Pdt. Dr. Erastus Sabdono - Wartakan Firman Tuhan yang Murni dan Orisinil

By: Gro/Rob | Inspirasi | 11 Jan 2010, 14:58:50 | Dibaca: 15172 kali

Pelayanan yang Tuhan anugerahkan bermula dari pertobatan saya pada 1976. Saat itu saya berusia 17tahun (Lahir 1959-red).

Sebelumnya, Pdt. Dr. Erastus Sabdono (50) hidup dalam masa kegelapan. Terutama pada saat remaja. Padahal ia lahir di tengah keluarga Kristen. Pertobatan saya cukup sederhana. Terjadi setahun setelah saya pindah ke Jakarta dari Solo, Jawa Tengah. Tadinya saya masih ingin melanjutkan hidup di luar kebenaran. Namun, kenangan sebagai anak Sekolah Minggu, pada masa kecil sangat kuat.

Pada suatu hari, atas kemauan sendiri, saya datang ke Kebaktian Kebangunan Rohani. Di sana saya mengambil keputusan bertobat. Saya merasakan cinta mula-mula yang indah. Bersamaan dengan itu rasa rindu melayani begitu kuat.

Tidak lama kemudian, saya mengambil keputusan masuk Sekolah Alkitab dan mulai memberitakan Injil. Saya mulai membawa jiwa-jiwa baru ke gereja. Pada waktu itu saya berjemaat di GPIB Paulus, Jakarta Pusat.

Kemudian saya mengenal sebuah gereja kecil. Saya aktif di gereja tersebut dalam bidang musik. Menyusul kemudian di pelayanan remaja dan guru Sekolah Minggu. Dari situ saya mengenal Gereja Bethel Indonesia (GBI). Organisasi tempat saya bernaung hingga saat kini.

Panggilan Tuhan begitu kuat. Saya mengambil keputusan studi di Seminari Bethel. Melupakan cita-cita menjadi dokter yang raib. Tidak berbekas.

Saya kemudian menyelesaikan studi S1 dan melanjutkan ke jenjang S2 di program magister teologia di STT Jakarta. Dalam bidang teologia saya dianugerahi doctor honoris causa dari American Christian College.

Jenjang S3 kemudian saya lakoni di STT Baptis Indonesia (STBI) Semarang. Di tempat ini saya meraih gelar doktor teologi.

Kebenaran Orisinil
Ketika dipercaya menjadi ketua umum penginjil Indonesia (1996-1997) saya melihat harus ada perubahan dalam cara berpikir dengan menggunakan logika rohani. Logika rohani adalah pola pikir yang berbasis pada dunia yang akan datang. Tuhan berkata: “Di mana ada hartamu, di situ hatimu berada.” Ini lawan dari pola pikir yang berbasis duniawi.

Keberhasilan manusia di dunia bisa diperoleh oleh siapa saja yang bukan Kristen. Tapi orang Kristen hendaknya menggunakan keberhasilan itu untuk Tuhan. Jadi dibutuhkan kecerdasan, roh hikmat, untuk menggunakan apa yang kita miliki untuk Tuhan.

Pola pikir yang saya maksud ini berdasarkan pada Injil Kerajaan Surga. Jadi lebih pada Injil yang Tuhan ajarkan pada Perjanjian Baru. Tapi bukan berarti perkataan para nabi dalam Perjanjian Lama ditinggalkan. Perkataan mereka penting karena memuat kebenaran yang abadi.

Karya penebusan merupakan upaya Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya. Keselamatan bukan hanya soal terhindar dari neraka dan masuk surga. Itu hanya buah. Keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia pada rancangan-Nya. Jadi perlu proses panjang. “…, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia…” (1 Ptr. 1:18).

Menjadi orang Kristen bukan hanya bebas dari cengkraman iblis. Bila pikiran dan tindakan belum benar, berarti kita masih hidup dalam belenggu.

GBI Rehobot
Bagaimana saya menggembalakan GBI Rehobot? Pada tahun 1987, Tuhan mempercayakan kepada saya sebuah jemaat kecil di Perdatam, Kalibata, Jakarta Selatan. Jemaatnya berjumlah belasan orang. Tempat ibadahnya berukuran 10x5 meter. Pujian dan penyembahannya hanya diiringi gitar dan ketipung.

