• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

YESUS MENGALAHKAN SANG NAGA (2)

By: Rajasa P | Kesaksian | 14 Jul 2009, 09:15:19 | Dibaca: 4562 kali

Godaan Sang Naga
“...Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu...” (Yakobus 4 : 7)

Ketika kesaksian ini dibuat, temanku Hernawan sudah berada di Jakarta. Aku percaya, kasih setia Tuhan melimpah untuknya dan keluarganya. Tidak hanya itu saja, Tuhan akan memakai dirinya untuk menjadi saksi hidup bagi orang-orang yang masih dalam pergumulan mencari jalan kebenaran dan keselamatan. Darah Tuhan Yesus yang tercurah di kayu salib sudah membebaskan dan memerdekan setiap orang yang percaya kepadaNya. Oleh bilur-bilur-Nya, semua sakit penyakit, dosa, dan kuasa iblis sudah ditaklukkan di bawah kaki-Nya. Tidak ada satu kuasa pun, baik di langit, di atas bumi dan di bawah bumi yang lebih berkuasa dari kuasa Yesus Tuhan. Kita sebagai anak-anak-Nya, yang percaya, diberi kuasa untuk melawan dan menaklukan si iblis. Semoga, melalui kesaksian Hernawan ini dapat menjadi kekuatan dan pengharapan buat kita, anak-anak-Nya, sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan.

Setelah Hermawan mengalami serangan guna-guna yang tidak mempan dari teman cowoknya dan melihat kekuatan mantra paranormal dan dukun yang tidak mampu menyembuhkan adiknya tetapi malah berkat doa temannya yang menyembuhkan, ia baru sadar, bahwa hanya kuasa Yesus yang Tuhanlah yang mampu menyelamatkannya. Oleh karena itu, ia ingin segera melepaskan diri dari ikatan sang naga dan memberi diri untuk dibaptis. 

Tentu saja, niat Hermawan tidak berjalan dengan mulus. Orangtuanya tidak mengijinkan hal ini. Mereka tidak ingin ia meninggalkan tradisi sang naga dan pindah keyakinan. Meskipun demikian, Hermawan tetap bersikeras dengan keputusannya, sebab pengalaman akan jamahan Tuhan sangat menguatkannya, bahwa Yesus adalah Tuhan. Beberapa bulan kemudian, Hermawan pun membulatkan tekadnya untuk menyerahkan diri secara total kepada Yesus dengan dibaptis di suatu gereja di Bogor, di mana ia pertama kali mengalami hadirat Tuhan.

Kuasa Sang Naga Dihancurkan
Kerinduan Hernawan akan kasih dan hadirat-Nya yang selalu dipuaskan Tuhan membuat dia rindu kalau suatu saat semua keluarganya juga diselamatkan. Setiap malam Hernawan selalu berdoa memohon belaskasihan dan jamahan Tuhan agar kuasa Roh Kudus melembutkan hati papa, mama dan saudara-saudaranya. Keselamatan yang sudah diterima Hernawan dan kerinduannya akan kasih Tuhan yang selalu Tuhan limpahkan, rupanya membuat iblis tidak senang melihat anak-anak yang pernah menjadi miliknya akhirnya bertobat, terlebih memiliki kerinduan yang dalam akan hadirat Tuhan.

Berbagai cara Iblis lakukan termasuk melalui penampakan wajah yang menyeramkan. Iblis tahu, Hernawan saat itu masih belum tumbuh dalam rohaninya dan takut melihat sesuatu yang menyeramkan. Ketika itu adalah hari menjelang tidur. Ketika Hernawan akan bersaat teduh untuk mencari hadirat Tuhan, tiba-tiba dia merasa dari arah belakangnya ada sesuatu yang membuat bulu kuduknya merinding. Dia tahu sesuatu yang dia rasakan itu bukan berasal dari Tuhan karena timbul ketakutan yang amat sangat dari dalam hatinya. Terlebih lagi, ketika sesuatu yang dirasa aneh itu tiba-tiba sudah berada di depannya dengan menunjukkan wajah yang menyeramkan. Sebuah gamabaran wajah yang menyeramkan yang terdiri dari kepala tanpa anggota tubuhnya.

Ini adalah pengalaman pertama kali Hernawan. Walaupun kepala tanpa tubuh itu tidak berbuat apa-apa terhadap dirinya, tetapi kengerian yang timbul semakin memuncak. Saat itu Hernawan tidak dapat berteriak apalagi berdiri dan lari, dia hanya dapat memejamkan matanya dan berdoa “Tuhan Yesus tolong aku... Tolong aku...”. Saat itu timbul keberanian dalam hatinya, dan kemudian dengan penuh iman dia berteriak menengking iblis itu “Dalam nama Yesus, terbakar kamu...” saat itu juga dia melihat api sudah berkobar membakar kepala tanpa tubuh itu. Ia melihat kepala itu seperti meronta-ronta kepanasan dan berteriak-teriak. Dia tidak tahu, apa yang diucapkan iblis itu. Akan tetapi, dia merasa, bahwa ada kuasa dari surga yang melindungi dirinya dan membakar Iblis dalam rupa wajah menyeramkan itu. Setelah penampakan mengerikan itu menghilang, dia merasakan perasaan takut di hatinya mulai berkurang dan sekarang yang ada hanya rasa sukacita dan kedamaian. Dia pun tahu, bahwa Tuhan sudah menolongnya dengan menyuruh malaikat-Nya untuk berperang melawan Iblis itu. Dan terucap dari hatinya “Terimakasih Tuhan Yesus... Terimakasih...”

Anak Naga Yang Diselamatkan
Setelah peristiwa itu berlalu, entah bagaimana ceritanya, akhirnya papanya berkeinginan untuk mengajak Hernawan pergi ke gereja bersama-sama. Begitu mendengar papanya ingin pergi ke gereja dan juga akan mengajak mama serta kakak dan adiknya, rasanya ingin menangis Hernawan saat itu. Ya, dia tahu saat itulah Tuhan sudah menjawab doa-doanya, Tuhan sudah menjamah hati papanya sebagai kepala keluarga di rumahnya. Dan diapun yakin tidak lama lagi seluruh keluarganya akan diselamatkan.

Singkat cerita akhirnya papa, mama serta kakak dan adiknya dibaptis di gereja dimana Hernawan juga di baptis. Seluruh keluarga Hernawan yang dahulu sangat fanatik memegang tradisi leluhur akhirnya berpaling meninggalkan sang naga dan berpindah keyakinan menjadi anak-anak Tuhan. Hernawan teringat akan satu ayat “...Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu...” (Kisah Para Rasul 16 : 31). Ayat inilah yang menjadi rhema dalam hatinya, bahwa keluarganya akan diselamatkan, dan Tuhan telah menggenapi janjinya saat seisi keluarganya menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya.

Aku tahu, bahwa Tuhan juga yang merencanakan kami bertemu, dan akhirnya Hernawan mau sharing dan memberi kesaksian ini. Bahkan sempat juga aku guyon menanyakan padanya di sebelah mana “penunggu” (makhluk halus – red) itu berada di tempat kami bekerja. Dan diapun menunjukkan satu persatu tempat penunggu itu berada bahkan dengan wujudnya. "Wah jadi serem deh...", guyonku. Tetapi yang terpenting dari semua itu, aku dapat mengambil hikmat di balik kesaksiannya, bahwa Iblis selalu berusaha untuk mencobai dan mengganggu setiap anak-anak Tuhan dengan berbagai cara agar kita jatuh dalam dosa, semakin menjauh dan meninggalkan Tuhan. Akan tetapi, sebenarnya anak Tuhan tidak dapat jatuh jikalau ia berjalan, berserah dan melekat dengan Tuhan. Terlebih pula, ia harus hidup berdasarkan firman-Nya, taat dan melakukan kehendak-Nya. Kita, sebagai anak-anak Tuhan, tidak perlu takut terhadap Iblis dalam bentuk apapun. Kita dapat mengalahkan dan menang terhadap setiap serangan Iblis karena Tuhan yang menjaga dan melindungi kita dan akhirnya semuanya hanya untuk kemuliaan-Nya. Hanya dekat dengan-Nya saja kita akan merasa aman, karena Tuhanlah benteng batu kita. Dia menara pelindung kita, Dia Immanuel (Allah beserta kita).

Segala hormat, pujian, dan pengagungan hanya bagi nama Yesus Tuhan... Amin.

“...Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata : 'Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapiNya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita...” (Wahyu 12 : 9,10)

(Terimakasih buat Hernawan... tetap semangat dan tekun berdoa dalam Tuhan, waktunya akan segera tiba... karena Tuhan akan memakaimu lebih jauh lagi agar kesaksianmu menjadi berkat buat banyak orang, banyak jiwa akan diselamatkan, dan nama Tuhan dipermuliakan. GBU)

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2017
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13