Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

ELIA PAUL ANG : DREAM BIG

Ketika kita masih kanak kanak ditanya “Besok gede mau jadi apa?” Dengan mudah dan gembiranya kita menjawab mau jadi dokter, insinyur, presiden seperti pak Jokowi, mentri seperti bu Susi Pujiastuti, artis, pengacara, presenter, karena orang orang seperti itu yang sering kita lihat setiap hari di layar televisi, juga dengar di radio. Ada juga yang mau jadi pendeta karena setiap hari Minggu anak anak menyaksikan Pendeta selalu berkhotbah di depan umum, semua orang mendengarkan khotbahnya dengan semangat. Enak jadi orang terkenal karena bisa dikerumuni banyak orang, juga punya banyak teman bahkan bisa jadi kaya. Kalau kita perhatikan anak anak kita bisa lho menirukan gaya bicara, gerakkan dan kebiasaan kebiasaan idolanya dengan sangat lucu, bahkan ada yang bisa menirukan mirip sekali suara dan gayanya. Anak perempuan bahkan menirukan hingga bajunya. Mereka bertumbuh semakin besar, beberapa betul betul ingin mewujudkan mimpinya, beberapa mulai tersenyum bahkan menertawakan kelucuan di masa kecilnya dan menemukan kembali cita citanya yang lebih sesuai dengan passionnya.

Saya menyaksikan bahwa setiap orang, Tuhan beri bakat khusus, ada yg 1, ada juga yang banyak sekali dan bakat itu Tuhan tanam dalam diri kita sejak kita masih kecil, bahkan mungkin ada yang sejak dalam kandungan yang juga mempengaruhi sikap Ibunya (biasanya bakat turunan). Yang memiliki satu talentapun kalau tekun bisa mengembangkan menjadi sangat banyak. Saya sendiri melihat ketertarikkan saya di media bukan terbentuk dalam waktu yang singkat 1-2 tahun, tetapi saya menemukannya sejak saya masih SD kelas 2, benih itu sudah ada. Saya membangun perpustakan anak anak di kota Malang tanpa ada yang mengajari dan mengarahkan, lengkap dengan nomor buku, kartu anggota, iuran anggota dan biaya sewa buku, aturan denda dsb. Saya bahkan memiliki buku yang mencatat inventaris lengkap. Saya belum mengenal ilmu mengelolah perpustakaan saat itu, tetapi saya berpikir itulah yang saya harus kerjakan. Passion itu membuat kita mengenali lebih awal(identifikasi), juga mengajari kita lebih awal apa yang harus kita kerjakan, itulah anugerah Tuhan pada kita semua. Di SMP saya mulai menulis di majalah dinding, di SMA saya menulis di majalah sekolah, waktu kuliah saya sudah menjadi pimpinan toko buku “Gunung Auugerah” dipercaya president chapter FGBMFI di kota Malang waktu itu dan membuat pameran buku rohani di kota Malang, namanya “BUBUR KELUARGA” (Bursa buku rohani dan arena keluarga) mengundang semua penerbit buku rohani se nusantara, waktu itu yang saya ingat mengikuti LAI, Andi Offset, Gandum Mas, Yakin, Immanuel. Ternyata kemampuan yang diasah akan terus berkembang dan menemukan jalan jalan yang lebih utama. Saat ini saya telah menulis 8 buku dan mengisi siaran IPM (Inspirative Power Ministry) di radio Heartline 100,6 FM(Jabobedetabek), Anda bisa lifestreaming di www.heartline.co.id dan materi tulisan banyak dimuat di www.ipmfoundation.org Saya juga telah menulis trilogy iman, harap dan kasih serta membuat module pemuridan untuk marketplace yang berjudul “MODEL”(Marketplace Outreach to Disciple Excellent Leaders) yang sangat simple dan sangat diperlukan karena konsepnya adalah pemuridan dan pelatihan “Excellent Leaders”. Jadi selain pemuridan juga pelatihan untuk kita di Marketplace bisa mendapatkan “Escellent Leaders” untuk para karyawan, manager kita. Materi ini dilengkapi dengan CD pengajaran juga, jadi bisa diterapkan di kantor kantor di manapun, hanya membutuhkan waktu seminggu sekali @ 1jsm dan selesai dalam 2 bulan saja. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sangat sederhana, bahasa Marketplace.

