Upah Kerendahhatian

By: jh | Renungan | 19 Jun 2009, 08:45:17 | Dibaca: 2416 kali

Bacaan: 2 Samuel 12:1-14
Bukan hal yang mudah menemukan pemimpin yang rendah hati. Semakin besar kapasitas seorang pemimpin biasanya disertai dengan naiknya ego serta kesombongan dalam dirinya. Bila kita mendata sekitar 100 orang pemimpin, mungkin tidak sampai 10 persen yang memiliki kualitas kerendahhatian yang memadai. Bila kita ingin menyodorkan daftar nama pemimpin yang rendah hati, sepertinya Daud layak untuk menempati peringkat atas sebagai seorang raja yang rendah hati.

Tidak ada manusia yang lahir dengan kerendahhatian di dalam dirinya. Kerendahhatian bukan sifat alami seorang manusia, sehingga kita memerlukan kasih karunia dari Tuhan untuk memilikinya. Kerendahhatian juga tidak bisa diperoleh dengan instan melainkan membutuhkan proses yang tidak mudah. Saat seseorang merelakan dirinya untuk ditegur karena membuat kesalahan, menerima ajaran dan didikan dari orang lain –terutama dari usia atau golongan yang lebih rendah– sebenarnya itulah latihan untuk menjadi orang yang rendah hati. Teguran, ajaran, dan didikan yang Tuhan berikan bisa lewat manusia atau kejadian tertentu yang kita alami. Mengabaikan atau menolak didikan Tuhan membuat kerendahhatian menjadi sesuatu yang mustahil. Selama kita tidak mau diajar dan dididik oleh Tuhan, mustahil kita akan menjadi orang yang rendah hati. Sebagai pemimpin yang disegani pada waktu itu, Daud merelakan dirinya untuk ditegur nabi Natan ketika ia mengambil istri Uria. Sebagai raja, Daud mengerti benar otoritas nabi Tuhan sehingga ia pun rela menerima ketika nabi Natan menulahi anak hasil perzinahan dengan Batsyeba. Ia tidak merasa “selalu benar” dan menerima dengan ikhlas akibat dari kesalahan yang diperbuatnya. Salah satu kehormatan yang diperoleh raja Daud –sebagai upah dari kerendahhatiannya– adalah kelahiran Yesus Kristus dari daftar silsilah keturunannya.

Apakah kita sudah belajar menjadi seorang yang rendah hati? Kalau kita ingin kualitas kehidupan kita semakin meningkat, belajarlah untuk rendah hati. Tidak ada ruginya kita belajar rendah hati, karena ada upah atau ganjaran bagi setiap orang yang rendah hati. Selamat mencoba.

Sumber: Renungan Pagi, Juni 2009

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13