• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

AYAH YANG DIANDALKAN ANAK

By: Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha | Tips | 19 Mar 2015, 15:07:19 | Dibaca: 2392 kali

Tidak mudah menjadi ayah. Namun jabatan ayah sangat indah dan menyenangkan. Masalahnya adalah tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana menjadi ayah yang baik dan dapat diandalkan Anak. Butuh usaha ekstra keras, skill dan emosi yang cukup, untuk mewujudkannya. Kami berdua terus berusaha menjadi orangtua lebih baikdengan cara belajar konseling dan mengikuti pelatihan parenting.

Para ayah dipanggil untuk mengisi tabung panahnya dengan baik. Agar suatu saat anak-anak kita pergi dari rumah mereka bagai anak panah yang siap diluncurkan. Ada beberapa faktor yang perlu kita miliki sebagai seorang Ayah agar dapat diandalkan anak-anak.

PERTAMA, AYAH DAN VISINYA

Setiap pria perlu memiliki tujuan menjadi ayah dan visi bagi seluruh anggota keluarganya. Artinya dia tahu apa yang hendak dicapai oleh seorang ayah bagi anak-anaknya dan apa yang akan dilakukan sepanjang hidup yang diberikan Allah kepadanya. Ayah yang  memiliki visi akan bersemangat  menjadi ayah dan tidak mudah putus asa saat menjumpai kesulitan dalam mengasuh anak. Ini perlu karena dia menjadi pemimpin dan pemberi arah bagi anak dan istri.

Apa visi yang ingin Anda wujudkan dalam keluarga Anda?  Saya punya visi bagi anak-anak saya, yaitu membangun generasi anak-cucu yang perkasa dan tangguh. Tujuan ini menjadi sangat penting jika kita mengerti bahwa kita tidak hanya bertanggung jawab atas anak-anak kita, tetapi juga atas cucu kita, cicit, kita, atas generasi ratusan tahun akan datang. Kelak kita tidak saja dikenal sebagai ayah tetapi juga kakek dan leluhur yang bijak. Jika Andapunya visi sebagai seorang ayah, Anda akan mampu memotivasi anak-anak memiliki hal yang sama kelak dalam mendidik cucu-cucu kita.

KEDUA, AYAH MENDIDIK ANAK MENCINTAI BUKU

Sebagai seorang ayah yang bijak, kita perlu mendorong anak-anak gemar belajar dan membaca. Sebab buku adalah jendela informasi yanglimpah. Bagi kami buku sudah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan, artinya tiada hari tanpa membaca buku. Dengan menjadi teladan anak dalam membaca, anak kita tidak sulit belajar dan membaca di rumah. Kami membiasakan secara rutin membawa anak-anak ke toko buku dan membelikan bacaan yang baik. Kita patut menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk membelikan buku bagi anak-anak. Ayah adalah motivator utama bagi seorang anak mencintai buku. Selain buku pelajaran anak, kita perlu memperkenalkan buku yang  membangun iman anak dan pertumbuhan jiwa mereka.

KETIGA, AYAH MENGAJARKAN KERJA SAMA

Anak-anak juga dapat meneladani ayah mereka dalam hal saling membantu dengan ibu mereka. Alangkah indahnya keluarga yang anggotanya saling memperhatikan. Atmosfer itu tidak tumbuh begitu saja, harus diciptakan dan diusahakan terus berlangsung. Saya (Roswita) tidak dapat melupakan bagaimana Papa membantu Mama jika ia berada di rumah. Kami bersaudara tujuh dan saya anak tertua. Saya kagum karena Papa  selalu ada di dekat Mama justrupada masa-masa sulit, yakni waktu kami masih kecil. Waktu itu tidak ada pembantu. Kemungkinan karena mama ingin mengurus anak-anaknya sendiri. Hampir setiap tahun ada adik-adik saya yang lahir. Papa turun tangan hampir di segala lini rumah tangga.  Para Ayah sekalian, sadar atau tidak, anak-anak memperhatikan dengan seksama  bagaimana kita memperlakukan istri atau ibu dari anak-anak kita. Bagaimana kita bekerjasama dengan istri mengasuh mereka? Hal itulah yang akan ditiru saat mereka berumah tangga.

KEMPAT, AYAH TEMAN BERMAIN ANAK

Hal praktis lain yang dapat kita lakukan untuk menjadi ayah bagi anak-anak kita adalah dengan bermain bersama mereka. Anak laki-laki lebih membutuhkan permainan yang bersifat fisik. Misalnya bergulat, kuda-kudaan, main sepeda, berenang, bulutangkis, sepakbola, adu-panco atau olahraga bersama seperti badminton dan lainnya. Anak yang cerdas biasanya suka permainan yang dimainkan sambil ngobrol dengan ayahnya: catur, halma, ular tangga dan monopoli. Beberapa tahun terakhir muncul permainan elektronik, contohnya game boy, PlayStation, dan sebagainya.Bermain hanyalah sarana agar kita bisa berkomunikasi dengan anak. Bermain sambil bercerita akan membangun hubungan batin kita dengan mereka. Hubungan batin yang kaya akan membuat anak-anak terhindar dari pengaruh buruk di luar rumah.

KELIMA, AYAH PEMIMPIN SPIRITUAL

Sebagai ayah, kita dipanggil menajdi imam, pemimpin spiritual. Dengan menghadirkan Tuhan dalam persekutuan keluarga, anak akan tumbuh mengenal Tuhan. Mereka belajar taat dan takut akan Tuhan. Ini semua dipelajari melalui Firman Tuhan. Kita perlu menyediakan waktu ngobrol-ngobrol tentang Tuhan dan doktrin kepada anak-anak, sebagai sarana mewariskan spiritualitas yang baik kepada mereka.Belajar dari James Dobson saya (Julianto) mengambil komitmen mengutamakan anak-anak di antara semua aktivitas saya. Dari semua gelar yang diberikan kepada aya, yang paling saya sukai adalah ayah. Tekad ini menjadi stabilizer yang baik, terutama saat saya sibuk dengan pekerjaan di luar rumah. Bila anak-anak menikmati kita sebagaiayahnya, maka anak akan mempercayai kita. Dengan demikian anak lebih mudah menaaati kita dan disiplin. Jika kita pernah gagal menjadi ayah yang baik saat anak masih balita, kita perlu memulihkan hubungan sebelum anak remaja. Para ayah, selamat berjuang!

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2017
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13