Input your search keywords and press Enter.

MUSIBAH PENSIUN DINI?

Solusi Keuangan

Eko Endarto

Shalom, Pak Eko di BAHANA.

Saat ini saya berusia 45 tahun dan dengan berat hati saya harus sedikit curhat bahwa kondisi pekerjaan saya sedang tidak baik. Setelah bekerja hampir 25 tahun di perusahaan, akhirnya saya harus melepas status karyawan karena program pengurangan karyawan. Saya bingung apakah ini benar jalan yang diberikan Tuhan? Apakah ada kebaikan dari program ini?

George di Riau         

Jawaban:

Shalom, Bapak George di Riau.

Saya ikut prihatin dengan kondisi Anda. Memang suatu perubahan yang terjadi tidak selalu bisa kita terima sebagai perubahan yang menyenangkan, apalagi bila perubahan itu harus mengubah sesuatu yang sudah puluhan tahun kita lakukan.

Program pengurangan karyawan oleh perusahaan memang seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi akan membuat kita mendapatkan tambahan aset karena adanya pesangon, tetapi di sisi lain membuat kita kehilangan sumber penghasilan. Nah, di sini masalahnya. Sering kita merasa bahwa sumber penghasilan yang kita sudah miliki sebagai satu-satunya sumber yang menjadi hak kita, sehingga tidak boleh ada apa pun yang mengganggu. Kita kadang lupa bahwa itu adalah sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita untuk bersaksi di tempat kerja tadi. Ketika Tuhan memutuskan bahwa kita harus berganti tempat untuk berkarya, seharusnya Pak George bangga karena Tuhan menilai pekerjaan kita di tempat lama telah berhasil diselesaikan dan Tuhan menghendaki kita berkarya dan bersaksi di tempat lain.

Walau memang sering kali cara yang dipilih-Nya untuk tugas baru berbeda-beda. Ingat mengenai kisah Paulus kan ya, saat bagaimana ia diubah Tuhan untuk berkarya di profesi barunya? Tuhan memberikan musibah sebelum berkah.

Nah, Pak George, saran saya yang pertama adalah jangan memandang kejadian pensiun dini sebagai musibah. Pandang sebagai keberhasilan dan tambahan kepercayaan Tuhan bagi Anda di tempat yang baru.

Kedua, menurut saya, Anda harus bersyukur karena Anda pensiun dini pada usia yang masih produktif. Jadi, sangat bisa jadi Anda akan mendapatkan pekerjaan baru. Kalaupun tidak, Anda bisa menjadi wirausaha. Saatnya sangat tepat karena Anda memasuki usia matang.

Ingatlah, usaha membutuhkan proses. Jadi, dengan Anda memulai lebih dulu, kesempatan berhasil lebih besar. Bayangkan dengan teman-teman Anda yang baru akan mulai pada usia 55 saat mereka pensiun, pasti lebih berat.

Sumber: Smart-money.co

Satu lagi, dengan memulai hal baru saat ini, relasi Anda juga pasti sudah matang. Artinya, relasi Anda adalah orang-orang yang sudah punya posisi sehingga mudah bagi Anda untuk mengembangkan diri. Bayangkan pula bila Anda baru membuka usaha saat usia 55 dan rekan-rekan relasi Anda pada usia yang juga pensiun dan mereka sedang mencari kegiatan baru juga.

Nah, Pak George, syukuri saja dulu kondisi Anda saat ini, hitung kembali potensi-potensi yang Anda miliki dan jadikan itu sebagai kekuatan. Masalah penghasilan, yakinlah Tuhan tidak akan meninggalkan umat-Nya ketika kita berusaha. Burung tetap hidup walau tidak jadi karyawan. Namun, yang pasti burung melaksanakan tugas hariannya, yaitu bekerja.

 

Leave a Reply