By: Manati I. Zega | Hot News | 02 Maret 2010, 11:19:37 | Dibaca: 301 kali
Kekristenan bukan sekadar teologi atau teori yang kaku. Namun, kekristenan adalah praktik kehidupan. Nampaknya tak berlebihan bila kekristenan dikatakan hidup Kristus yang dijelmakan oleh para pengikut-Nya. Adakah orang melihat Kristus ketika orang lain menyaksikan hidup kita? Meminjam istilah Paulus, orang-orang Kristen bak surat terbuka. “Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”(2 Kor. 3:1-3).
TIDAK MENGHAKIMI Akan tetapi, tidak bermaksud menghakimi, kenyataannya hal di atas kurang termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak menutup mata ada juga orang-orang Kristen yang memraktikkan kehidupan kekristenannya dengan baik. Namun persentase kelompok ini hanya sedikit. Sebaliknya persentase terbesar justru ada pada golongan yang kurang mengindahkan jati dirinya sebagai murid Kristus. Ironinya lagi, di gereja kelihatan suci, namun jangan tanya dalam kehidupan sehari-hari. Terjadi dikotomi yang tajam antara yang rohani dan sekuler. Yang rohani hanya ditemui dalam tembok gereja. Sedangkan di luar tembok, ceritanya lain.
Beberapa waktu lalu, warga Indonesia dikejutkan dengan perkataan tak pantas yang dipertontonkan di ruang publik oleh anggota DPR RI. Umpatan layaknya preman tak berpendidikan ditunjukkan di ruang publik. Seharusnya tindakan rendah seperti itu tak perlu terjadi. Apalagi dilakukan oleh yang menyandang predikat kristiani.
ILUSTRATOR Bila kondisinya seperti di atas, pertanyaan mendasar apakah berbedaan orang Kristen dengan non- Kristen? Apa perbedaan antara terang dan gelap? Bukankah orang Kristen disebut sebagai anak-anak terang? Orang-orang yang secara terang-terangan menyatakan jati dirinya. Jati diri sebagai pengikut Kristus.
Di sini kita berhadapan dengan integritas. Secara sederhana integritas adalah menyatunya kata dan perbuatan. Dilihat atau tidak dilihat kita tetap konsisten pada jati diri sebagai murid Tuhan. Dinilai atau tidak, tetap konsisten pada panggilan hidup sebagai anak-anak terang— bukan anak gelap. Konsistensi pada kata dan perbuatan itulah integritas.
Orang Kristen adalah ilustrator dari Kristus yang kudus. Hidup kita ini mengilustrasikan Tuhan yang kita ikuti dan yakini. Lalu, bagaimana orang Kristen konsisten pada integritasnya sebagai anak-anak Kebenaran? Apa kiat menjaga integritas? Apa yang harus dilakukan tatkala ujian integritas datang menghampiri? Apakah ciri-ciri pribadi yang berintegritas?
Kisah Kasih di Wonogiri Jejak-jejak Kesembuhan di Hari Jadi Wonogiri ke-269
Langit di Kabupaten Wonogiri sedang tak bersahabat. Mendung, hujan, ... Selengkapnya
Remaja & Pacaran Wajarkah jika remaja Anda mulai melirik lawan jenisnya? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Sebagian orangtua ... Selengkapnya
•
Mempersulit Tuhan? “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan ... Selengkapnya
•
Jangan Terperdaya Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams. 12:5)
Seorang teman dengan penuh semangat ... Selengkapnya
•
Menghargai Kemampuan Diri Orang yang puas dengan dirinya akan menghargai kapasitasnya. Dia membangun motivasi internal untuk mendisiplin diri, ... Selengkapnya
Berjalan dalam Waktu Tuhan Ester Setiawan (43), adalah seorang staf administrasi keuangan di salah satu perusahan kontraktor di Jakarta. ... Selengkapnya
Kristen Popeye Mazmur 119:97-105Popeye The Sailor Man adalah nama serial kartun yang cukup terkenal di kalangan anak-anak. ... Selengkapnya
•
Bejana yang Diremukkan Yeremia 18:1-7Setelah berkhotbah di hadapan ratusan orang, Hokkie diminta berkhotbah di hadapan tidak lebih dari ... Selengkapnya
•
Awasilah Pikiranmu Bacaan: Filipi 4:2-9 Sebuah sistem elektronik baru untuk fungsi sensor bernama ClearPlay kini mulai diterapkan ... Selengkapnya
•
Dua Kunci Sukses Bacaan: Amsal 24:1-7Hoka-Hoka Bento, J.CO Donuts & Coffe, Lea, dan Byon adalah beberapa merk asli ... Selengkapnya
•
Everything Is Possible Bacaan: Matius 19:16-26Percayakah Anda bahwa suatu saat kelak manusia akan dapat terbang? Inilah pertanyaan yang ... Selengkapnya
•
Menghadapi Jalan Buntu Bacaan: Mazmur 25:14-22Sewaktu kecil saya sering bersepeda mengelilingi kompleks tempat tinggal saya. Meski terkadang melelahkan, ... Selengkapnya
•
Adakah Tuhan? Bacaan: Keluaran 17:1-7Sebuah situs radio internasional menyebutkan, menurut hasil penelitian yang melibatkan Vrije Universiteit di ... Selengkapnya
•
Gagal Itu Biasa Bacaan: Hakim-hakim 16:23-31Berbicara mengenai kegagalan, kita pasti tidak mau mengalaminya, tetapi harus mengalaminya jika ingin ... Selengkapnya
Ateisme Masih Menjadi Masalah Jakarta, BahanaAteisme masih merupakan masalah. Sebagai cabang aliran ini masih terus bertumbuh dan mengambangkan sayap. ... Selengkapnya
•
Yulia dan Kawan-kawannya Jakarta, Bahana
“Di akhir 2009, saya sedang mendengarkan lagu-lagu rohani. Saat itulah muncul kerinduan saya untuk ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN