Input your search keywords and press Enter.

KAPAL

    Wisdom
    Prof. Roy Sembel, Ph.D.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, menaruh harapannya pada TUHAN!”
(Yeremia 17:7)

Kecelakaan kapal pesiar mewah Costa Concordia menghebohkan dunia. Kapal yang sedemikian mewah dan besar, mengangkut sekitar 4.200 penumpang, ternyata bisa karam. Kecelakaan ini membuat banyak orang mengangkat kembali memori kilas balik kapal Titanic, kapal besar yang dianggap tak mungkin karam. Kecelakaan kapal bukan hanya terjadi di luar negeri. Dalam negeri pun kita ingat tragedi kecelakaan kapal, seperti kapal Tampomas, kapal feri di Selat Sunda, dan lain-lain.

Cerita tentang kapal dan kecelakaan seputar kapal laut merupakan kisah yang menarik bagi banyak orang di antara kisah tersebut bahkan diangkat ke layar lebar, dengan tambahan bumbu roman yang mencekam. Cerita bertema kapal juga banyak kita temui di Alkitab.

Cerita pertama tentang kapal yang terkenal di Alkitab adalah Nuh. Bahtera yang dibuat berpuluh-puluh tahun oleh Nuh dan keluarganya itu mampu menampung setiap pasang dari binatang di darat. Kapal ini menyelamatkan spesies manusia dan binatang dari kebinasaan akibat banjir besar setelah hujan 40 hari 40 malam. Penyelamatan ini terjadi karena Nuh taat melaksanakan perintah Tuhan.

Masih di Perjanjian Lama, ada lagi kisah terkenal tentang Yunus. Yunus menerima perintah Tuhan untuk pergi ke Niniwe. Alih-alih mendengarkan perintah Tuhan,
Yunus naik kapal dari Yafo menuju Tarsis (Yun. 1:3). Di tengah perjalanan, kapal tersebut terjebak dalam badai besar dan hampir tenggelam. Untunglah Yunus bertobat dan mengakui kesalahannya serta bersedia dihukum dengan dicampakkan ke laut. Tuhan memberi kesempatan kedua kepada Yunus dengan mengirim bantuan berupa ikan besar yang membawa Yunus ke pinggir pantai dekat Niniwe. Singkat cerita, akhirnya Yunus selamat karena bertobat dan menjalankan kehendak Tuhan.

Di Perjanjian Baru, juga ada cerita kapal karam dan lokasinya juga di laut Mediterania, laut yang sama seperti tempat karamnya kapal Costa Concordia. Kapal tersebut mengangkut Rasul Paulus dalam perjalanan ke Italia. Sebenarnya Rasul Paulus, yang telah mendapat wahyu dari Tuhan, sudah memperingatkan bahwa kalau perjalanan dilanjutkan, akan terjadi
bahaya besar. Kendati begitu, perwira yang mengawal Paulus lebih percaya pada nakhoda kapal dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan (Kis. 27:10-11). Akhirnya, meski kapal itu karam, penumpang kapal tetap selamat karena ada Rasul Paulus yang menjalankan perintah Tuhan
(Kis. 27:44).

Dari ketiga cerita tentang kapal di Alkitab tersebut ada dua pelajaran penting yang bisa kita ambil. Pertama, orang yang tidak taat perintah Tuhan dan mengandalkan manusia atau kekuatannya sendiri akan menerima akibat buruk. Kedua, orang yang taat kepada perintah Tuhan akan dilindungi dan diberkati (Yer. 17:5-8).
Di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu, kita dihadapkan pada dua pilihan: bersandar kepada Tuhan atau manusia/kekuatan sendiri. Alkitab telah memberikan resepnya: “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yer. 17:7). Pilihan di tangan Anda.
Salam WISDOM!

Leave a Reply