Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Alkitab Panduan Hidupku

Bacaan Alkitab: Keluaran 20:1-17

Mengapa begitu sukar melakukan perintah-Nya? Padahal, perintah itu akan memandu kehidupan kita

Setiap kali pesawat udara akan mendarat, terdengar panduan agar penumpang tidak menghidupkan telepon genggam sebelum tiba di ruang kedatangan. Belum selesai panduan tersebut terucap, dari bangku penumpang sudah terdengar nada dering telepon genggam, bahkan sering kali sudah ada beberapa penumpang yang
menerima panggilan telepon.

Mengapa begitu sulit bagi penumpang untuk menaati panduan yang sederhana itu?

Kita mengerti bahwa Alkitab diberikan untuk menjadi pemandu kehidupan kita. Pemazmur pernah mengungkapkan bahwa firman Tuhan adalah pelita bagi kakinya dan terang bagi jalannya (Mzm. 119:105). Paulus pernah menuliskan kepada Timotius bahwa segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim. 3:16).

Mengapa begitu sulit bagi kita untuk menaati panduan hidup yang dinyatakan dalam Alkitab itu?

Perintah Allah adalah Dasar Panduan Hidup
Pada bulan ketiga setelah orang Israel berjalan keluar dari tanah penjajahan menuju tanah yang terjanji, Allah menyatakan kehendak-Nya bagi umat Israel (Kel. 19:1). Kita mengenal bagian dari kehendak Allah itu sebagai
sepuluh perintah Allah. Sepuluh perintah Allah ini adalah panduan dasar kehidupan umat Allah, yaitu orang-orang yang telah dipilih dan diselamatkan-Nya.

Sebelum memberikan perintah-Nya, terlebih dahulu menegaskan siapa diri-Nya dan umat-Nya. “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” (Kel. 20:1). TUHAN menyatakan diri-Nya sebagai pribadi yang berotoritas terhadap hidup orang Israel melalui kalimat, “Akulah TUHAN, Allahmu…” Bukan otoritas yang kejam dan lalim seperti penguasa di Mesir, melainkan otoritas yang penuh kasih: “yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.”

Perintah Allah mengkomunikasikan otoritas dan kasih Allah kepada umat-Nya. Perintah Allah diberikan bukan untuk membebani hidup umat, melainkan untuk memandu hidup umat sesuai dengan kehendak-Nya. Kehendak Allah tentu saja tak selalu menjadi jalan yang mudah, tetapi selalu menjadi jalan terbaik.

Ketaatan Bukanlah Pilihan, melainkan Keniscayaan
Ketika Allah mengungkapkan sepuluh perintah-Nya itu sebagai panduan hidup umat Israel, apa yang diharapkan-Nya? Umat akan hidup seturut dengan panduan hidup itu, bukan? Dia yang memberikan perintah tersebut bukanlah diktator yang kejam dan lalim, melainkan pribadi yang penuh dengan kasih dan telah berkarya dengan dahsyat dalam kehidupan umat-Nya. Dengan demikian, ketaatan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Ketaatan bukan karena takut dan terpaksa, melainkan mengalir keluar dari rasa hormat dan kasih kepada-Nya.

Hormat dan taat adalah dua kata yang tak dapat dipisahkan. Salah satu bentuk konkret rasa hormat kepada Allah adalah ketaatan. Menjelang akhir perjalanan umat Tuhan ke tanah perjanjian, Musa memukul bukit batu dua kali, padahal Allah hanya memintanya untuk berkata pada bukit itu. Allah tidak mengizinkan Musa masuk ke tanah terjanji. Allah berfirman,”Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusann-Ku…” (Bil. 20:12).

Demikian juga kasih dan ketaatan tak terpisahkan. Rasul Yohanes menulis, ”Inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya…” (1 Yoh 5:3). Kasih kita kepada Tuhan mewujud nyata dalam ketaatan kita terhadap perintah-Nya yang menjadi panduan hidup kita.

Apakah kita mengasihi Allah? Dengan cepat kita bisa segera menjawab, Ya! Biarlah kasih itu bukan hanya jawaban yang keluar dari mulut, melainkan juga keluar dari hidup kita dalam bentuk yang konkret yaitu, berupa ketaatan terhadap firman, sebagaimana tertulis dalam Alkitab yang menjadi panduan hidup kita.

 

Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya, M.Th., adalah Pendeta GKI Ngagel Surabaya. Silakan kunjungi www.wahyupramudya.com untuk mengenalnya lebih lanjut.

Leave a Reply