Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Peresmian Primaya Hospital PGI Cikini




 

Penarikan selubung nama rumah sakit yang disiapkan di pelataran Hall Primaya Hospital PGI Cikini, pada Rabu (12/1) kemarin.

Jakarta, eBahana.com – Rumah Sakit PGI Cikini telah resmi berubah nama menjadi Primaya Hospital PGI Cikini. Perebuhan tersebut ditandai dengan penarikan selubung nama rumah sakit yang disiapkan di pelataran Hall Primaya Hospital PGI Cikini, pada Rabu (12/1) kemarin. Momentum tersebut menjadi salah satu simbol kerja sama antara Primaya Hospital Group dengan Yayasan Kesehatan PGI (Yakes PGI), dalam rangka memodernisasi pelayanan dan fasilitas kesehatan RS PGI Cikini.

Sebelumnya, Ketua Umum Yakes PGI dr Alexander Ginting, SpP dalam sambutan mengungkapkan, pemilihan kerjasama yang dilakukan berlangsung melalui proses penjaringan yang panjang dan berhati-hati. Bentuk kerja sama antara Primaya Hospital Grup dan Yakes PGI akan diwujudkan dalam pola Build Operate Transfer (BOT) selama 30 tahun. “Yakes PGI Cikini dan Primaya Hospital Group memiliki kesamaan visi dan misi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dengan penuh kepedulian dan sentuhan kasih kepada pasien. Itu alasan utama Primaya Hospital dipilih untuk memodernisasi RS PGI Cikini,” katanya. Dia pun berharap, dengan nama baru ini, rumah sakit ini tetap menjadi alat untuk melayani umat manusia.

Sementara itu, CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali, menyampaikan terima kasih dan bangga karena telah mendapat kepercayan dari PGI dan Yakes PGI. “Kami berkomitmen untuk memajukan Primaya Hospital PGI Cikini dan menjadi rumah sakit kebanggaan Indonesia, yang mengutamakan pelayanan kepada pasien,” tandasnya. Layanan unggulan (center of excellence) yang sudah ada, ujar Leona, akan ditingkatkan dan yang belum akan ditambahkan. Layanan unggulan Primaya Hospital PGI Cikini berfokus pada jantung, otak dan saraf, pembuluh darah, kanker, orthopedi dan trauma, urologi, serta ginjal dan hipertensi, dilengkapi dengan SDM yang berkompeten dan teknologi yang mumpuni.

Lebih jauh dijelaskan, sejak dimulainya kerja sama antara Primaya Hospital Grup dan Yakes PGI pada 1 Agustus 2021, sejumlah modernisasi sudah diterapkan. Dimulai dari transformasi SDM, baik karyawan, perawat, dokter umum, dokter spesialis, maupun manajemen, yang besama-sama memiliki komitmen untuk kemajuan. Hal lain yang dilakukan adalah pengadaan teknologi MRI 1,5 Tesla untuk melengkapi pemeriksaan penunjang, pengadaan peralatan prioritas mbile x-ray, uroflowmetri, USG urologi, mikroskop mata, serta penggantian mesin anestasi.

Selama enam bulan kerja sama yang telah berlangsung, dilakukan perbaikan atas berbagai peralatan prioritas di Primaya Hospital PGI Cikini seperti angiografi dan memografi. Akses gedung juga diperbaiki untuk kemudahan pasien. Demikian juga penataan ulang poliklinik yang lebih terintegrasi per spesialis. Peningkatan standar mutu yang mengutamakan patient safety dan telah lulus akreditas KARS paripurna. “Melalui kerjasama ini, seluruh layanan yang diberikan di Primaya Hospital PGI Cikini menjadi prima dan modern yang didukung oleh layanan dan teknologi komprehensif disertai dokter dan tim medis yang berpengalaman,” pungkas Leona Karnali.

Ibadah Syukur HUT

Ibadah syukur HUT ke-124 RS Primaya PGI Cikini dan ke-53 Akper RS PGI Cikini, Rabu (12/1). kemarin

PGI bersama jajaran pengurus Primaya Hospital Group, Yayasan Kesehatan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (Yakes PGI), dokter, perawat, serta sejumlah undangan, mengikuti ibadah syukur HUT ke-124 Rumah Sakit Primaya PGI Cikini, sekaligus HUT ke-53 Akademi Perawat (Akper) RS PGI Cikini, di Kapel rumah sakit tersebut, pada Rabu (12/1) kemarin. Meski sederhana, ibadah berjalan hikmat. Dalam kotbahnya, Pdt. Dr. Bambang Widjaja  mengungkapkan perumpamaan biji sesawi dalam Matius 13:31-32, yang kecil namun bertumbuh menjadi sebatang pohon besar dan dapat membawa dampak positif terhadap lingkungannya.

Untuk dapat berdampak, menurutnya diperlukan 3 hal pertama, bersedia meninggalkan kemapanan. Bila seseorang bersedia meninggalkan kemapanan barulah ia akan dapat berobah. Kedua, bersedia menghadapi kesulitan. Bagi yang menyukai kemapanan perobahan ini merupakan suatu tantangan dan kesulitan tersendiri. Hal ini tidaklah mengherankan, sebab memang semua upaya untuk kemajuan selalu mengandung risiko kesulitan. Ketiga, bersedia menjadi berkat bagi orang lain. Hal ini merupakan konsekuensi yang harus ditanggung karena mengalami pertumbuhan.

“Diharapkan ketiga semangat ini kiranya mewarnai Rumah Sakit Primaya PGI Cikini dan Akademi Perawatan PGI. Bersedia untuk meninggalkan kemapanan dan berobah, bersedia menghadapi risiko kesulitan dan bersedia menjadi berkat bagi orang lain. Dengan demikian kita menghadirkan tanda-tanda dari Kerajaan Allah di manapun kita berada,” jelas  salah satu Ketua PGI ini.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Pembina Yakes PGI Cikini Pdt. Gomar Gultom. Dalam sambutannya, dia menegaskan perobahan adalah sebuah keniscayaan. Selama kita tidak berani berobah, tidak berani melangkah maju walaupun sangat sakit, kita tidak akan berdampak. Dan, jika tidak ingin berobah, maka akan tergerus oleh perobahan itu sendiri. “Di tengah perobahan zaman yang begitu cepat saya mengajak kita semua untuk tidak berleha-leha, atau tidak lagi bisnis as usual. Sebab itu saya berharap seluruh civitas Akper dan RS Primaya PGI Cikini ada dalam semangat perobahan yang sama. Percayalah Tuhan akan menolong kita semua yang setia kepada tugas dan panggilan pelayannya,” tandas Ketum PGI ini.

Sementara itu, saat ditemui usai ibadah, Direktur RS Primaya PGI Cikini dr. Tweggie Hellina berharap, memasuki usia 124 tahun, PGI Cikini tetap maju, bersinar, menjadi terang dan garam dunia, dan juga tetap mewujudkan visi-misinya, yang sejalan dan berkolaborasi dengan visi-misi Primaya Hospital PGI Cikini. Ibadah syukur diakhiri dengan pemotongan kue ulangtahun serta pemberian cindramata kepada perwakilan dokter, perawat maupun karyawan di lingkungan RS Primaya PGI Cikini, Jakarta.

(markus)



Leave a Reply