Tumiwa SE., MA. Dalam renungannya, Pdt. Denny mengutip beberapa ayat Alkitab yang diambil dari Yesaya 54:17 dan Roma 12:2. Renungan yang disampaikan Pendeta Denny berkisah tentang bagaimana ajaran firman berkorelasi kuat terhadap perubahan sikap manusia. Denny berkata bahwa Tuhan menghendaki setiap manusia untuk melayani-Nya, serta meninggalkan cara-cara hidup yang tidak berkenan di mata-Nya.

“Kehidupan tak pernah lepas dari proses perubahan. Dari pohon kecil berkembang dan berbuah. Jangan sampai kita terjatuh di tempat yang sama untuk yang kedua kali. Tuhan menginginkan kita berubah dan melayani Dia,” ujarnya yang diamini oleh warga binaan.

Saat sesi pembacaan liturgi, segenap pengurus PERADI RBA secara bergantian membaca ayat Alkitab dari Roma 12:9-18. Pengurus yang ikut membacakan antara lain Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PERADI RBA DR. Luhut M. Pangaribuan SH., LLM dan Sekretaris Jenderal Sugeng Teguh Santoso SH. Sementara mewakili Dewan Pimpinan Cabang PERADI RBA adalah Berry Sidabutar SH., MH, T. M Simangunsong SH., MH, Gerits de Fretes SH., MH, dan Sabas Sinaga SH., MH.

Luhut Pangaribuan saat memberi sambutan menyinggung tentang panggilan advokat dalam upaya penegakan hukum di Indonesia. Di sisi lain advokat sebagai officium nobile juga memiliki peran lain, yakni sebagai penggerak misioner dalam menghadirkan perdamaian di dunia.

“Dalam menjalankan tugas dan profesi kita sebagai penegak hukum, adalah kewajiban kita untuk bersama elemen lain membangun kedamaian dan kesejahteraan segenap bangsa Indonesia. Dalam kemajemukan, membangun kebersamaan adalah dengan saling menghormati, saling menghargai perbedaan dan saling berbagi kasih dengan ikhlas. Jika itu dilakukan, niscaya kita semua sudah menjadi misioner kedamaian di dunia ini,” papar Luhut.

Pada kesempatan itu Ketua Panitia Natal 2018 PERADI RBA, B. Halomoan Sianturi SH., MH, mengatakan natal kali ini memang terasa istimewa karena diadakan di lingkungan Rutan. Menurutnya, pilihan tempat penyelenggaraan ini tak lain bertujuan ingin menghadirkan salam sukacita bagi semua orang tanpa terkecuali, termasuk Warga Binaan Rutan.

“Mari kita panjatkan puni syukur kepada Tuhan karena PERADI RBA dapat bersama-sama dengan jemaat Gereja Galilea Rutan Cipinang. Salam Sukacita kepada seluruh rekan-rekan advokat PERADI RBA, dan tentunya kepada Jemaat Galilea Rutan Cipinang,” ujar Halomoan.

Momen berbagi sukacita natal PERADI RBA di Rutan Cipinang turut diisi persembahan pujian dari Ir. Esterina Ruru SH dan Lince Sitohang SH. Kedua advokat senior ini membawakan pujian berjudul “One Day at The Time” dengan iringan irama country, yang disambut meriah oleh warga binaan.

Perayaan natal PERADI RBA kemudian ditutup dengan kesaksian hidup dari Komika ternama Indonesia, Ronny Immanuel alias Mongol. Dengan gaya komedi yang khas, Mongol ikut “menyuntikan” pesan-pesan moral dari pengalaman hidupnya di masa lalu. Pria yang pernah menjalani kehidupan di balik jeruji besi ini meminta agar setiap warga binaan yang hadir mampu berdamai dengan diri sendiri, sebelum mereka kembali menata kehidupan di tengah masyarakat kelak dengan tetap berserah kepada Tuhan.

“Keluarlah dengan damai. Jalanlah dalam keyakinan bahwa kita bisa sukses. Saya bisa seperti ini karena campur tangan Tuhan,” ungkap pria yang kini melayani sebagai evangelis itu. Stenly

Leave a Reply