Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Berapa Banyak Roti yang Ada Padamu




eBahana.com – Markus 6:30-44

Menjadi orang Kristen tidak cukup hanya memiliki iman. Oleh karena iman harus teraktualisasi dalam setiap perbuatan dan tindakan. Tuhan menghendaki iman kita menghasilkan buah-buah yang menyenangkan hati-Nya.

Ada banyak orang Kristen yang tekun dalam doa, tekun dalam ibadah namun kesulitan mengaktualisasikan kasihnya untuk sesama. Mengapa bisa demikian? Oleh karena seringkali kita kebingungan bagaimana harus mengasihi. Kita selalu beranggapan bahwa tunggu saya kaya dulu baru bisa menolong sesama. Tunggu saya berkecukupan dulu baru saya akan membantu saudara saya. Apabila kita masih memiliki mindset yang demikian, maka sampai kiamat pun kita tidak akan pernah bisa berbagi.

Hal inilah yang juga dialami oleh para murid dalam perikop Markus 6:30-44. Ketika mereka melihat ribuan orang yang berbondong-bondong mengikut Yesus, mereka langsung pesimis dan merasa sangat kekurangan sehingga tidak bisa memberi mereka makan. Kekuatiran mereka menenggelamkan iman dan kepercayaan mereka.

Itulah sebabnya Yesus menantang mereka dengan berkata, “berapa banyak roti yang ada padamu?” Tantangan Yesus ini sebenarnya hendak mengoreksi sikap para murid yang terlalu pesimis dan merasa tidak bisa menolong sesamanya. Melalui pernyataan ini, Yesus hendak menegaskan bahwa untuk menolong sesama cukup dengan apa yang ada pada kita atau cukup dengan apa yang kita miliki. Oleh karena itu jangan menunda untuk berbagi, terutama berbagi untuk pekerjaan Tuhan. Setiap tindakan berbagi yang dibarengi dengan ucapan syukur serta penyertaan Tuhan, maka pasti kita akan berkecukupan bahkan berkelimpahan.
Demikian pula dalam pelayanan, mari kita terus melihat bahwa apa yang ada pada kita dapat digunakan untuk melayani Tuhan. Setiap talenta, potensi, hingga kemampuanmu, sekalipun kecil dan sedikit, namun apabila digunakan untuk menyenangkan Tuhan maka pasti akan digandakan oleh-Nya. Sehingga dari situ kita dapat pergunakan untuk menolong sesama dan menghadirkan damai sejahtera bagi mereka.

Jadi, jangan takut, jangan minder dan jangan tunggu berkelimpahan baru berbagi, tetapi mulailah dengan apa yang ada pada kita. Selamat berbagi. AP/PG



Leave a Reply