Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Penderitaan vs Tujuan Allah

Roma 8:18

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”

Suatu kali saya membesuk seorang percaya yang anaknya menderita sakit bisu dan tuli.  Ketika saya tiba di rumahnya ia menyambut saya dengan bahagia dan menunjukan kondisi yang dialami anaknya itu. Ia terus menahan air mata dan bertanya kepada saya mengapa anaknya menderita sakit demikian. Lalu saya berkata kepadanya bahwa ALLAH memiliki maksud mulia dalam ujian iman yang terus diperdalam lewat sakit penyakit yang diijinkan dialami anaknya (Iman bertumbuh sekalipun dalam kondisi sakit, iman itu tetap dapat berbuah). Jadi saya berusaha memberikan semaksimal mungkin perhatian saya kepada anak itu dan keluarganya karena mereka menderita, baik dari sikap maupun ucapan saya benar-benar harus sesuai Firman Tuhan. Saya berharap iman keluarganya bangkit dari pendengaran tentang perkataan-perkataan Firman Tuhan. Saya juga berdoa supaya ALLAH memberikan mujizat dan juga memberi pemahaman kepada mereka tentang ujian iman yang sedang mereka hadapi.

Penderitaan merupakan hal yang paling ditakuti setiap orang dari masa ke masa, rasa takut ini dikarenakan sulitnya memahami maksud kejadian seperti perkara baik terjadi pada orang jahat, tetapi sering kali orang baik justru diuji dengan banyak penderitaan. Yang menjadi soal dari kitab Ulangan 27 dan 28 menunjukan ketaatan mendatangkan berkat, ketidak taatan mendatangkan kutuk. Jika ditinjau dari kitab Amsal, sikap perilaku seseorang menentukan hidupnya dimasa yang akan datang. Tentu saja dalam Perjanjian Lama para nabi juga menegaskan demikian, bahwa kita harus takut akan Tuhan, dan orang berdosa akan mendapat hukuman.

Ayub adalah contoh yang paling nyata dalam Alkitab, orang baik yang diuji dengan penderitaan. Ayub adalah orang Us, yang berarti bukan orang Israel. Dia termasuk bapa leluhur bangsa atau masa patriakat. Ayub 1:1 menyebut bahwa Ayub seorang saleh dan jujur, ia takut akan ALLAH dan menjauhi kejahatan.Hal ini ditunjukan juga ketika ALLAH sendiri yang memperlihatkan kepada Iblis kelebihan Ayub. Namun Iblis meragukan motivasi Ayub yang saleh, ia menilai hal ini dikarenakan Ayub hanya fokus kepada berkat materi dan pahala yang diperoleh apabila Ayub saleh dan jujur. Untuk membuktikan ALLAH benar dalam pandangan mengenai integritas Ayub, maka IA mengijinkan Iblis mendatangkan kesengsaraan  ke dalam hidup Ayub.

Dalam penderitaan yang tiba-tiba dialami Ayub sangatlah berat. Hal ini membawa tiga temannya Elifas, Bildad, dan Sofar datang memberi semangat kepadanya, akan tetapi ketika melihat apa yang dialami Ayub mereka hanya terdiam selama tujuh hari lamanya (2:13), Ayub kemudian membuka pembicaraan kepada temannya dengan keluhan yang pahit (pasal 3). Perdebatan terjadi antara Ayub dengan temannya (3:1-31:40). Tiga temannya meresponnya dengan pandangan bahwa ALLAH adil mengenai Ayub diganjar penderitaan karena dosa, tetapi Ayub beranggapan bahwa ALLAH tidak adil (9:21-24) dalam mendatangkan penderitaan kepada hidupnya sedemikian hebat.Elihu seorang muda yang mencoba berbicara tentang masalah Ayub tetapi juga tidak tepat. Akhirnya hal yang menjadi pusat pembicaraan mereka adalah pemahaman siapa sebenarnya yang tepat mengenai penderitaan Ayub.

ALLAH dalam puting beliung justru menemui Ayub dan menantangnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang hanya mungkin dijawab oleh ALLAH sendiri, hal ini menunjukan keMaha Kuasaan ALLAH dan hikmatNYA yang tidak terbatas dalam segala hal, yang berujung pada pertobatan Ayub. Kemudiaan karena Ayub telah memahami pernyataan ALLAH ia bertobat dan berdamai dengan ALLAH, sehingga kekayaannya dipulihkan bahkan diberi kesembuhan dan ALLAH memberkati dengan umur panjang.

Dalam Perjanjian Baru penderitaan kepada orang percaya telah ditanggung Yesus Kristus. Ia mengorbankan diriNYA, dengan ketaatan kepada ALLAH supaya kita beroleh pengampunan dan penebusan dosa, sehingga kita tidak binasa melainkan beroleh kehidupan kekal. Jadi Kristus menjadi teladan bagi orang percaya, IA tidak menghapus penderitaan tetapi memberi penghiburan kepada orang percaya ditengah penderitaan. ALLAH tidak pernah meninggalkan kita sendirian (Korintus 1:3-11). Jadi penghiburan itu adalah bahwa Kristus menggantikan posisi kita dalam menanggung penderitaan karena dosa, supaya kita beroleh janji keselamatan dan kehidupan yang kekal dan mulia, dimasa yang akan datang (Roma 8:18-27).

Penderitaan VS Tujuan ALLAH memberikan kita pelajaran setidaknya ada beberapa hal penting;

  1. Penderitaan tidak serta merta akibat dosa orang percaya.
  2. ALLAH mengenal kita sebelum pergumulan menguji iman kita.
  3. ALLAH senantiasa peduli dan menyertai orang percaya dalam menghadapi pergumulan.

TUHAN Yesus Kristus memberkati. Amin.

Oleh Ferdinard Nugroho

Leave a Reply