Ministry Music Center - Melayani Jual Beli Alat Musik

By: Grollus Daniel Sitanggang | Inspirasi | 31 Des 2011, 09:39:40 | Dibaca: 4420 kali

Mempertahankan eksesitensi suatu usaha, lebih sulit dibandingkan ketika merintisnya sendiri. Dengan keyakinan dan kegigihan, pasti ada jalan keluar. Peran serta Tuhan menjadi sangat vital untuk mendukung usaha di tengah persaingan bisnis yang terus meningkat.

Perkembangan industri musik terus mengalami peningkatan. Ini menyebabkan persaingan di antara agen penjualan alat-alat musik semakin tinggi. Hal ini memang sesuatu yang wajar. Namun, situasi saat ini berbeda sekali ketika Jonathan L. Sugiono (48) memulai merintis usaha penjualan alat-alat musik pada 1990.

”Awalnya saya membuka usaha alat-alat musik ini dalam bentuk jual beli. Tidak lama kemudian saya menjadi dealer alat-alat musik. Waktu itu dealer penjualan alat-alat musik di Jakarta masih sedikit, jadi persaingan antartoko pun cukup sehat,” jelas pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini.

Sebelum memulai usaha ini, Jonathan sendiri merupakan sales alat-alat musik. Inilah yang memudahkannya mengenal para distributor berbagai alat musik. Hanya dengan bermodalkan uang 5 juta rupiah, saat ini Jonathan sudah bisa men-display berbagai alat musik dari berbagai merek terkenal seperti Ibanes, Fender, Casio, Yamaha, Roland, Sonor, dan merk lainnya.

Untuk mendukung penjualan, Jonathan memulai dengan satu toko di daerah Kelapa Gading. Seiring berjalannya waktu, ia membuka toko lagi di daerah Casablanca.

Di masing-masing toko, ia menempatkan 3 karyawan. ”Walaupun ada karyawan, saya dan istrilah yang tetap memegang langsung penjualan toko. Hal ini penting untuk menciptakan kedekatan antara penjual dan konsumennya,” ujar suami Susy Amanto ini.

Berjualan di Rumah
Keberadaan toko sangat membantu pemasaran alat-alat musik. Selain bisa men-display alat musik yang kita jual, konsumen juga dapat berinteraksi langsung dengan penjual dan mencoba alat musik yang diinginkan. Pendapatan yang bisa diperoleh dalam setahun cukup lumayan. Ia bisa memperoleh untung penjualan sampai 200 juta rupiah dalam setahun. Itu diperoleh bukan saja dari hasil jual beli, tapi juga reparasi berbagai alat musik.

Di tengah menggeliatnya bisnis alat musik dan berbagai komoditi lainnya, krisis ekonomi yang terjadi pada 1998 membuat penjualan mengalami penurunan. Rendahnya daya beli terjadi karena adanya kenaikan harga alat-alat musik. Imbasnya, ia mesti menutup kedua tokonya dan pindah dengan membuka toko di bilangan Menteng dan Pusat Grosir Jatinegara.

Akan tetapi, di kedua toko itu, penjualan alat-alat musiknya tetap mengalami penurunan. Selain tempat yang kurang strategis untuk penjualan, fasilitasnya juga kurang memadai. ”Terhitung sejak 2008, saya memutuskan untuk berjualan di rumah di Jl. Bungur Besar XVII No. 25. RT 001/004, Gunung Sahari, Jakarta. Ini saya lakukan untuk mengurangi biaya sewa toko yang mengalami kenaikan setiap tahunnya dan itu tidak sebanding dengan penjualan selama setahun.”

Datang Awal, Pulang Terakhir
Di bawah bendera Ministry Music Center, Jonathan juga melayani rental alat musik untuk berbagai kegiatan. Selain resepsi pernikahan, ia menyewakan alat-alat musiknya untuk berbagai kegiatan gereja. ”Usaha ini saya kembangkan dengan campur tangan Tuhan. Jadi, sudah sepatutnya alat-alat musik yang saya miliki juga untuk kepentingan gereja,” ujarnya .

Pilihan untuk melebarkan usaha sampai rental alat-alat musik tidak lepas dari analisisnya. Ia memperkirakan bahwa perkembangan alat-alat musik di gereja akan terus mengalami peningkatan. Analisisnya terbukti benar. Sejak tahun 2000, perkembangan musik gereja di Indonesia terus mengalami peningkatan, selain alat musik, sound sistem, dan berbagai alat pendukung alat musik itu sendiri.

Jonathan yang pernah menjadi sound enginering di GBI Graha Medika dan beberapa gereja lainnya sangat peduli pada konsumen gereja. Ia tidak ingin gereja salah dalam mengalokasikan dananya terkait kebutuhan akan alat musik. Bahkan ia rela sampai turun untuk menyurvei lokasi alat musiknya akan disewakan.

”Itu adalah bentuk pelayanan saya untuk gereja. Saya juga memberikan harga khusus untuk gereja yang menyewa alat musik saya. Biasanya rental alat musik ramai ketika menjelang natal, paskah, dan kegiatan KKR. Jadilah, saya yang pertama kali datang dan pulang paling akhir. Inilah pelayanan.”

Jonathan yang merupakan jemaat JKI Injil Kerajaan, sangat menyadari keberadaan tempat penjualan yang lebih memadai. Dalam waktu dekat, ia segera membuka toko kembali di daerah Kelapa Gading. Dengan membuka toko di mal, ia akan kembali bersaing dengan berbagai agen penjualan lainnya. Ini langkah maju darinya setelah tidak memiliki toko selama 3 tahun.

Sumber: Majalah Bahana, Desember 2011

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13