• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Chef Arnold Poernomo, Bangga Jadi Tukang Cuci Piring

By: ret | Artis dan Tokoh | 26 Sept 2014, 08:48:30 | Dibaca: 3608 kali

Chef Arnold Poernomo adalah chef muda dengan banyak prestasi. Ia sempat meraih predikat Best Young Chef pada 2012. Tidak heran bila segudang prestasi yang diraihnya membawa Arnold menjadi juri Master Chef Indonesia.

Dunia dapur sebetulnya sudah dikuasi Arnold sejak kecil. Sewaktu duduk di bangku SMP, Arnold bekerja di dapur salah satu kafe di Australia. Di sana ia bertugas sebagai pencuci piring. Sepulang sekolah ia tidak bisa bersantai-santai karena harus segera menjalankan tugasnya itu. Lambat laun tugas Arnold tidak hanya mencuci piring. Ia juga diajarkan cara meramu masakan, sampai front office.

Waktu itu Arnold mau bekerja di dapur lantaran membutuhkan uang tambahan. Sebat saat itu ekonomi keluarganya sedang mengalami kesulitan karena bisnis orangtuanya mengalami kebangkrutan. "Orang tua saya ditipu. Lalu saya bekerja untuk mencari duit jajan ekstra. Selama bekerja di sana saya diajarkan tentang dapur, membuat kopi, teknik memasak, dan sebagainya".

Jangan Lupa Awalnya
Arnold nampak bangga menceritakan masa lalunya. Guratan di wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa malu lantaran pernah menjadi tukang cuci piring. "Saya bangga bisa mendapat duit ekstra," imbuhnya.

Selain bangga, Arnold juga bersyukur dirinya sempat mengeyam masa sulit. Pasalnya dari pengalaman tersebut ia digembleng dan belajar tentang makna hidup. "Mungkin kalau orangtua saya waktu itu tidak mengalami kebangkrutan, saya mungkin malah foya-foya, bermabuk-mabukan."

Memang banyak pelajaran hidup yang Arnold dapat. Salah satunya harus bekerja keras untuk bisa mewujudkan mimpi, agar dapat mewujudkan mimpinya menjadi chef, Arnold harus bekerja keras. Arnold yakin, dengan bekerja keras Tuhan pasti akan memberkati apa yang dilakukannya. "Kita harus percaya dan bekerja keras maka mimpi kita akan tercapai," pesannya.

Walau kini sudah sukses, pria kelahiran Surabaya, 18 Agustus 1988 ini tidak pernah lupa bagaimana ia merintis karirnya. Memori itu rupanya yang membuat Arnold untuk selalu rendah hati. "Jadi jangan pernah lupa awal (karir) kita seperti apa. Walaupun sudah besar (karirnya) kita jangan melupakan awalnya karena kesombongan adalah kunci kejatuhan," tegasnya.

 

* diambil dari Renungan Pagi, Oktober 2014

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2017
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13