Sang Guru Kehidupan Teladan dalam Pembelajaran

By: Sugiyanto/dbs | Hot News | 06 May 2009, 10:30:04 | Dibaca: 3524 kali

Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.” (Lukas 2:47)

Perayaan Paskah baru saja usai. Para peziarah yang datang ke Yerusalem bergegas pulang ke kota ataupun kampung masing-masing. Demikian pula dengan Yusuf dan Maria, orangtua jasmani Yesus. Setelah sehari perjalanan, mereka baru menyadari bahwa Yesus tidak ada bersama dengan mereka.†

Setelah 3 hari pencarian, mereka menemukan Yesus di Bait Suci. Ia tengah bertanya jawab dengan ahli-ahli agama. Awalnya, jemaat yang hadir berpikir hal itu sebagai percakapan biasa antara anak baru gede (ABG) dengan ahli-ahli Taurat. Namun, semakin menyimak percakapan mereka, orang banyak itu mulai takjub dengan pengetahuan dan kebijakan yang ditunjukkan Yesus. Dari mana Yesus yang baru gede ini mendapatkan pengetahuan yang demikian luas?†

Rumah& Sinagoge: Pusat Pengajaran
Situasi sosial, ekonomi, dan politik pada zaman Yesus terbilang amat sulit. Israel dijajah Romawi. Meski memiliki garis keturunan bangsawan Raja Daud dari garis Yusuf, orangtua Yesus juga terbilang miskin. Seandainya memiliki cukup banyak uang, tidak mudah bagi anak-anak Yahudi untuk belajar di sekolah bergengsi. Namun, hal itu tidak menghalangi anak-anak Israel belajar dan menimba pengetahuan. Bagaimana caranya?†

Sepanjang zaman Alkitab, rumah telah menjadi tempat belajar yang penting sejak semula, dan orangtua sebagai pengajarnya. Rumah dipandang sebagai tempat pertama dan paling efektif dalam proses pendidikan. Orangtua juga sebagai guru yang utama dan paling efektif bagi anak-anaknya. Tanggung jawab ini merujuk pada Kejadian 18:19. Tuhan meminta Abraham mengajar anak-anaknya dan seisi rumahnya untuk hidup menurut jalan Tuhan.†

Pentingnya tugas ini ditegaskan dalam Pentateukh (Ul. 6:7) dan Kitab Amsal. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Ams. 22:6). Taurat diajarkan sedini mungkin.

Seorang ayah punya tanggung jawab mengajarkan pengetahuan agama kepada anak-anak lewat teladan, percakapan, dan cerita.†

Dalam perkembangannya, sinagoge juga menjadi tempat pengajaran. Sistem pendidikan dasar berkembang di sini. Anak laki-laki mulai masuk sekolah dasar yang disebut bÍt has-sefer (rumah kitab) pada usia 5 tahun. Pendidikan di zaman PL tujuan utamanya adalah mempelajari dan menaati hukum Tuhan, Taurat. Tujuan kedua adalah mengajarkan aspek-aspek praktikal kehidupan sehari-hari.†

Ketika seorang anak telah berusia 12 tahun, orang Yahudi percaya bahwa pendidikannya tentang Taurat telah lengkap untuk membantu dia mengenal Hukum dan menjaganya. Ia pun disebut sebagai “Putra Taurat”. Itu sebabnya ketika usia 12 tahun Yesus berani tampil dan tanya jawab dengan ahli-ahli agama.†

Teladan Sang Guru
Sepanjang hidup-Nya Yesus tidak pernah mengenyam bangku sekolah formal. Namun, dunia menyaksikan hikmat dan bijaksana-Nya. Ia juga tidak pernah mengajar di ruang sekolah ataupun kuliah, namun ada ratusan bahkan ribuan murid-Nya yang tersebar di berbagai penjuru di Israel. Kapasitasnya sebagai pengajar tak perlu diragukan. Sebutan rabi yang melekat pada diri-Nya mengokohkan hal itu.†

