Input your search keywords and press Enter.

KONFLIK DENGAN MERTUA

Konseling Keluarga
Ps. Timothy Roy Kartiko

    Shalom BAHANA,
    Saya sudah berkeluarga selama 20 tahun. Keluarga saya dan mertua tinggal bersebelahan. Sejak dulu, saya dan ibu mertua tidak pernah merasa cocok karena perbedaan pendapat tentang hal yang kecil-kecil dan susah diselesaikan. Setiap ada masalah, kami selalu berbeda pendapat, apalagi suami lebih banyak diam. Hingga sekarang, rasanya hati saya belum bisa mengampuni ibu mertua, terutama jika ingat perlakuan yang tidak baik kepada saya pada masa lalu. Memang kami sudah jarang bicara dan ketemu karena saya menghindarinya daripada timbul konflik baru. Betulkah tindakan saya ini? Apa pengaruhnya bagi keluarga saya
    pada masa depan?
    Ibu D di kota M

    Jawaban:

    Ibu D di kota M yang dikasihi Tuhan, Ketidakcocokan antara menantu perempuan
    dan ibu mertua merupakan persoalan klasik yang sering terjadi di banyak keluarga. Jadi, Anda jangan terlalu berkecil hati menghadapinya. Saya menasihati Anda untuk menilai dan membedakan masalah, apa yang ‘Prinsip’ dan
    apa yang ‘Tidak Prinsip’. Untuk hal-hal yang tidak prinsip, Anda harus belajar
    mengalah sebab mengalah bukan berarti kalah. Untuk hal-hal yang prinsip, tentu
    Anda harus tetap teguh tanpa kompromi (meskipun dalam kelemahlembutan).

    Berdasarkan firman Tuhan, saran saya:

    1. Ubah pandangan Anda & usahakan perdamaian
    “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5: 9); “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu tergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang”(Roma 12:18). Kalau terhadap semua orang kita wajib mengusahakan perdamaian, apalagi terhadap ibu
    mertua. Ibu D harus mulai memandang ibu mertua sebagai ibu sendiri karena firman mengajarkan bahwa suami istri bukan lagi dua melainkan satu daging.

    2. Melepas pengampunan, mencabut akar kepahitan
    Pengakuan dan keterbukaan/kejujuran Ibu D karena belum dapat mengampuni ibu mertua adalah awal pemulihan. Ketidakcocokan, beda pendapat, perselisihan, dan sebagainya merupakan bagian wajar dari proses kehidupan menuju kedewasaan sebagai umat Tuhan. Namun demikian, pengampunan merupakan perintah Tuhan yang bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar.

    Dalam Doa Bapa Kami, Tuhan Yesus mengajar kita untuk mengampuni. Karena jika kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu (Mat 6:14-15). Kesimpulannya sangat jelas. Kalau Anda tidak rela mengampuni kesalahan ibu mertua, Bapa di Surga juga tidak dapat mengampuni Anda. Selain itu, apabila kita tidak mau mengampuni, akan ada benih kepahitan yang bisa tumbuh dan berakibat fatal, yaitu menjauhkan kita dari kasih karunia (Ibr 12:15). Sebab itu, segeralah mencabut akar pahit dengan melepaskan pengampunan.

    3. Doa-doa yang terhalang
    “Karena itu aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu” (Mar 11:24). Kalau kita berdoa dengan percaya, segala doa kita akan dikabulkan-Nya. Ini janji Tuhan Yesus yang luar biasa. Namun demikian, pada ayat berikutnya Tuhan Yesus menjelaskan syaratnya.

    “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu (kepahitan, sakit hati, dendam) dalam hatimu terhadap seseorang (ibu mertua), supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu” (Mark 11:25), baca pula ayat 26.

    Pengaruhnya bagi keluarga pada masa depan adalah akibatnya doa-doa Anda akan terhalang. Doa bagi diri sendiri, bagi anak, suami semuanya akan terhalang.
    Sebab itu, saya menganjurkan supaya Ibu D segera menyelesaikan masalah mengampuni & mencabut segala akar pahit ini di hadapan Tuhan. Setelah
    itu segeralah berdamai dengan ibu mertua.

    Sebagai penutup, saya menganjurkan Anda membaca dan merenungkan kisah Rut dan Naomi. Saya yakin kisah hubungan yang indah antara mertua dan menantu dalam Kitab Rut ini dicatat dalam Alkitab agar kita belajar untuk meneladaninya. Ini merupakan ungkapan isi hati Bapa surgawi, betapa Dia merindukan hubungan ibu mertua dan menantu perempuan yg harmonis dan penuh kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply