Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

MENGUMPULKAN

Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya
dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20)

Seorang teman menceritakan dengan bangga bahwa ia memiliki koleksi mobil antik paling lengkap dibanding teman-teman komunitasnya. Mendapatkan mobil antik ini tidak mudah dan penuh dengan perjuangan berat. Namun, ketika berhasil mengumpulkan koleksinya, ada kebanggaan tersendiri. Semua waktu luangnya dipakai untuk hunting atau mengurusi mobil antik koleksinya.

Ketika saya tanyakan, ”Apa tidak lelah melakukan semua aktivitas ini?” Dengan jujur ia mengatakan bahwa ia memang capek. Cuma, ia melakukan ini karena tidak memiliki kegiatan lain yang bisa dilakukan selain mengumpulkan mobil antik. Ia lebih menikmati proses mengumpulkan daripada melihat hasil yang ia kumpulkan.

Saya menjadi teringat dengan ayat yang menyatakan bahwa manusia memang suka “mengumpulkan” sesuatu. Manusia memiliki sifat alami untuk mengumpulkan sesuatu. Tuhan tidak pernah menghalangi Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan
pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20) keinginan untuk mengumpulkan, tetapi Tuhan menunjukkan apa yang harus dikumpulkan supaya manusia
bisa hidup maksimal.

Proses mengumpulkan tidak pernah salah, yang bisa salah adalah apa yang kita kumpulkan.
Banyak orang berpikir bahwa yang harus dikumpulkan adalah uang/aset untuk bisa mendapatkan kebahagiaan. Walaupun banyak buku atau bahkan firman Tuhan menyatakan bahwa memiliki kekayaan tidak langsung berarti memiliki kebahagiaan, tetapi banyak orang tetap ingin mengumpulkan uang. Zig Ziglar dengan sangat bijaksana menyatakan: “Money won’t make you happy… but everybody wants to find out for themselves.” (Uang tidak akan membuat Anda bahagia… tetapi semua orang ingin menemukan sendiri kebenaran ini.)

Banyak orang terus mengumpulkan uang sampai mereka menemukan sendiri bahwa uang ternyata tidak membuat mereka bahagia. Setelah mereka mengorbankan waktu dan sumber daya lainnya, baru mereka menyadari bahwa memiliki uang ternyata tidak bisa menghasilkan
kebahagiaan. Ayat di atas menyatakan bahwa yang penting bukanlah mencari uang tetapi
mengumpulkan harta di surga yang menyebabkan orang akan menjadi bahagia.

Uang bukanlah tujuan utama. Uang adalah alat untuk bisa mengumpulkan harta di surga.
Jadi, mencari uang tidaklah salah jika tujuan utamanya adalah mengumpulkan harta di surga, yaitu memberkati orang lain dan membiayai pekerjaan Tuhan di muka bumi. Ketika berinvestasi, tujuan utama kita bukanlah menjadi tambah kaya, tetapi membuat kita memiliki kemampuan untuk memberkati lebih banyak orang atau lebih banyak membiayai pekerjaan Tuhan di muka bumi.

Beberapa orang kurang tepat memahami ayat di atas dengan kurang tepat. Mereka berpikir bahwa kita harus memberikan semua uang kita untuk orang lain atau membiayai pekerjaan Tuhan. Jadi, tidak perlu menabung atau berinvestasi. Padahal yang dimaksudkan ayat ini
tidaklah demikian. Menabung dan investasi itu harus tetap dilakukan. Namun, tujuan utamanya bukanlah memperkaya diri tetapi membuat kita bisa lebih banyak memberkati
orang lain dan pekerjaan Tuhan. Yang penting adalah tujuan kitam mengumpulkan uang.

Saya sangat setuju dengan pendapat, ini, whoever said money can’t buy happiness simply didn’t know where to go shopping (Anonim). Artinya, siapa pun yang mengatakan bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan menunjukkan bahwa mereka tidak tahu di mana harus
berbelanja.

 

Benny Santoso, M.Com. CFP® Financial Planner, Direktur PlusPartner® Consulting, Penulis buku All about Money

Leave a Reply