Pertolongan Tuhan Selalu Nyata

By: eun | Kesaksian | 19 Aug 2009, 08:36:52 | Dibaca: 3082 kali
Bulan Agustus 2009 ini usianya genap 73 tahun. Ketika masih muda, dokter pernah memvonis pada umur 40 tahun ia akan mengalami tuli total. Puji Tuhan kalau prediksi itu tidak sepenuhnya benar, karena sampai sekarang Hadi Naunu masih bisa mendengar meski harus memakai alat bantu. Ia bersyukur dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan headset, sehingga ia masih dapat mendengar firman-Nya, baik di Kebaktian Minggu maupun di persekutuan wilayah. Bapak Naunu menjalani masa tuanya dengan sukacita meskipun tidak ada lagi anak yang mendampingi. Ia pernah memiliki seorang puteri yang cantik dan manis. Namun pada usia dua tahun anak itu meninggal dunia karena sakit. “Semua sudah diatur Tuhan. Dia punya kehendak, Dia punya rencana. Semua terjadi menurut kehendak-Nya,” kata Naunu penuh penyerahan diri dan rendah hati. Bersama istrinya, Bapak Naunu membeli tanah di Tegal Panjang, daerah Cianjur. Mereka menanami tanah itu dengan padi, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Hasil bumi ini tidak mereka nikmati sendiri, tetapi sering dibagi dengan para tetangga. Semua berjalan lancar hingga suatu hari seseorang dari Jakarta datang dan mengaku sebagai pemilik sah. Ternyata temannya yang dulu menjual tanah itu hanya anak buah sang tuan tanah, yang mengaku-ngaku sebagai miliknya. Akhirnya persoalan itu pun dibawa ke persidangan. Para tetangga membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Ditipu teman memang menyakitkan, tetapi bapak Naunu akhirnya tetap harus merelakan tanah yang dibelinya dengan harga mahal itu. Ia dan istrinya, tidak mau di masa tuanya ribut masalah tanah dengan siapa pun. Kehidupan yang dekat dengan Tuhan membuat mereka tidak terlalu khawatir akan kehidupannya. Benar saja. Tidak lama kemudian mereka berhasil membeli sebidang tanah untuk dikelola dan didirikan rumah. Memang tidak seluas yang dulu, tetapi tanah di pinggiran sungai ini sah dibeli dari sang pemilik yang sah. Mereka pun kembali menjalani hari-harinya dengan tentram. Meski saat ini usianya beranjak senja, tetapi kesehatan dan semangat Bapak Naunu masih terlihat nyata. Ia masih bekerja mengolah tanahnya. Sedangkan sang istri yang setia mendampinginya mengalami pembengkakan kaki, sehingga sulit berjalan, tetap mendukungnya melalui doa. Dalam segala keadaan yang dialami, mereka tetap berpegang pada janji-janji Tuhan. Bagi mereka, kehidupan adalah suatu karunia yang luar biasa. Kalau Tuhan mengizinkan mereka ada di dunia ini, itu berarti Tuhan yang akan menghidupi dan memelihara serta bertanggung jawab penuh atas kehidupan mereka. Bagaimanapun keadaan mereka, Tuhan senantiasa campur tangan. Tidak pernah Dia melalaikan dan meninggalkan mereka barang sedetik pun. Itu sebabnya keluarga Bapak Naunu mengimani janji firman Tuhan dalam Ibrani 13:5, ”Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Karena pemeliharaan dan penyertaan Tuhan yang demikian nyata, mereka berdua senantiasa bersyukur. Ungkapan syukur itu mereka nyatakan dengan selalu menyediakan waktu untuk beribadah di hari Minggu di GKI Cianjur. Bapak Naunu masih kuat pergi gereja dengan naik angkutan. Sedangkan sang istri jarang ke gereja mengingat kondisi tubuhnya yang lemah. Meski pendengaran telah berkurang, tetapi Hadi Naunu setia untuk membaca Alkitab juga buku-buku rohani yang membantu menguatkan imannya. Hidup adalah untuk menjadi berkat. Walau tidak memiliki anak kandung, pasangan ini tetap bersyukur. Pasalnya kini mereka memiliki seorang anak angkat yang bekerja dan berdomisili di Bandung. Terlebih perhatian dari saudara-saudara seiman selalu berlimpah. Masa lansia merupakan masa yang membutuhkan pendampingan. Bersyukur juga karena Tuhan memberi tetangga-tetangga yang baik, yang sering menolong. Kehidupan sosial yang akrab menjadikan keluarga ini tidak pernah merasa sendirian. Tuhan selalu campur tangan dalam setiap segi kehidupan keluarga ini. Sumber: Renungan Pagi, Agustus 2009
diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13