Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Natal dan Salib




NATAL, apa yang ada di pikiran kita?

eBahana.com – Natal identik dengan perayaan. Kita merayakan Natal dengan acara yang meriah. Ada pohon natal, kado natal, kue natal, baju baru, dan acara-acara yang penuh keceriaan. Orang Kristen bisa merasakan sukacita natal yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Dari anak-anak sekolah minggu hingga para lansia merayakan Natal. Di masa pandemi ini mungkin hanya bisa merayakan Natal via zoom. Ada juga yang masih merayakan onsite tapi dengan prokes ketat dan jumlah jemaat yang terbatas. Bagaimanapun, nuansa sukacita Natal tetap dapat dirasakan orang-orang Kristen.

Natal identik dengan sukacita. Kita menikmati kasih Allah yang begitu besar atas umat manusia. Kita bisa merasakan betapa Allah mengasihi kita sebagai manusia berdosa. Betapa bahagianya kita oleh karena kelahiran Yesus Kristus ke dalam dunia, kita bisa beroleh keselamatan. Kita menerima anugerah Allah yang begitu besar. Manusia yang seharusnya binasa masuk ke dalam neraka yang kekal. Oleh sebab peristiwa Natal kelahiran Yesus Kristus, kita dilayakkan menjadi orang benar. Seperti Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga diberikan-Nya Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Begitu mudahnya Allah membuka jalan bagi umat manusia untuk kembali menjadi manusia yang suci. Hanya percaya saja kepada Sang Anak Yesus Kristus, maka manusia berdosa disucikan, dibenarkan, dilayakkan menjadi manusia baru yang tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Lalu, pernahkah kita merenungkan Sang Bapa Sorgawi dalam cerita Natal? Pernahkah kita membayangkan perasaan Sang Bapa, seperti kita sebagai seorang ayah/bapa secara jasmani yang harus melepas anak satu-satu-nya, yang tunggal untuk demi menyelamatkan manusia berdosa? Bahkan Sang Bapa tahu, Anak-Nya akan mengalami penderitaan yang begitu berat. Jika saja kita bisa menyelami perasaan Sang Bapa Sorgawi. Kendati tentu saja ada pergumulan dalam diri seorang Bapa. Namun, hanya ini cara satu-satunya untuk menyelamatkan umat manusia.

Salah satu tokoh Alkitab, Abraham, pernah diuji Allah untuk menyerahkan anak satu-satunya, yaitu Ishak. Abraham pasti merasa berat hati. Anak perjanjian yang Allah berikan, ternyata Allah minta untuk dikorbankan di atas mezbah. Abraham seorang yang taat, tanpa membantah Abraham siap mengorbankan anak yang dikasihinya. Namun itu ujian dan Abraham lulus dalam ujian itu. Allah tidak membiarkan Ishak menjadi korban dan Allah menyediakan korban sebagai ganti Ishak. Tetapi Bapa Sorgawi tetap harus merelakan Anak-Nya Yang Tunggal untuk menyelamatkan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Tidak ada alternatif lain. Hanya satu kata: BERKORBAN.

Dengan merenungkan kasih Bapa Sorgawi yang begitu besar bagi manusia, apa yang bisa kita berikan untuk membalas kasih-Nya? Tidak ada sesuatupun yang pantas untuk kita berikan. Hidup kitapun berasal dari DIA. Dengan mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup, yang berkenan kepada Allah. Itu bukan hal yang mudah. Untuk menyenangkan hati Tuhan-pun kita butuh kekuatan dari Tuhan.

Apapun yang kita berikan sesungguhnya tidak sebanding dengan apa yang kita sudah terima. Pengorbanan Bapa Sorgawi, pengorbanan Sang Putra Yesus Kristus, sungguh tak ternilai. Kita hanya menerima anugerah-Nya yang begitu besar. Pengorbanan yang kita berikan dalam hidup belumlah apa-apa dan tidak akan pernah sanggup membalas kasih Allah. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Bagikan kasih-Nya kepada orang-orang yang belum menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan. Inilah kabar baik dari sorga. Jika satu orang diselamatkan, seisi sorga bersukacita. Inilah kesukaan terbesar yang menyenangkan hati Tuhan.

Natal identik dengan sukacita, namun sebaliknya Natal juga identik dengan pengorbanan. Jangan berhenti dengan hanya menerima sukacita keselamatan, bagikanlah keselamatan walaupun mungkin kita harus berkorban.  NATAL dan SALIB adalah satu kesatuan, KASIH dan PENGORBANAN.

Selamat NATAL 2021. Tuhan Yesus memberkati.

(Roesmijati)



Leave a Reply