By: ina | Misi Gereja | 11 Agustus 2009, 11:00:16 | Dibaca: 1021 kali
Setidaknya ada dua tugas yang harus dikerjakan gereja kepada negara. Gereja dipanggil untuk mendoakan penguasa (1 Tim. 2:1). Namun bukan berarti gereja harus “menyembah” penguasa melainkan menyembah Allah. Jika sembah yang patut diberikan kepada-Nya diberikan kepada penguasa, maka gereja telah memberhalakan penguasa. Doa yang dipanjatkan kepada penguasa adalah supaya Tuhan mengaruniakan hikmat dan pengertian dalam mengelola negara dan supaya Tuhan mempertobatkan penguasa jika ia melalaikan kewajibannya dan tidak menaati perintah-Nya. Sebab, sesungguhnya kekuasaan yang dimiliki penguasa berasal dari Tuhan (Yoh. 19:11). Karena itu, melalui doa kita, biarlah Tuhan sendiri yang menegurnya.
Gereja juga dipanggil untuk memperingatkan penguasa jika ia menyalahgunakan kekuasaan. Seperti para nabi memperingatkan penguasa, demikian juga tugas gereja. Misal, ketika Natan memperingatkan perselingkuhan Daud, dengan rendah hati, Daud bertobat (2 Sam. 12:1-15, Mzm. 51). Ketika Yohanes menegur perselingkuhan Herodes, bukan pertobatan yang terjadi melainkan kepala Yohanes yang dipenggal (Mrk. 6:16-19). Dengan kedua peristiwa itu, ketika memperingatkan, gereja harus menghadapi dua tipe penguasa yang berbeda, yaitu rendah hati dan tegar tengkuk. Jika menghadapi penguasa yang tegar tengkuk, gereja harus berani mengambil risiko seperti Yohanes, yaitu dipenjarakan. Hanya saja, nyali Yohanes menjadi kendor karena ketika ia mempertanyakan kemesiasan Yesus (Mat. 11:2-3). Sikap gereja jangan seperti itu!
Dalam Pilpres 2009 ini, siapa pun Presiden yang terpilih, dua tugas gereja ini harus dipegang teguh. Kita harus mendoakan dan memperingatkannya. Hanya saja tugas kedua lebih berat karena lebih berisiko daripada tugas pertama. Meski demikian, apa pun risikonya harus kita hadapi sama seperti ketika Natan dan Yohanes menghadapi para penguasa.
Kemerdekaan Finansial Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau ... Selengkapnya
Remaja & Pacaran Wajarkah jika remaja Anda mulai melirik lawan jenisnya? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Sebagian orangtua ... Selengkapnya
•
Mempersulit Tuhan? “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan ... Selengkapnya
•
Jangan Terperdaya Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams. 12:5)
Seorang teman dengan penuh semangat ... Selengkapnya
•
Menghargai Kemampuan Diri Orang yang puas dengan dirinya akan menghargai kapasitasnya. Dia membangun motivasi internal untuk mendisiplin diri, ... Selengkapnya
Dapat Bonus Mukjizat Nama saya Ibu Lena (56). Saya sudah lama sakit Jantung. menurut dokter, jantung saya kurang ... Selengkapnya
•
Kiamat – Pseudoscience Bacaan: Matius 24:37-44Masyarakat tidak perlu terpancing dengan isu kiamat 2012. Sebab, berdasarkan kajian ilmiah, isu ... Selengkapnya
•
Tetap Rendah Hati Bacaan: Mikha 6:1-8Bill Farmer, Dubes Australia untuk Indonesia ternyata memiliki prinsip hidup sederhana yang tidak ... Selengkapnya
•
Salah Jatuh Cinta Bacaan 1 Timotius 6:3-10Jatuh cinta memang menyenangkan. Tiap saat ingin bertemu dengan pujaan hatinya. Hal ... Selengkapnya
•
Jangan Lupakan Kaum Lemah Bacaan: Imamat 19:9-22Masih ingat cerita tentang Koin untuk Prita Mulyasari? Sejak mulai hingga proses pengumpulan, ... Selengkapnya
Musuh dalam Selimut Bacaan: Yosua 7:1-26Engkong atau kakek saya berasal dari daratan Cina yang datang ke Surabaya untuk ... Selengkapnya
•
Sumber Pengetahuan Sejati Bacaan: Kejadian 3:1-7Masih banyak masyarakat yang tidak tahu manfaat dan kegunaan tanaman obat keluarga (Toga) ... Selengkapnya
•
Cakap Membaca Zaman Bacaan: Markus 13:24-32Mulyono yang berprofesi sebagai nelayan memutuskan tidak melaut untuk sementara waktu. Ia memilih ... Selengkapnya
Menjadi Kesayangan Bapa Jakarta, BahanaPuisi merupakan curahan isi hati. Melalui puisi, Imelda Purnama merangkainya kembali menjadi lagu penyembahan. ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN