• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Dilihat, Dibaca,dan Dikecap Orang Lain

By: Pdt. Albert Pandiangan, M.Th | Vitamin | 20 May 2015, 11:44:02 | Dibaca: 1209 kali

Tidak dapat dielakkan, perayaan Paskah, sering diidentikkan dengan telur dan beragam permainan untuk anak Sekolah Minggu. Paskah identik juga dengan retret di alam terbuka. Benarkah?

Kiranya pesan Paskah sebagai rekonsiliasi manusia dengan Allah tidak hilang begitu saja. Nilai-nilai itulah yang harus dikedepankan. Sampainya manusia pada kehidupan kekal tidak bisa dilepaskan dari Paskah. Lewat pengorbanan-Nya, Tuhan Yesus telah mendamaikan manusia dengan Allah. Kekristenan yang berpusat pada Kristus akan kehilangan makna bila Paskah dihilangkan. Lewat Paskah, Yesus mencontohkan, apa yang harus kita lakukan. Berkorban untuk orang lain, tidak memikirkan diri sendiri. Makna berkorban ini berkaitan dengan kasih. Kasih yang merupakan ciri khas kekristenan. Kasih itu lahir dan terpantul dari sempurnanya pengorbanan Kristus untuk menebus manusia. Pengorbanan yang tulus. Suci. Murni. Sebagai jemaat-
Nya, kita kiranya melakukan hal yang sama. Kita rindu serupa dengan Dia. Sulit, tetapi kita harus mengarah ke situ.

Kasih yang kita terima harus dibagikan kepada orang lain. Sempurnanya kasih akan terjadi ketika kasih itu luber dan orang lain merasakannya. Rasul Paulus menuliskan, “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang” (2 Kor. 3: 2).

BERDAMPAK POSITIF
Mementingkan diri sendiri, misalkan mengeluarkan biaya untuk perayaan Paskah besar-besaran, perlu dikaji ulang. Memang tidak salah. Namun, alangkah bermanfaatnya bila digunakan untuk orang lain di sekeliling kita. Gereja kami, GBI Eliezer Serang, Banten, sering mengadakan even sosial. Acara-acara ini bersentuhan dengan masyarakat komunitas lain. Dengan alasan bersosialisasi dan alasan lain, penanganan dilapangan dilakukan pihak lain. Kami hanya memfasilitasi lewat dana misalkan. Sekilas tidak ada artinya. Untuk menambah jumlah jemaat, kecil kemungkinannya.

Bahkan nyaris tidak ada sama sekali.Mengapa kami mau melakukan itu? Karena kami ingin mencontoh Kristus. Mengasihi dengan tulus. Kami ingin menjadi berkat di tengah masyarakat.

Tidak peduli latar belakang dan kepercayaannya. Tuhan Yesus ketika mengorbankan dirinya, tidak banyak yang merespons. Lebih banyak yang mengolok. Alkitab menguraikan, bagaimana mereka yang menyambut kedatangan-Nya, ketika Dia memasuki Yerusalem, tidak lama berselang, turut menyerahkan diri-Nya untuk diadili. Ironis bukan? Alangkah indahnya, bila umat melakukan pelayanan masyarakat. Menyatakan diakonia di tengah kegalauan. Menyatakan kasih tanpa suara. Bukandengan kata-kata namun perilaku.

TANPA IMBALAN
Bagaimana bisa tulus mengasihi? Pertama perlu menyadari bahwa hidup kita kedepannya merupakan hasil pengorbanan Kristus. Kedua menyadari bahwa kita hidup tidak untuk diri sendiri. Kita perlu memikirkan orang di sekitar kita walaupun terkesan
tidak ada yang dapat diharapkan.

Anda tahu pembantu rumah tangga? Posisi mereka di rumah kita sering tidak diperhitungkan. Berbeda dengan relasi bisnis di sebelah rumah misalkan. Ketika relasi bisnis tidak ada, bisa jadi tidak begitu bermasalah. Tapi ketika pembantu tidak ada, kita kelimpungan. Ketiga, harus ada karya yang dikerjakan. Karya sebagai wujud keyakinan memantulkan Kristus yang ada dalam hati kita kepada orang lain. Ketika kita memenuhi tujuan itu, kita dengan sendirinya telah menuju kesempurnaan untuk serupa
dengan Kristus. Untuk mencapainya perlu kerja keras, ketekunan, dan keyakinan. Bila gagal? Jangan pernah menyerah. Koreksi dan teruslah berusaha. Jangan lupa, lakukanlah bersama Kristus. Dia tidak mungkin membiarkan kita jatuh tergeletak. Kristus pasti menolong kita untuk melakukan yang terbaik.

* Penulis adalah Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Eliezer Serang

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2017
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13