Input your search keywords and press Enter.

SUKSES ITU SEDERHANA

 

Sukses itu sebenarnya sederhana ketika kita mampu menjalani kehidupan ini dengan rasa syukur

 
Imanuel Kristo

Dalam banyak kesempatan, “sukses” selalu dikaitkan dengan jabatan. Orang
yang dianggap sukses adalah mereka yang memiliki jabatan yang tampak terhormat. Sukses juga acap kali dihubungkan dengan kendaraan mewah yang dapat kita pakai dan mengantar kita ke mana-mana sehingga kita tampak begitu
bergengsi di hadapan sesama kita. Sukses juga acap kali dihubungkan
dengan aksesori yang kita kenakan: jam tangan eksklusif, gadget yang kita tenteng ke mana-mana serta pakaian mahal yang bermerek.

Sukses juga acap kali dikaitkan dengan keputusan untuk pensiun muda dan kemudian menjadi pengusaha dengan rumah yang besar, kolam renang mewah, jet pribadi, istri cantik, dan menjadi anggota klub-klub eksklusif sebagai sosialita kelompok jetset. Lalu, bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki hal itu? Dapatkah mereka dikategorikan sebagai pribadi yang tidak sukses? Sesungguhnya sukses yang sejati adalah ketika kita mampu menjalani hidup ini dengan penuh rasa syukur. Dengan cara itulah sukses menjadi bagian dari hidup kita. Sukses itu terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Sukses tidak ada hubungannya dengan kepemilikan dan kekayaan. Sukses adalah diri kita sendiri. Kesuksesan terbesar ada pada diri kita. Bukankah diri kita tercipta dari pertarungan jutaan sperma yang akhirnya akan membuahi satu ovum. Itulah sukses pertama kita yang diikuti oleh sukses-sukses lainnya.

Kalau toh studi yang kita jalani tidak memberikan penambahan gelar formal di depan dan di belakang nama kita. Itu bukanlah kegagalan. Sukses pertama-tama tidak ditentukan oleh gelar dan pendidikan formal kita. Ingat, keberhasilan kita bukan karena kita memiliki kartu yang baik untuk dimainkan, melainkan kita memainkan dengan baik kartu-kartu kita.

Hal yang tidak boleh kita abaikan adalah sekarang ini setiap menit ada sekitar sepuluh siswa yang mengalami putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya sekolah.

Mungkin pekerjaan kita tidak seperti pekerjaan orang lain yang tampak hebat. Kita tidak memakai dasi dan jas setiap hari, ruangan kerja kita juga bukanlah ruang kerja yang nyaman dengan pendingin udara dan perlengkapan elektronik yang canggih. Namun, cobalah perhatikan, pada saat yang sama ada sekitar 46
juta orang yang sekarang ini menjadi pengangguran.

Mungkin sarapan, makan siang, dan makan malam kita tidak sekelas makanan di hotel-hotel berbintang. Namun yang pasti, kita tetap masih bisa menikmati makan tiga kali sehari. Pada kenyataannya, saat ini ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulan. Kendaraan yang kita miliki mungkin juga bukan ferrari
atau Lamborghini. Namun, semua itu bukanlah ukuran kesuksesan. Sukses itu sederhana karena sukses sangat dekat dengan diri kita. Ketika kita mampu mengisi kehidupan dan hari-hari kita dengan banyak hal yang mendatangkan rasa syukur serta berdampak menghadirkan berkah secara nyata, saat itu jugalah kita menjadi pribadi yang sukses. Sebuah ungkapan mengatakan, “People don’t care how much you know, until they know how much you care.” Seberapa besar kepedulian kita bagi sekitar kita akan menentukan seberapa besar kesuksesan yang dapat kita raih dalam kehidupan kita.

Pribadi yang sukses adalah mereka yang mampu mempraktikkan prinsip “walk the talk”, yaitu mereka yang mampu menghidupi apa yang dikatakannya. John C. Maxwell mengatakan hal yang serupa dengan menyebutnya sebagai “My words
and my deeds match up”
(kata dan perbuatan menyatu).

Kesuksesan itu sederhana, selalu dapat kita cipta dengan mudah sejauh niat dan
kemauan itu ada dalam diri kita. Selamat menciptakan kesuksesan dalam setiap hari yang kita jalani. Selamat menciptakan kesuksesan, memeliharanya dalam hidup kita, dan menciptakannya kembali sesering kita mampu. Redaksi

Leave a Reply