Memahami Akar-akar Kekerasan

By: Go Thiam Hok | Artikel | 09 Jun 2010, 15:21:39 | Dibaca: 1767 kali

Masih ingat peristiwa 14 April 2010 lalu? Peristiwa itu merupakan catatan kelam dalam sejarah perjalanan bangsa kita. Hari itu ratusan massa yang mempersenjatai diri dengan kayu, batu, bom molotov, dan berbagai senjata tajam terlibat bentrok berdarah dengan Satpol PP di daerah Tanjung Priok. Alhasil, puluhan orang terluka dan beberapa tewas karena mengalami luka yang serius. Pemerintah memperkirakan kerugian yang dialami para pengusaha akibat peristiwa itu mencapai miliaran rupiah. Hal ini disebabkan terhambatnya arus keluar masuk truk-truk kontainer yang membawa barang-barang ekspor atau impor selama kerusuhan berlangsung.

Peristiwa kerusuhan di Tanjung Priok, sebenarnya merupakan salah satu contoh dari banyak kasus kekerasan yang kian marak di tengah masyarakat kita. Jika kita menonton televisi atau membaca media massa, kekerasan dengan berbagai variannya dapat dengan mudah ditemukan. Pelakunya pun berasal dari berbagai kelompok umur, dari anak-anak hingga orangtua, dari orang awam hingga mereka yang terpelajar. Yang paling memperihatinkan adalah fakta bahwa budaya kekerasan telah menjalar masuk hingga ke bagian-bagian sentral dari bangsa ini. Perhatikanlah kasus kekerasan yang terjadi di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) di Jatinangor pada tahun 2007 silam, hingga peristiwa saling serang dengan anak panah yang terjadi di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Baptis di Kotaraja, Abepura, pertengahan Maret lalu. Bukankah suatu keprihatinan tersendiri jika di sekolah-sekolah calon pemimpin, yang seharusnya mengandalkan otak daripada otot pun, kekerasan masih dipertontonkan?

MENURUT WHO
Badan PBB untuk kesehatan dunia (WHO) menggolongkan kekerasan menjadi dua, yaitu kekerasan fisik dan kekerasan psikologi. Kekerasan fisik adalah tindakan fisik yang dilakukan terhadap orang lain atau kelompok yang mengakibatkan luka fisik, seksual, dan psikogi. Tindakan itu antara lain berupa memukul, menendang, menampar, menikam, menembak, mendorong (paksa), dan menjepit. Sedangkan kekerasan psikologi adalah menggunakan kekuasaan secara sengaja (termasuk pemaksaan secara fisik) terhadap orang lain atau kelompok yang mengakibatkan luka fisik, mental, spiritual, moral dan pertumbuhan sosial. Tindakan kekerasan ini antara lain berupa kekerasan verbal, memarahi/penghinaan, pelecehan dan ancaman.

Seperti pepatah yang mengatakan bahwa ada api ada asap, demikian pula kekerasan bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri tanpa faktor-faktor pemicu yang mengikutinya. Dari banyaknya kasus kekerasan yang terjadi, setidaknya ada dua hasil mendasar yang menyebabkan seseorang melakukan kekerasan.

ALASAN
Pertama, lemahnya peranan keluarga. Bagaimana pun lingkungan keluarga memegang peranan besar terhadap perkembangan seseorang. Ibarat bangunan, keluarga adalah fondasinya. Sayangnya inilah faktor yang banyak diabaikan. Fakta menunjukkan anak-anak yang kerap dididik dengan kekerasan, cenderung akan menonjolkan kekerasan dalam kehidupan sosialnya. Di sisi lain, faktor kurangnya perhatian orangtua terhadap anak juga tidak dapat diabaikan. Saya sering bertemu anak-anak yang menggunakan kekerasan sebagai sarana memperoleh perhatian orangtuanya. Dalam film The New Police Story yang dibintangi Jackie Chan, Anda dapat melihat bagaimana anak-anak melakukan kekerasan hanya untuk memperoleh perhatian dari orangtuanya.

Kedua, lingkungan pergaulan yang buruk. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33). Nasihat firman Tuhan tersebut mengingatkan agar kita berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. Leon Czolgosz semula adalah seorang pemuda yang baik dari keluarga Kristen yang taat. Namun karena pergaulan yang salah, ia terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan dan pengrusakan (vandalism). Puncaknya ia menjadi pembunuh William McKinley, presiden Amerika Serikat, pada 6 September 1901.

Ketiga, tingkat toleransi yang rendah terhadap perbedaan. Tanpa mengesampingkan setiap kesamaan yang ada, pada dasarnya setiap manusia diciptakan berbeda satu sama lain. Hal itu nampak dari karakter, sikap, cara pandang, pola pikir, dan masih banyak lagi lainnya. Suka atau tidak, pahamilah bahwa Anda berbeda dengan orangtua Anda, berbeda dengan kekasih Anda, dan Anda yang sekarang pun berbeda dengan Anda semenit yang lalu. Hal ini sengaja dibuat Tuhan supaya setiap orang tidak hanya mengenal dirinya dengan baik, tetapi juga meraih pencapaian-pencapaian hidup yang lebih tinggi. Namun demikian, perbedaan bukanlah sesuatu yang mudah untuk diterima begitu saja. Dalam banyak kasus kekerasan, hal perbedaan kerap menjadi objek yang dieksploitasi. Oleh sebab itu, sikap toleransi terhadap setiap perbedaan yang mungkin timbul di lingkungan sekitar kita mutlak diperlukan. Upaya-upaya peningkatan pemahaman dan dialog harus lebih dikedepankan.

Ketika kita telah mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat memicu timbulnya kekerasan, maka sudah seharusnya kita memberikan perhatian lebih terhadapnya. Karena bagaimana pun, kekerasan dengan segala bentuknya harus dijauhkan dari kehidupan kita. Kekerasan bukanlah solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah. Jadi, beranilah untuk menolak tegas setiap kekerasan.”

Sumber: Majalah Bahana, Juni 2010

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13