Dengan menulis dan siaran di radio, saya terbuka jalan berkenalan dengan banyak orang penting juga tokoh tokoh masyarakat di negeri ini, bahkan beberapa membawa dan membuka peluang bisnis. Tulisan saya bisa mewarnai harmoni kehidupan di marketplace. Inilah kebahagiaan, yang tidak selalu dinilai hanya dengan banyaknya uang yang kita dapatkan tetapi juga pencapaian menjadi orang yang memberi dampak kepada orang banyak bisa menjadi kekayaan rohani yang saya dapatkan. Saya yakin tidak akan ada benih yang kembali sia sia tetapi benih itu memiliki kehidupan dan berbuah pada waktunya.

Masalah terbesar orang tidak bisa sukses adalah tidak berani gagal (not dare to fail). Padahal kesuksesan itu tidak akan pernah terjadi kalau tidak ada keberanian untuk gagal. Justru kegagalan demi kegagalan itu juga adalah anak anak tangga kita menuju keberhasilan. Tidak pernah mencoba, kita tidak akan tahu apakah yang kita percayai bisa berhasil atau tidak. Bertindak adalah eksekusi untuk mencapai sukses., karena disanalah kita akan menemukan apa apa langkah selanjutnya untuk melakukan perbaikan di dalam jalur sukses kita.

Banyak orang juga takut ditolak, takut tidak diterima walau belum dicoba. Ada sangat banyak orang takut menjual, intinya takut ditolak dan tidak memiliki product knowledge yang baik. Mereka tidak sadar bahwa setiap hari mereka membeli dari orang lain, menerima banyak penawaran. Hidup ini adalah seni menjual dan membeli, sehingga kita harus memiliki seni menjual, tehnik negosiasi dan seni berkomunikasi, itulah kunci utama menuju kesuksesan.

Tuhan punya hukum memberkati orang yang tekun. Bagaimana kita saksikan orang tidak punya tangan bisa melukis dengan kaki bahkan ada yg tidak punya tangan dan kaki, tetap bisa berkarya dengan mulutnya bisa menghasilkan karya lukis kelas pelukis Maestro yang memiliki nilai sangat mahal. Orang normal tidak bisa miliki keahlian ini karena kalah dalam ketekunan dan keuletan. Saya yakin mereka memulai melukis dengan corat coret tidak beraturan tapi karena latihan yang pantang menyerah akhirnya mereka berhasil melatih otot ototnya menjadi flexible dan lekat dengan kanvas. Itulah kanvas kehidupan …

Apakah Anda mengenal Stan Lee tokoh penting yang membesarkan Marvel hingga mendunia dengan karya karya superhero imaginasi ciptaannya? Siapakah dia? Berikut saya kutib dan simpulkan sebagian dari : https://beritagar.id/artikel-amp/seni-hiburan/misteri-penampilan-stan-lee-dalam-aneka-film-marvel-terungkap

Stanley Martin Lieber lahir 28 Desember 1922, adalah berasal dari keluarga miskin yang hidup di kawasan kumuh Bronx, New York. Ia hidup serba kekurangan, justru kehidupan inilah yang menginspirasi Stan Lee menciptakan tokoh dengan karakter Peter Parker yang menjadi Spider-Man.

Pada saat berusia 17, Lee memasuki dunia penerbitan komik di Timely Comic –kelak menjadi Marvel Comics pada 1960-an. Ia bertekad untuk menulis sesuatu yang besar, namun sempat ingin menyerah pada dunia komik. Awalnya Stan Lee tidak memiliki posisi apa apa di perusahaan, karena tugasnya hanya mengisi tinta bagi penulis komik yang sudah lebih dulu ada sebagai senior Stan Lee. Untungnya sang istri, Joan Clayton Boocock Lee, terus menyemangatinya.
Bersama seniman Jack Kirby, pada akhir 1950-an Lee menciptakan Fantastic Four. Empat pahlawan super ini berhasil menjadi batu pijakan bagi karakter sejenis seperti Spider-Man, Doctor Strange, X-Men, Iron Man, Hulk, dan sebagainya.

Saat itu dunia komik didominasi Superman dan kawan-kawannya dari DC Comics.
Sementara, Lee dan Marvel berhasil membuat karakter yang lebih membumi seperti Spider-Man yang miskin, Iron Man sang pemabuk, serta X-Men dengan gagasan anti-diskriminasi. Itulah yang menjadi diferensiasi Marvel untuk terus bersaing dengan DC Comoics hingga sekarang. Marvel saat ini jauh lebih unggul dan lebih productive dibanding pesaingnya DC Comics.

Keberhasilan Stan Lee:
1. Menghidupi passionnya
2. Memiliki istri yang support perjuangannya
3. Memiliki lingkungan teman yang sejalan dengannya
4. Memiliki pengalaman (kemiskinan) yang justru menjadi sumber inspirasi awalnya. Ini yang mahal dan kunci ceritanya semakin hidup dan bisa diterima masyarakat umum.