• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Bijak Memberi Pinjaman

By: Benny Santosa, S.T., M.Com., CFP | Vitamin | 21 Aug 2015, 13:53:50 | Dibaca: 1512 kali

“Matius 5:42 menyatakan bahwa kita harus meminjamkan kepada orang yang mau meminjam. Apakah saya harus memberikan pinjaman uang kepada siapa pun yang datang meminjam kepada saya? Bagaimana jika yang ingin meminjam uang sebenarnya bermaksud menipu?” Pertanyaan ini diajukan seorang teman di salah satu seminar saya.

Banyak orang langsung memberikan pinjaman karena menaati ayat di atas, padahal yang dimaksud tidaklah demikian. Alkitab versi Firman Allah yang Hidup (FAYH) menyatakan bahwa kita tidak boleh mengabaikan semua yang ingin meminjam kepada kita. Artinya kita harus menanggapi semua orang yang ingin meminjam, tetapi bukan berarti kita harus meminjamkan kepada semua orang.

Ada paling tidak lima hal yang harus kita lakukan ketika ada orang mau meminjam uang.

Pertama, periksa kemampuan keuangan kita. Sebelum memberikan pinjaman, kita harus mengetahui kemampuan keuangan kita. Firman Tuhan mengajarkan bahwa memberikan persembahan kepada Tuhan tidak boleh melebihi kemampuan kita. Oleh karena itu, memberikan pinjaman kepada orang lain juga tidak boleh melebihi kemampuan keuangan kita. Ada paling tidak dua hal yang harus kita jaga dalam hal ini:

  1. Jangan sampai kita mengalami masalah keuangan ketika memberikan pinjaman tersebut.
  2. Jangan sampai kita nanti akan mengalami masalah keuangan ketika pinjaman tersebut gagal bayar.

Kedua, periksa peruntukan uang hasil pinjaman. Selanjutnya, kita harus mengetahui secara jelas rencana peruntukan pinjaman tersebut. Kita sebaiknya langsung menolak jika uang yang dipinjam itu untuk membeli barang konsumtif.

Jika digunakan untuk berobat, sebaiknya kita mempertimbangkan untuk memberikan persembahan sehingga tidak perlu dikembalikan. Apabila jumlah yang dibutuhkan lebih besar dari kemampuan kita, kita akan tetap memberikan sesuai dengan kemampuan kita. Sisanya akan kita bantu dapatkan dengan menghubungi teman-teman lain yang juga mengenal orang ini.

Jika digunakan untuk berbisnis, harus diperjelas posisi kita dalam bisnis tersebut. Jangan lupa untuk membuat surat perjanjian kerja sama dalam kasus ini.

Ketiga, jika memungkinkan, minta waktu untuk memutuskan. Ada paling tidak tiga keuntungan yang bisa kita dapatkan ketika kita tidak harus mengambil keputusan saat itu juga.

  1. Kita bisa berdiskusi dengan pasangan/teman dekat. Biasanya pasangan kita akan bisa melihat lebih subjektif jika calon peminjam itu adalah teman kita.
  2. Kita memiliki waktu untuk memeriksa apakah cerita dari calon peminjam sesuai dengan kenyataan yang ada.
  3. Kita bisa berdoa terlebih dahulu.

Keempat, periksa hati. Kita sudah berdoa dan berpikir dan sudah mengambil keputusan untuk meminjamkan setelah mengetahui semua risiko yang mungkin terjadi. Ketika memutuskan untuk meminjamkan, kita harus menjaga hati supaya masih tetap bisa berkomunikasi dengan baik kalau peminjam gagal bayar.

Kelima, berani berkata “tidak”. Teman sejati akan mencoba mengerti kondisi temannya dan bukan hanya meminta orang lain mengerti kondisinya. Oleh karena itu, teman kita akan bisa tetap menghargai keputusan kita untuk tidak memberikan pinjaman kepadanya. Kita juga harus memastikan bahwa pasangan kita konsisten mendukung jawaban kita.

Dengan melakukan kelima hal ini, saya percaya kita bisa memberikan pinjaman dengan bijak sehingga bisa memberikan bantuan kepada mereka yang berhak menerima bantuan.

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2017
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13