Kejarlah Kekudusan

By: Manati I. Zega | Hot News | 03 Feb 2010, 08:38:34 | Dibaca: 5240 kali

Tujuan hidup manusia bukanlah kebahagiaan atau kesehatan, melainkan kekudusan. Tuhan bukanlah mesin berkat abadi bagi manusia. Dia tidak datang untuk menyelamatkan manusia karena kasihan. Dia datang untuk menyelamatkan manusia karena Dia menciptakan mereka untuk menjadi kudus. (Oswald Chambers)

SEBUAH KISAH
Seorang anak dilahirkan di tengah-tengah keluarga Kristen. Menginjak remaja, anak ini mengalami perubahan perilaku yang drastis. Perubahan drastis ke arah positif, tentu tidak jadi masalah. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Kebiasaannya pulang hingga pagi hari menggelisahkan kedua orangtuanya. Pada suatu kesempatan orangtuanya memanggil remaja tersebut. Mereka menasihatinya, memintanya agar hidup dalam kesalehan. Hidup dalam kekudusan. Terus terang sang ayah menyatakan betapa ia kecewa dengan perilaku anaknya.

Akan tetapi, apa yang terjadi? Di luar dugaan anak remaja ini menolak. Ia berpendapat hidup dalam kekudusan sudah ketinggalan zaman. Di luar sana, banyak temannya melakukan hidup bebas. Mereka melakukan seks bebas, mabuk-mabukan, merampok, dan sebagainya. Bahkan ia beragumentasi bahwa hidup dalam kekudusan sudah tidak relevan di zaman yang sudah modern. Baginya, ciri khas kehidupan modern adalah hidup dalam kebebasan. Bukan hidup dalam kekudusan.

Sesungguhnya, hidup tidak kudus telah dipraktikkan banyak orang di sepanjang sejarah. Dari sejarah kita belajar akibat negatif kehidupan yang tidak kudus. Agustinus (354—430) bisa dijadikan contoh. Anak dari pasangan Patricius dan Monika ini, belakangan kita ketahui sebagai teolog andal. Ia juga penulis dan pemikir kristiani yang brilian. Agustinus disegani pula di zamannya. Bahkan hingga kini pemikiran-pemikirannya masih relevan. Perjalanan hidupnya begitu kelam. Walau pernah dididik dalam iman kristiani oleh Monika ibunya, namun pada usia 18 tahun ia memilih jalan hidup sesat. Ia meninggalkan imannya kepada Kristus. Ia menjalani hidup yang tidak kudus secara seksual. Di luar pernikahan yang sah, Agustinus hidup bersama seorang wanita selama 12 tahun. Dari kehidupan bersama itu lahir seorang anak laki-laki bernama Deodatus.

Pada saat menjalani hidup di luar Kristus, Agustinus mengalami kehampaan hidup. Akibat dari kehampaan itu, ia menjalani kehidupan yang kacau. Memang benar kata Pascal. Dalam pergulatan imannya Pascal mengatakan dalam hati manusia terdapat titik yang kosong yang tidak dapat diisi oleh apa pun kecuali hanya oleh Penciptanya. Rupanya itulah yang dialami Agustinus. Syukurlah ia menanggapi anugerah dalam Kristus. Ia bertobat dan memulai hidup baru. Ia dikuduskan, menjadi ciptaan baru.

KONSEP DASAR
Dalam buku Personal Holiness in Times of Temptation, Dr. Bruce H. Wilkinson mengatakan bahwa konsep dasar kekudusan muncul pertama kali dalam kitab Keluaran 3:3-5. Saat itu, bangsa Israel amat menderita. Di Mesir mereka diperbudak. Perlakuan tidak manusiawi dialami umat itu. Pelanggaran HAM besar terjadi atas mereka. Namun di tengah situasi itu, Allah menampakkan diri kepada Musa yang sedang menggembalakan kambing domba Yitro, ayah mertuanya.

Sementara menggembalakan kambing domba, muncullah fenomena alam yang tidak lazim. Ada nyala api yang besar namun semak belukar itu tidak terbakar. Musa pun penasaran. Ia hendak melihat dari dekat apa yang sedang terjadi. Pada saat yang sama,

dari dalam semak duri yang menyala-nyala itu terdengarlah suara. “Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” (Kej. 3:3-5).

Dalam Perjanjian Lama (PL), kata kudus muncul pertama kali pada ayat di atas. Tentu kita akan bertanya apakah yang membuat tanah itu kudus? Kapan tanah itu dinyatakan kudus? Seandainya tanah tersebut dibawa ke laboratorium dan diperiksa strukturnya, apakah ada perbedaannya dengan tanah yang lain di sekitarnya? Ya, mungkin masih banyak deretan pertanyaan lain yang melintas di benak kita.

PEMISAHAN
Apakah arti kekudusan itu? Bila kita melihat kamus bahasa Ibrani kata kudus berarti pemisahan. Maka dapat dikatakan tanah itu disebut kudus karena Allah memisahkannya sebagai tempat yang unik untuk menyatakan diri kepada Musa. Tanah yang tidak dipilih Allah di sekitar itu, tentu tidak kudus. Hanya tempat yang dipisahkan atau dikhususkan Allah itulah yang dinyatakan kudus.

Ketika seorang imam mengkhususkan suatu barang tertentu untuk dipakai di rumah Tuhan, maka barang itu dinyatakan kudus. Apa yang membuatnya kudus? Tentu karena ia dipisahkan atau dikhususkan untuk maksud tertentu.

Dalam Alkitab Terjemahan Baru, kata dasar kudus dan semua kata yang berkaitan dengan kata itu diterjemahkan dengan beberapa istilah. Istilah-istilah dimaksud adalah dikhususkan, didedikasikan, dikonsekrasikan, disucikan, dipisahkan, kudus, atau orang kudus. Apa pun konteks kata ini, semuanya berakar dalam konsep pemisahan.

SERUAN YANG MENGGEMA
Lalu, apakah arti kata kudus dalam hidup kita di abad ini? Hidup kudus berarti hidup yang dikhususkan bagi Allah. Hidup kudus berarti hidup yang dipisahkan dari cara dunia kepada cara Allah. Hidup kudus menuntut pemisahan dari dunia untuk dipersatukan kepada Allah. Maksudnya, cara hidup yang lama, yang tidak kudus ditinggalkan, kini kita mengikuti cara-Nya yang kudus.

Bukan hanya PL yang membicarakan pentingnya kekudusan. Seruan yang sama menggema pula dalam PB. Petrus begitu keras menekankan betapa pentingnya kekudusan itu. “Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Ptr. 1:15- 16).

Karakter Allah adalah kudus. Karena itu barang siapa yang mengikuti-Nya kiranya hidup dalam kekudusan pula. Mungkinkah hal itu terjadi? Bagaimana caranya? Rasul Paulus menasihati Timotius, anak didik rohaninya. “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni” (2 Tim. 2:22). Ada dua istilah penting yang digunakan dalam ayat itu. Pertama, jauhilah. Kedua, kejarlah. Kata jauhilah mengandung pengertian pisahkan diri Anda dari. Sedangkan kejarlah berarti pisahkan diri Anda kepada.

TAK ADA TEMPAT
Menjalani hidup yang tidak kudus dampaknya selalu negatif. Bukan hanya kehilangan sukacita dan damai sejahtera di Bumi ini. Namun, ketika kehidupan di dunia ini berakhir dampaknya masih terasa. Kitab Suci mengatakan hal ini dengan sangat tegas. “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” (Why. 21:8).

Adalah sikap yang bijaksana jika orang-orang Kristen menuntut hidup dalam kekudusan. Dia memanggil kita untuk hidup kudus, bukan untuk kecemaran.

Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13