Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Hidup yang Utuh dan Bugar

We can fix your car, but only Jesus who can fix your heart.”
Kami dapat memperbaiki mobil Anda tetapi hanya Yesus yang dapat memperbaiki hati Anda. Papan reklame yang berukuran cukup besar dengan tulisan yang seperti itu terpampang di sebuah bengkel mobil tak jauh dari
tempat saya dan keluarga tinggal waktu bersekolah di Dallas, Texas, sekian tahun yang lampau.

Memang, Texas merupakan bagian dari wilayah yang biasa disebut sebagai Bible Belt atau Sabuk Alkitab di Amerika. Sebutan ini diberikan sebab di daerah tersebut pengaruh tata nilai Kristen Injili konservatif di dalam budaya masyarakat sangatlah terasa. Sebagai contoh, acara rodeo, yaitu acara pertunjukan ketangkasan menunggang sapi liar, di wilayah tersebut akan selalu diawali dengan doa bersama. Padahal rodeo adalah pertunjukan umum dan sama sekali bukan acara gereja. Sehingga tak heran bengkel mobil pun dihiasi dengan tulisan yang mempromosikan Yesus seperti tadi.

Saya pikir tulisan tersebut mengandung kebenaran teologis yang sangat mendasar. “We can fix your car, but only Jesus who can fix your heart.” Kalimat ini mengandung pengertian bahwa kalaupun mobil Anda dalam keadaan beres, belum tentu hati Anda pasti beres. Pekerjaan Anda dalam kondisi yang beres, belum tentu rumah tangga Anda pasti beres. Kesehatan jasmani Anda beres, belum tentu kesehatan rohani Anda pasti juga beres.

Itu sebabnya semboyan yang dahulu sering kita dengar, mens sana in corpore sano, yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, nampaknya tidak dapat dikatakan sepenuhnya benar. Dalam kenyataan, tidak sedikit olahragawan, yang walaupun bertubuh sehat karena yang bersangkutan adalah atlet yang sangat terkenal, hidup dalam kehidupan yang porak-poranda. Skandal rumah tangga, kecanduan obat bius, dan keterlibatan dalam tindakantindakan kriminal mewarnai kehidupan berbagai atlet top dunia. Semua itu menunjukkan bahwa seseorang yang sehat jasmaninya tidak dengan sendirinya pasti memiliki kehidupan
yang bugar.

Hal ini bukan berarti bahwa kesehatan jasmani tidaklah penting. Tentu semua kita memerlukan jasmani yang sehat sebab hanya dengan demikian kita dapat bekerja dengan baik. Namun, kita juga memahami bahwa untuk mencapai produktivitas yang tinggi, kesehatan jasmani saja tidaklah cukup. Ia perlu disertai dengan kesehatan rohaniah. Artinya, di samping tubuh jasmaniah yang sehat, diperlukan juga kehidupan rohaniah yang bugar. Bila seseorang hidup dalam kebugaran yang terpadu, yaitu terpadu antara kebugaran secara jasmaniah dan rohaniah, barulah yang bersangkutan akan hidup secara produktif.

Di sinilah pentingnya pengorbanan Kristus sampai mati di kayu salib. Pengorbanan-Nya ini merupakan jalan masuk ke dalam pemulihan relasi dengan Tuhan. Sebab hanya jika relasi dengan Tuhan telah dipulihkan, manusia dapat mengalami kehidupan rohani yang bugar. Di sinilah pentingnya kebangkitan-Nya dari kematian. Sebab bila Ia mati dan tidak bangkit kembali berarti Ia hanyalah seorang manusia biasa yang tak akan mampu memulihkan relasi manusia dengan Tuhan. Tetapi yang benar Ia adalah Tuhan yang datang untuk memulihkan kehidupan rohani manusia sehingga dengan demikian manusia dapat hidup di dalam kebugaran hidup yang utuh. Dengan kata lain, melalui kematian dan kebangkitan-Nya yang kita sebut sebagai Paskah itulah, manusia akan mengalami kehidupan yang utuh dan produktif.

 

Oleh Dr. Bambang Widjaja
Rektor Institut Teologi Indonesia (INTI), Sekretaris Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan Mission Commission Associate dari World Evangelical Alliance (WEA).

Leave a Reply