Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

SUAMI KECANDUAN PORNOGRAFI

Shalom Dokter Andik,

saya punya pergumulan mengenai suami saya. Sejak masih muda, ia sudah terbiasa menonton blue film. Ia sudah kecanduan. Sekarang saya sedang hamil, usia kehamilan 7 bulan. Dalam kondisi demikian, ia makin “gila” menonton blue film. Suatu hari saya mengingatkannya, tetapi ia sangat marah. Piring-piring beterbangan semua. Saya susah sekali. Tolong Pak, bagaimana saya bersikap terhadap suami saya? Apakah, hal ini tidak memicu perselingkuhan bagi suami saya? Mohon saran. Saya sangat membutuhkan.

(NN, Jakarta)

Shalom Ibu NN.

Banyak orang yang tidak memahami betapa besar kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh pornografi. Pornografi bisa berpengaruh pada 4 aspek kehidupan seseorang.

Pertama, aspek fisik. Pornografi berpengaruh pada kimiawi otak sehingga bisa menimbulkan ketergantungan seperti seseorang yang disuntik dengan cocain.

Kedua, aspek psikologis. Dalam kaitan dengan pornografi, aspek psikologis dan aspek fisik sebenarnya tidak bisa dipisahkan. Ketika terjadi perubahan kimiawi otak, orang yang bersangkutan tidak hanya berpotensi menjadi kecanduan terhadap pornografi, tetapi juga bisa terdorong untuk melakukan tindakan seksual, akibat dan atau meniru adegan porno yang dilihatnya. Tindakan seksual ini mulai dari hal yang dilakukan sendiri yaitu masturbasi, sampai kepada hubungan seksual diluar pernikahan, seperti perselingkuhan, pelacuran, bahkan perilaku seksual yang lebih buruk seperti hubungan seksual sejenis.

Ketiga, aspek sosial. Mereka yang mengalami kecanduan pornografi, merusak kehidupan sosialnya, dan sekaligus menjadi ancaman bagi komunitas sosialnya. Mereka yang kecanduan pornografi akan gagal memenuhi tanggung jawab akademis dan pekerjaan. Mereka akan rentan drop-out dari sekolah dan kehilangan pekerjaan karena prestasi kerja yang buruk. Disamping itu, mereka berpotensi menjadi sexual predator (pelaku kejahatan seksual) bagi orang-orang lemah di sekitarnya, mulai dari tindakan pelecehan sampai pemerkosaan.

Keempat, aspek rohani. Mereka yang terlibat dalam pornografi disebut sebagai orang yang berzina. Tuhan Yesus berkata: “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Matius 5:28). Orang yang terikat dengan pornografi, bisa mengalami kemerdekaan jika mereka mengalami Tuhan Yesus Kristus dalam hidup pribadi mereka. Firman Tuhan berkata, “Jadi apabila Anak itu
memerdekakan kamu, kamupun benarbenar merdeka” (Yohanes 8:36).

Setidaknya ada tiga hal yang bisa Ibu lakukan untuk menolong suami Ibu.

Pertama, berdoalah untuk meminta belas-kasihan Tuhan atas suami Ibu. Sementara ibu melakukan hal tersebut, mintalah hikmat dan kekuatan agar Ibu bisa menyatakan kehidupan benar yang bisa berpengaruh pada suami Ibu, sebagaimana diajarkan oleh firman Tuhan. “Demikian juga kamu, hai isteriisteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya” (1 Petrus 3:1).

Kedua, mintalah hikmat Tuhan agar suami ibu bisa bertemu dengan pria-pria yang hidup kudus dan benar di hadapan Tuhan sebab komunitas yang baik akan berpengaruh positif. Sebagai langkah nyata, jika ada kegiatan kerohanian yang dikhususkan untuk pria, doronglah
suami untuk mengikutinya. Sebab, Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Amsal 27:17). Di samping itu, ibu bisa menceritakan situasi ini kepada gembala gereja di mana ibu tertanam. Gembala bisa ikut memikirkan untuk secara proaktif, ada komunitas pria
yang bisa mendekati suami ibu.

Ketiga, berdoalah agar ada kesempatan untuk mengajak suami Ibu menghadiri seminar atau kebaktian keluarga yang baik, di mana kuasa kebenaran dinyatakan dengan jelas. Jangan menyerah, Tuhan sanggup mengubah suami Ibu NN.

 

Dr. Andik Wijaya, M.Rep.Med. Seksolog

Leave a Reply