Orang mengenal tempat itu sebagai gereja gubuk reot. Di situlah saya belajar melayani dengan kawan-kawan.

GBI Rehobot sebenarnya bukan baru terbentuk. Sudah ada yang membentuk dan saya melanjutkannya hingga terus berkembang. Akan tetapi perkembangannya tidak terlalu cepat kerena pelayanan saya terbagi.

Salah satunya di Seminari Bethel. Saya mengabdi selama 21 tahun dan sempat menjabat sebagai rektor. Juga pernah menjadi pembicara utama di GBI Tiberias.

Banyaknya tempat pelayanan itu menyebabkan perhatian terhadap Rehobot menyusut. Dalam satu minggu saya berkhotbah hingga 8 kali. Sedangkan di Rehobot hanya satu kali. Namun jemaat menerima keberadaan tesebut. Lagi pula saya adalah seorang pengajar dan pemberita Injil.

Begitu keluar dari Tiberias, saya konsentrasi di Rehobot. Tapi tidak ada rencana untuk membuka ibadah di gedung. Saya tidak punya keberanian.

Tapi atas desakan beberapa teman akhirnya dibuka juga ibadah di gedung-gedung dan pusat keramaian. Gerakan ini kami mulai pada tahun 2000. Sekarang GBI Rehobot sudah memiliki 8 tempat ibadah yang tersebar di Jakarta.

Untuk membuka tempat ibadah, saya harus mempersiapkan pemimpin, supaya visi saya dapat sampai. Sehingga nantinya mereka bisa melayani di gereja masing-masing tanpa perlu menjadi jemaat Rehobot. Artinya, jemaat harus bisa berteologi tanpa harus melalui pendidikan teologi formal. Jadi belajar teologi itu di gereja. Karena jemaat pun memiliki tanggung jawab untuk menjala manusia hingga benar-benar percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sampai saat ini saya tidak tahu hasil pelayanan saya. Tapi yang bisa saya sampaikan adalah munculnya pelayan-pelayan baru yang handal sebagai buahnya. Rata-rata mereka berasal dari latar belakang pendidikan umum.

Enterpreuner
Secara organisasi, gereja harus dilengkapi manajemen yang bagus. Rusaknya gereja karena motif pelayanan yang tidak baik.

Jemaat yang saya gembalakan terdiri atas orang-orang yang memiliki kapasitas manajemen yang tinggi. Sedangkan yang menjadi pengajar utama adalah saya. Karena yang diajarkan harus selaras dengan apa yang saya pahami.

Terkesan otoriter memang. Tapi hak pengajar itu saya miliki karena saya merasa, percaya, dan mengakui bahwa saya adalah saksi Tuhan untuk memberitakan kebenaran di Rehobot.

Kebenaran itu saya jabarkan dari teologi yang saya pahami. Harus diakui bahwa teologi yang kita pahami bersama merupakan teologi gerak yang selalu berubah.

Saya membangun recording Sola Gracia, percetakan dan penerbitan. Termasuk juga memimpin majalah dan renungan TRUTH. Bagi saya ini adalah sarana dalam pelayanan untuk menunjang aktifitas sebagai pembicara seminar, KKR, TV, radio, penulis buku, dan mencipta serta menyanyi lagu. Yang utama adalah pengajar kebenaran Alkitab.

Usaha yang saya kembangkan berangkat dari pemikiran bahwa pendeta juga harus bisa menjadi enterpreuner. Menurut saya, ini bukan sesuatu yang buruk. Lagi pula usaha tersebut bukan milik saya keseluruhan. Saya hanya memiliki saham di dalamnya.

Ke depan saya tetap rindu mengabarkan firman Tuhan yang orisinil. Tuhan sudah memberikan kepada saya istri yang berbakti; Suharni Liberty dan dua orang anak yang luar biasa; Stephen dan Stephanie. Saya tidak bisa membalas. Hanya seluruh hidup ini saya serahkan bagi kemuliaan-Nya..

Sumber: Majalah Bahana, Januari 2010

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13