• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

REKAN KERJA YANG NARSIS

By: Elia Paul Ang, S.E. | Konseling | 29 Aug 2015, 08:53:00 | Dibaca: 1215 kali

Pengembangan Diri

Dear Bapak Paul Ang, 

Saya memiliki rekan kerja satu divisi yang sangat narsis. Ia sering membanggakan diri dan berlagak sok mengatur teman-teman lainnya, suka mengkritik, dan memberi masukan yang menyakitkan hati. Dalam urusan pekerjaan, ia selalu merasa punya andil besar. Jika ada hal yang disukai oleh atasan, sikap sombongnya mulai muncul dan suka update status di jejaring sosial. Namun anehnya, jika ada hal yang kurang pas di hatinya, ia merasa dunia dan kariernya hancur. Apa yang harus dilakukan dengan sikap orang seperti ini?

Benny, Jakarta Selatan 

 

Pak Benny di Jakarta Selatan,

Anda tidak sendirian. Memang banyak orang suka menjilat pemimpin demi mengklaim pekerjaan kita sebagai hasil karyanya atau yang Anda sebut narsis. Orang seperti ini tega mengorbankan teman kerja demi mendapat promosi. Parahnya, orang seperti ini memiliki potensi menjatuhkan pemimpin, bahkan mengkhianati perusahaan ketika ada kesempatan. Ia tidak akan malu dengan perbuatannya, bahkan mungkin akan mengklaim itu sebagai keberhasilan.

Itulah orang yang oportunis, berpikir untuk pekerjaan jangka pendek, dan melupakan bahwa sahabat adalah orang yang akan setia mendukungnya menuju kesuksesan. Sahabat-sahabat kitalah yang akan membantu membuka jalan kita menuju masa depan. Mungkin merekalah yang akan merekomendasikan kita untuk mendapat pekerjaan atau pelayanan yang lebih baik. Mungkin karena fasilitas dari sahabat, kita dapat memulai berusaha, atau mungkin karena sahabat, usaha kita bisa sukses dan mengalami peningkatan yang bagus.

Sahabat tidak akan melupakan kebaikan Anda. Walaupun jauh, mereka akan kembali mencari Anda. Jadi, seorang oportunis adalah orang yang menutup jalannya sendiri pada masa depan. Ia tidak bisa melihat jauh. Ia hanya bisa melihat keuntungan kecil, keuntungan jangka pendek yang ia ingini. Orang ini ingin kaya, tetapi menempuh jalan pintas, akhirnya kejeblos dan makin hancur.

Firman dalam Matius 13:25–29 mengisahkan perumpamaan tentang lalang di antara gandum. Dalam perumpamaan ini Yesus mengatakan agar lalang jangan dicabut. Waktu panen akan tiba. Saat itu akan ketahuan mana gandum dan mana lalang. Tetaplah bekerja dengan spirit of excellent seolah-olah untuk Tuhan. Berikan kemampuan terbaik, disiplin terbaik, serta menjaga kejujuran Anda. Semuanya akan terlihat terang benderang. Waktu panen pasti tiba. Tidak ada benih yang ditabur menjadi sia-sia. Benih itu akan tetap berbuah.

Jangan pula Anda tergoda mengikuti jejak sang oportunis yang melakukan pencitraan demi mendapatkan promosi. Pekerjaan yang dilakukan dengan tulus ikhlas akan membuahkan hasil yang pasti berbeda dengan pekerjaan sang oportunis. Kembangkan keunikan yang ada dalam diri Anda agar semua orang dapat memperoleh manfaatnya; dan akan ketahuan ide tersebut berasal dari mana.

Jadi, kalau seorang oportunis mengklaim itu hasil pekerjaannya, pemimpin Anda pun tanpa perkataan akan dapat menilai kebenarannya. Keunikan Anda mungkin adalah talenta istimewa Anda dari Tuhan yang orang lain belum tentu miliki. Jadi jangan minder dengan keunikan Anda itu. Jadilah pemenang.

 

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2017
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13