Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Tidak Butuh Iman Besar




eBahana.com РPada tahun dua ribuan kita pernah melihat seorang pesulap bisa menebus tembok Cina yang terkenal itu.  Saat itu karena pengetahuan kita masih dangkal kita berkata itu pasti memakai kuasa gelap, namun setelah triknya dibongkar di salah satu televisi ternyata itu hanya trik saja tidak memakai kuasa gelap apapun. Sulap jenis itu masuk dalam kelompok ilusionis.

Jadi pengetahuan itu sangat penting supaya kita tidak mudah dibodohi oleh info-info yang ada.

Begitu juga dengan situasi kehidupan ini, akan banyak bermunculan para penyesat, yang Yesus sudah katakan dalam Lukas 17:1. Untuk menghadapi kemunculan para penyesatan itu, banyak orang berkata dibutuhkan iman yang ekstra agar kita tidak mudah disesatkan, namun kata Yesus dalam Lukas 17: 5-6. Tidak perlu iman besar atau iman tambahan, cukup iman yang kecil saja, sudah bisa menghadapi penyesatan itu.

Kenapa iman yang kecil sebesar biji sesawi bisa menghadapi penyesatan?

Jawabnya sederhana saja, Yesus memberikan gambaran bawa biji sesawi itu memang kecil namun biji itu bisa bertumbuh apabila berada pada tanah yang subur, jadi kalau iman kita ini bertumbuh maka tidak mungkin penyesat bisa mempengaruhi hidup kita. Iman yang bertumbuhlah yang bisa mengalahkan penyesatan, karena orang tersesat disebabkan dari iman yang stuck.

Selanjutnya masih dengan persoalan hidup, bagaimana kalau hati kita dikecewakan, apa terus menerus kita memberikan pengampunan, dalam Lukas 17:3-4, dikatakan kita tetap harus memberikan pengampunan. Jawaban kita, kalau begitu Tuhan berikan pada kami iman ekstra, agar hati kami bisa mengampuni berkali kali setiap hari. Jawab Tuhan tetap sama, tidak perlu iman yang ekstra atau iman besar, cukup miliki iman yang bertumbuh pasti kita bisa mengampuni berulang ulang.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin itu bisa terjadi?

Jawabnya mudah, kalau kita memiliki iman yang bertumbuh maka hati kitapun ikut bertumbuh, hati kita akan memiliki kasih, kemurahan dan pengampunan sebesar pertumbuhan iman kita. Jadi kalau kita memiliki iman yang bertumbuh maka memberikan pengampunan itu sangat mudah.

Namun perlu diingat kata Tuhan, Lukas 17:2-3, janganlah kita menjadi penyesat, lebih baik kita jadi penyelamat, tetap jagalah hidup kita agar kita tak tersesat ataupun menyesatkan, andai kita dilukai maka penyembuhnya hanya dengan kerelaan hati untuk mengampuni. Kita pasti bisa karena saat ini kita memiliki iman yang bertumbuh, seperti biji sesawi, Matius 13:32. YrSurya



Leave a Reply