Input your search keywords and press Enter.

Eko Endarto, RFA : KAYA DENGAN BERBAGI

Pak Eko di BAHANA,
Saya pernah membaca salah satu tulisan Bapak tentang orang kaya adalah orang yang bisa berbagi. Apakah Bapak bisa menjelaskan maksud kalimat tersebut kepada saya? Kalau orang yang banyak uang, pastilah enggak susah untuk berbagi.
Rio – Bintaro

Shalom Rio di Bintaro,
Wah saya senang sekali ternyata Anda cukup cermat menanggapi tulisan saya dan bertanya secara kritis. Sebenarnya pertanyaan ini juga sering saya dapatkan lewat email untuk meminta penjelasan tentang tulisan yang dianggap aneh itu.

Begini Rio, secara teori benar bahwa orang kaya adalah orang yang punya banyak uang. Benar juga bahwa orang kaya akan mudah membagi uangnya. Namun, jangan salah. Banyak uang dan bisa membaginya dengan mudah bukan berarti selalu kaya loh. Kok bisa? Saya mau berbagi tentang keluhan salah satu karyawan di sebuah perusahaan tempat saya menjadi konsultan untuk keuangan pribadi karyawannya.

Ia bercerita panjang lebar bahwa pemilik perusahaan tempat ia bekerja dikenal sangat dermawan. Dia memberikan sumbangan ke banyak gereja, panti asuhan bahkan untuk mereka yang berbeda keyakinan dengannya.

Ada sebuah tempat ibadah yang mengabadikan namanya sebagai nama jalan menuju tempat ibadah tersebut. Luar biasa, bukan? Namun, masalahnya adalah si pemilik tadi lupa bahwa berbagi juga harus dilakukan kepada orang yang dekat dengan dirinya, yaitu para karyawan yang telah loyal dan bekerja keras untuk memajukan perusahaannya. Dia justru tidak pernah menaikkan gaji karyawannya hingga 5 tahun terakhir, apalagi memerhatikan kesejahteraan mereka.

Jadi, kenapa pemilik perusahaan tadi berbagi dengan orang lain? Karena dia ingin mencalonkan diri sebagai salah satu wakil rakyat. Menurutnya, berbagi dengan orang lain harus ada balasan yang setimpal. Nah, apakah ini juga berarti berbagi? Saya yakin tidak. Mari kita belajar dari kisah orang Samaria yang menolong seorang Yahudi di tengah jalan. Berbagi tidak selamanya karena kita punya banyak uang atau harus mendapatkan balasan, tetapi karena keikhlasan dan kerelaan untuk memberi adalah dasar dari berbagi.

Jika kita bisa melakukannya, kita adalah orang yang kaya, tanpa harus dihubungkan dengan berapa gaji kita, berapa mobil yang kita miliki, atau sebagus apa rumah kita. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa bila kita bisa berbagi, kita adalah orang yang kaya. Bagaimana kita bisa berbagi bila tidak mempunyai banyak uang? Mudah. Caranya:

1. Sisihkan
Selalu sisihkan uang untuk berbagi di awal, jangan di akhir. Kalau kita mau memberi persembahan, jangan mengambil uang bernilai terendah yang ada dalam dompet atau uang terjelek dari kembalian. Tapi, setiap dapat penghasilan atau pemasukan, cobalah membuat aturan untuk memotong sebagian.

2. Ikhlas
Seperti janda yang miskin, memberi tidak perlu diketahui semua orang, cukup kita dan orang yang menerima. Apa bedanya janda dan orang kaya? Janda memberi dari kekurangannya. Artinya, dia menyisihkan bukan menyisakan. Sedangkan orang kaya memberi dari kelebihannya. Artinya, dia memberi dari sisa bukan menyisihkan.

3. Buat batasan
Kenapa kita tidak bisa berbagi? Karena kita tidak bisa membuat batasan berapa besar pengeluaran kita yang wajar.
Nah, bila Rio mau menjadi orang kaya, cobalah untuk membuat batas. Berapa sih pengeluaran yang wajar untuk Rio? semoga renungan kecil ini bisa menjawab.

eko (@kokiduit)
Eko Endarto
Financial Planner
Finansial Consulting – Jakarta
0818-95-4783

Leave a Reply