Bagaimana Yesus mengajar? Yesus tidak memakai tempat dan metode tertentu. Ia mampu mengajar di mana saja dan menyesuaikan ajaran-Nya dengan kondisi di sekitarnya. Ada berbagai cara dan tempat Yesus mengajar, di antaranya:†
1. Menerangkan Kitab Suci di sinagoge
Dalam pelayanan-Nya, Yesus banyak mengajar di rumah-rumah ibadat. Salah satu momentum yang fenomenal adalah ketika Yesus membaca Kitab Nabi Yesaya di rumah ibadat di Nazaret. Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Luk. 4:16-32).†

2. Mengajar di lapangan terbuka
Setelah memanggil kedua belas murid-murid-Nya, Yesus mulai mengajar di lapangan terbuka.†
Misalnya saat Ia mengucapkan Khotbah di Bukit (Mat. 5:1-7). Pada lain kesempatan, Yesus juga menyampaikan pengajaran-Nya di tepi Pantai Genesaret (Luk. 5:1-3) dan Tiberias (Yoh. 6:1-3).†

3. Berbicara langsung
Yesus sering bicara langsung dengan murid-murid-Nya dan orang-orang tertentu. Misalnya tentang persembahan janda miskin (Mrk. 12:41-44). Dengan Nikodemus tentang kelahiran baru (Yoh. 3:1-21). Tentang hidup kekal dengan pemuda kaya (Mrk. 10:17-27).†

4. Melakukan tanya-jawab.†
Pagi-pagi benar Yesus sudah berada di Bait Allah dan mengajar umat. Tiba-tiba ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. “Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” tanya mereka dengan maksud mencobai.†
Sementara mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Yesus pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh. 8:1-11).†
Jawaban telak Yesus tersebut merupakan kisah klasik yang menggetarkan dan mengagumkan tentang hikmat-Nya. Dalam pelayanan dan pengajaran-Nya, Yesus sering menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang menjebak. Pertanyaan tentang kebangkitan, perceraian, hukum yang terutama, pajak, dsb. Semua dijawab dengan lugas dan tuntas.†

5. Memakai peraga
Suatu saat para murid bertanya tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Untuk menjawab pertanyaan ini, Yesus memanggil anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga” (Mat. 18:2-4).†

6. Memberi teladan†
Sementara tengah makan bersama, tiba-tiba Yesus berdiri dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Murid-murid keheranan, apa gerangan yang hendak dilakukan Sang Guru. Belum habis keheranan mereka, Yesus lantas menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang- Nya itu.†
Pelajaran apakah yang ingin diajarkan Yesus? Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; ...” (Yoh. 13:1-15).†

7. Menggunakan perumpamaan
Ketika bicara tentang kerajaan Allah, Ia tidak mengajak murid-murid-Nya mengunjungi istana Herodes atau Pilatus dengan segala kemegahannya. Sebaliknya, ia justru membawa murid-murid-Nya ke ladang. Yesus mengumpamakan dengan biji sesawi (Luk. 13:18-19).†
Bahkan ketika bertemu dengan anak-anak dengan segala polahnya yang alami, sementara para murid tengah gusar oleh kepolosan ulah mereka, Yesus justru menjadikan peristiwa ini sebagai contoh bagaimana sikap dan penerimaan kita terhadap kerajaan Surga!†

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya” (Luk. 18:17). Anak-anak adalah pembelajar yang alami. Sama seperti tembok-tembok gereja menjadi pembatas kesaksian hidup kristiani, demikian pula ruang-ruang kelas sering menjadi pembatas seseorang dalam belajar. Yesus Sang Guru Agung telah memberi teladan dengan mengajarkan banyak hal tentang kehidupan dengan sederhana namun mendalam. Sebagai murid Tuhan, Anda juga bisa!†

Sumber: Bahana, Mei 2009

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13