Input your search keywords and press Enter.

Pemanis buatan malah bisa bikin gemuk dan Diabetes!

Wah… ini juga ada benarnya! Jadi jangan mengira karena diiklankan sebagai “non kalori” lantas dipakai untuk program pengurusan badan atau dipakai oleh penyandang diabetes.

Non kalori, memang ya, tapi itu terjadinya in-vitro (di dalam laboratorium).Di dalam tubuh (in-vivo) ceritanya lain lagi.

Dalam sistem pencernaan kita ada 2 macam bakteri “baik” yang pertama dari kelompok Bacteroidetes, yang kedua dari kelompok Firmicutes. Firmicutes adalah bakteri yang membantu sistem pencernaan usus bekerja sangat efisien, sehingga kalori seberapa kecilnyapun akan langsung diubah menjadi simpanan lemak. Pada kaum lansia, keberadaan Firmicutes lebih banyak, karena lansia diduga punya sistem pencernaan yang sudah kurang efektif. Karena itu ada ungkapan “setelah lansia, makan sedikit saja langsung jadi gemuk” adalah atas “jasa” para Firmicutes ini.

Catatan: beberapa insan secara genetis memiliki kemampuan menyimpan Firmicutes lebih banyak; mereka tergolong insan yang “makan sedikit saja sudah jadi gemuk” dan itu “dari sono-nya”.

Kelompok Bacteriodetes sebaliknya, membatasi efektivitas pencernaan dengan mengeluarkan hormon leptin, yang membatasi nafsu makan.

Nah, pada percobaan dengan pemanis buatan, yang sudah dilakukan adalah terhadap saccharin, aspartam dan sucralose, ternyata pemanis buatan menyebabkan Firmicutes berkembang cepat dan mengalahkan Bacteroidetes. Akibatnya tubuh cenderung menjadi gemuk, dan karena proses itu membutuhkan insulin, maka pabrik insulin (sel beta pankreas) akan dipacu sehingga lama-lama bisa menyebabkan diabetes karena pabrik itu kelelahan.

Jadi, pemanis buatan akan mendorong individu mengalami intoleransi terhadap glukosa, yang akan membentuk jadi diabetes.

 

 

* Penulis berkarya di RS Emanuel Klampok

Leave a Reply