Sofian Lorence: Berbagi Sukacita ala Linda

By: Niken | Inspirasi | 05 Des 2008, 10:07:46 | Dibaca: 1455 kali

“Aku sangat merasa bersalah padamu. Kita bersahabat sudah sangat lama. Tapi, entahlah waktu pekan olahraga lalu aku menghindar darimu. Aku ditegur Tuhan, seharusnya tidak seperti itu. Aku rindu belajar Alkitab bersama lagi. Happy Birthday. Jangan pernah menyerah!”

Linda, sahabatku waktu pekan olahraga memang sempat membuatku bingung. Ia cuek dan menghindariku. Membuang muka tatkala pandangan mata kami bertemu. Tak biasanya ia seperti itu. Aku bertanya-tanya dalam hati, kenapa? Apakah ada tindakan yang salah atau ucapan yang menyinggung perasaannya?

Ucapan ulang tahun itu menghalau segala tanya tentang sikap tak bersahabatnya. Hatiku diliputi kegembiraan. Berulang-ulang kubaca kartu dari karton berwarna merah dan tulisan tinta warna emas tepat di hari ulang tahunku ke-24, 16 April 2005.†

Obrolan yang “Aneh”
Meskipun penasaran dengan alasan sikapnya itu aku menahan diri tidak bertanya. Takut malah merusak suasana. Linda toh sudah minta maaf. Seminggu setelah ulang tahunku, kami jalan-jalan ke mal di daerah Ciputat. “Loren..” kata Linda memanggilku. “Lihat itu…orang duduk-duduk tertawa-tawa. Buang-buang waktu. Entah apa yang dibicarakan.”

Aku tak mengerti maksudnya. Bukankah kita ke mal untuk bersenang-senang? “Ren… kita ini Kristen sejak kecil. Rajin ke gereja tapi nggak pernah bersaksi. Cerita sama orang bahwa Tuhan Yesus itu Juruselamat. Padahal seharusnya nggak begitu….” Kutatap wajah Linda. Tak pernah kulihat wajahnya seserius itu. “Ren, seharusnya setiap orang Kristen belajar Alkitab sungguh-sungguh. Itu yang membangun. Jangan pernah berhenti baca ya,” Linda menambahkan.†

Eh..Linda ini apa-apaan. Pergi ke mal bukan ngomongin yang ringan-ringan, malah bahas Alkitab, kataku dalam hati. Kepalaku mengangguk menyetujui ucapannya tadi. “Pernah bilang sama orang kalau hidupmu telah diselamatkan?” tanya Linda. Aku terdiam. “Okey..okey. Pernah bilang kalau Tuhan Yesus telah menolong hidupmu, Ren? Berani coba?” tantang Linda. “Maksudmu, Lind?”jawabku. “Sebelum kita keluar dari mal ini, bilang ke satu orang saja, tentang kebaikan Tuhan dalam hidupmu.” “Di sini? Di mal ini?” tanyaku kembali menyakinkan tantangannya. Linda tersenyum, mengangguk. Tanpa pikir panjang meskipun dag..dig..dug, aku mengangguk juga.†

Berani Terima Tantangan
Ku hampiri sepasang kekasih yang sedang menuju tempat parkir. Kuatur nafasku, “Mas, Mbak…Tuhan itu sangat baik….” Saking groginya, aku langsung berlari meninggalkan mereka menuju Linda yang berdiri menungguku di pintu keluar. Linda tertawa.†

Kenangan itu terpatri dalam hidupku. Tak akan ada tantangan dari Linda. Itulah terakhir kalinya Linda menguji keberanianku. Karena seminggu setelah itu aku dengar Linda pindah ke luar kota. Tanpa surat, tanpa telepon, tak ada komunikasi. Aku tak berhasil menemukan jejaknya.†

Setahun berlalu. Ada kabar tentang Linda. Kabar yang sangat mengagetkanku, “Linda sakit…,” kata teman gereja yang bisa kupercaya. “Ia sudah pergi meninggalkan kita, ia dipanggil Tuhan.” Aku hampir tak percaya. Padahal kupikir ia sengaja menghilang dan akan datang tiba-tiba memberi kejutan untukku. Ah Linda. Begitu cepat Tuhan memanggilmu. Seperti baru saja kemarin kita belajar Alkitab bersama.†

Kenangan Terindah
Ku ingat semua. Saat kami berbeda pendapat mengenai banyak hal. Namun akhirnya tertawa bersama. Yang paling ku ingat adalah peristiwa terakhir Linda memberi tantangan yang agak aneh. Namun, aku mengerti maksudnya. Linda ingin aku tidak hanya diam menikmati sukacita dari Tuhan. Ia ingin aku membagikannya kepada orang lain.†

Terngiang di telingaku kata-katanya, “Berani bersaksi bahwa Tuhan Yesus datang mengampuni dosa-dosa. Yesus itu Juruselamat dunia.”†

Natal kembali tiba. Rumah dan mal akan meriah dengan pernak-pernik Natal. “Selamat Natal. Tuhan Yesus Kristus Juruselamat manusia….” Terima kasih Tuhan telah memberiku sahabat Linda Margareth yang mengajarku membagikan sukacita itu†

Sumber: Majalah Bahana, Desember 2008

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13