By: Rob | Inspirasi | 08 Maret 2010, 15:50:47 | Dibaca: 292 kali
Membuka usaha di pedalaman yang jarang disambangi kendaraan, dengan penghasilan yang tidak signifikan? Mau? Oktavinah Mandadung (50) mau melakukannya. Mengapa?
Kini, setelah berpeluh lelah selama 20 tahun, Ramayana Inn semakin berkibar di Mamasa. Hotel bernuansa sederhana ini sudah menjadi pilihan pertama untuk menginap di kota kecil berhawa sejuk itu.
Awalnya hotel ini hanya memiliki 4 kamar. Namanya masih Mamasa Guest House. Didirikannya pun sekadar untuk menampung turis dari biro perjalanan wisata Ramayana Satrya, Makassar, Sulawesi Selatan. Biro perjalanan itu merupakan tempat Arianus Mandadung (58), suami Oktavinah bekerja sebagai tour manager. Maka tak heran jika ia kerap mengantar pelancong ke Mamasa yang kini berada di Provinsi Sulawesi Barat.
Kebutuhan Wisatawan Mamasa, kota yang baru ditingkatkan statusnya dari kecamatan menjadi kabupaten ini dikelilingi 8 mata air panas. Daerah yang masih perawan. Belum tereksploitasi. Tempat ini juga menjadi surga bagi penggemar trekking, hiking, rafting, dan mountain-biking. Bagi yang merasa shape-up dan suka outdoor activities inilah tempat yang menantang. Adrenalin Anda akan terpacu.
Melihat potensi ini, Oktavinah memberdayakan lahan milik suaminya yang asli Mamasa itu dengan membangun penginapan. Perempuan asal Toraja ini yakin, jarak tempuh dari Makasar yang begitu jauh, kurang lebih 10 jam, akan mendorong wisatawan memilih untuk menginap. Lagi pula waktu itu belum ada penginapan di Mamasa.
Untuk mendirikan hotel dan kemudian menyusul restauran serta catering, modal yang dikucurkan kurang lebih Rp. 125 juta. Angka ini termasuk Rp. 5 juta di luar areal tanah ketika penginapan kali pertama didirikan.
Restoran, catering yang kemudian bertambah dengan pengadaan ruang pertemuan dan pelatihan merupakan usaha tambahan. Tidak direncanakan sejak awal. Jasa ini lebih disebabkan permintaan konsumen. “Jadi tidak direncanakan dari awal tetapi disesuaikan dengan permintaan pasar pariwisata,” paparnya.
Meski hotel baru berdiri, wisatawan mancanegara terus bertambah. Ramayana Inn tetap menjadi hotel favorit mereka. Apa sebabnya? “Kami terbiasa menyiapkan makanan turis sesuai asal negara dan permintaannya,” tutur jemaat Gereja Toraja Mamasa ini menyingkap nilai lebihnya.
Berapa penghasilannya? “Sekitar Rp. 2 juta hingga Rp. 3 juta,” kata ibu dari 7 anak ini. Suatu angka yang tidak banyak. Tapi siapa sangka justru dari penghasilan ini anak-anaknya mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
Ketika mendirikannya, Oktavinah dan Arianus hanya dibantu satu karyawan. Tapi sekarang ia sudah mempekerjakan 5 karyawan. Jika tamu atau order bertambah ia terpaksa mencari tambahan tenaga.
Kisah Kasih di Wonogiri Jejak-jejak Kesembuhan di Hari Jadi Wonogiri ke-269
Langit di Kabupaten Wonogiri sedang tak bersahabat. Mendung, hujan, ... Selengkapnya
Remaja & Pacaran Wajarkah jika remaja Anda mulai melirik lawan jenisnya? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Sebagian orangtua ... Selengkapnya
•
Mempersulit Tuhan? “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan ... Selengkapnya
•
Jangan Terperdaya Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams. 12:5)
Seorang teman dengan penuh semangat ... Selengkapnya
•
Menghargai Kemampuan Diri Orang yang puas dengan dirinya akan menghargai kapasitasnya. Dia membangun motivasi internal untuk mendisiplin diri, ... Selengkapnya
Berjalan dalam Waktu Tuhan Ester Setiawan (43), adalah seorang staf administrasi keuangan di salah satu perusahan kontraktor di Jakarta. ... Selengkapnya
Kristen Popeye Mazmur 119:97-105Popeye The Sailor Man adalah nama serial kartun yang cukup terkenal di kalangan anak-anak. ... Selengkapnya
•
Bejana yang Diremukkan Yeremia 18:1-7Setelah berkhotbah di hadapan ratusan orang, Hokkie diminta berkhotbah di hadapan tidak lebih dari ... Selengkapnya
•
Awasilah Pikiranmu Bacaan: Filipi 4:2-9 Sebuah sistem elektronik baru untuk fungsi sensor bernama ClearPlay kini mulai diterapkan ... Selengkapnya
•
Dua Kunci Sukses Bacaan: Amsal 24:1-7Hoka-Hoka Bento, J.CO Donuts & Coffe, Lea, dan Byon adalah beberapa merk asli ... Selengkapnya
•
Everything Is Possible Bacaan: Matius 19:16-26Percayakah Anda bahwa suatu saat kelak manusia akan dapat terbang? Inilah pertanyaan yang ... Selengkapnya
•
Menghadapi Jalan Buntu Bacaan: Mazmur 25:14-22Sewaktu kecil saya sering bersepeda mengelilingi kompleks tempat tinggal saya. Meski terkadang melelahkan, ... Selengkapnya
•
Adakah Tuhan? Bacaan: Keluaran 17:1-7Sebuah situs radio internasional menyebutkan, menurut hasil penelitian yang melibatkan Vrije Universiteit di ... Selengkapnya
•
Gagal Itu Biasa Bacaan: Hakim-hakim 16:23-31Berbicara mengenai kegagalan, kita pasti tidak mau mengalaminya, tetapi harus mengalaminya jika ingin ... Selengkapnya
Ateisme Masih Menjadi Masalah Jakarta, BahanaAteisme masih merupakan masalah. Sebagai cabang aliran ini masih terus bertumbuh dan mengambangkan sayap. ... Selengkapnya
•
Yulia dan Kawan-kawannya Jakarta, Bahana
“Di akhir 2009, saya sedang mendengarkan lagu-lagu rohani. Saat itulah muncul kerinduan saya untuk ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN