• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Berpelukan, Kok Hamil?

By: Dr. Andik Wijaya, M.Rep.Med. | Konseling | 11 Sept 2009, 09:36:35 | Dibaca: 19875 kali

Satu hal yang dinantikan dalam pernikahan adalah kehamilan. Beberapa bulan kemudian, merupakan masa penantian akan hadirnya buah hati yang Tuhan anugerahkan. Akan tetapi, bila kehamilan terjadi sebelum atau di luar pernikahan, peristiwa tersebut menjadi malapetaka yang amat mengerikan. Itulah yang menyebabkan banyak orang muda takut jika dirinya atau kekasihnya mengalami kehamilan sebelum menikah seperti yang ditanyakan Jonathan (29), Bandung, berikut ini: 

Dokter, apa wanita bisa hamil kalau kena leleran sperma pada bagian tengah celana luar si cewek? Bagaimana caranya agar waktu berpelukan dengan pacar tidak keluar sperma? Gimana cara menjaga agar tidak terjadi kehamilan?

Apa yang ditanyakan Jonathan adalah hal klasik yang sering ditanyakan orang muda secara terbuka atau sekadar pertanyaan dalam hati. Ada orang muda seperti Jonathan yang tidak memahami seksualitas secara baik, berikut jawaban saya.

Jonathan, kehamilan pada dasarnya akan terjadi bila satu sperma menyatu dengan satu sel telur di tuba fallopian seorang wanita. Dalam suatu hubungan seksual, seorang pria sehat akan mengeluarkan 400-an juta sel sperma yang akan segera bergerak melewati cairan vagina menuju rahim dan terus naik sampai di tuba fallopian, yaitu saluran penghubung indung telur dan rahim. Di tempat inilah sel telur yang dihasilkan indung telur menunggu sel sperma. Dari ratusan juta sel sperma, akan ada satu sperma yang bergerak paling cepat dan mampu menembus dinding sel telur. Saat terjadi pertemuan dan peleburan sel sperma dan sel telur, terbentuk kehidupan baru yang kemudian akan tertanam dan bertumbuh di dalam rahim. 

Seorang pria bisa mengeluarkan sperma (ejakulasi) bila ada rangsangan seksual yang intensif. Pada dasarnya rangsangan bisa melalui semua indra, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, serta perabaan/sentuhan. Semua rangsangan diproses di otak. Setelah rangsangan optimal, otak akan memberi perintah alat reproduksi pria untuk berkontraksi mengeluarkan cairan ejakulat yang mengandung jutaan sel sperma.
Bila seseorang berpelukan mesra, hampir semua indra menerima rangsangan. Karena itu, sangat mudah yang bersangkutan mengalami ejakulasi. 

Jadi, tidak ada cara lain untuk menghindari risiko terjadinya kehamilan pada masa pacaran, kecuali berpacaran kudus. Yaitu berpacaran tanpa aktivitas seksual, tanpa rangsangan fisik, seperti berpelukan, berciuman, perabaan, dan aktivitas-aktivitas erotik lainnya. Pacaran, harus dipahami sebagai masa persiapan pernikahan, bukan masa orientasi seksual. Bila berpacaran kudus, Jonathan bukan hanya akan terhindar dari perasaan takut terjadinya kehamilan, tetapi sekaligus membangun pernikahan di atas dasar yang kokoh, yaitu kekudusan hidup.
Kekudusan hidup adalah jalan menuju kehidupan yang kekal. Seperti dikatakan dalam Ibrani 12:14b “Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.”

Sumber: Majalah Bahana, September 2009

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2015
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13