Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

BERSAMA TUHAN TAK ADA YANG MUSTAHIL

Ps. Jonathan Prawira

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.   (Mzm. 16:8)

 Apa pun tanda-tanda akhir zaman yang sedang terjadi seperti masa semakin sukar atau manusia dunia semakin negatif, saya menangkap bahwa visi Tuhan bagi kita–umat penyembah-Nya di akhir zaman–adalah kemenangan total. Menang atas sengat maut dan kutuk dosa. Menang atas serangan dan ikatan roh jahat. Menang atas manusia lama dan sisi negatif. Menang atas perkara-perkara dan pengaruh dunia. Mustahil? Setuju! Jika dilakukan dengan kekuatan sendiri.

Daud menginspirasi, bahwa kunci kemenangan total yang dialaminya bukanlah hasil ambisi besar atau modal besar, melainkan karena ia berkenan di hati Tuhan, yang berkuasa membuka pintu sekalipun musuh berupaya menutupnya, dan mengangkatnya sekalipun musuh bersiasat menjatuhkannya. Inilah pesan Tuhan bagi kita yang rindu mengalami kemenangan total dan nyata pada akhir zaman ini.

 Setinggi gunung impian, hati yang tekun dapat mendakinya. Sekeras hujan badai cobaan, hati yang teguh dapat menembusnya.

Mengapa Daud memiliki hati yang tekun dan teguh menghadapi segala tantangan dan kenyataan buruk hidupnya? Karena Daud memiliki unconditional love (kasih yang tak bersyarat) terhadap Tuhan. Kasih yang bukan hanya dalam bentuk ekspresif, melainkan juga aplikatif dalam setiap penyembahan dan perbuatannya. Daud mengasihi-Nya dalam suka dan duka. Daud mengasihi-Nya saat TUHAN bersikap baik atau tegas, dekat atau jauh, menjawab doanya atau tidak. Kasih seperti ini membuat hati Daud bergeming oleh perbuatan siapa pun atau kenyataan apa pun. Maka segala hal dilakukannya dengan kasih, entah sekadar menggembalakan domba atau memimpin rakyatnya.

Selama ada pengharapan, ku dapat melakukan apa pun yang dianggap mustahil.

Mengapa Daud bisa melakukan hal-hal yang dunia anggap mustahil? Mengalahkan Goliat dengan ali-ali. Mengalahkan musuh lebih banyak daripada rajanya. Selalu berhasil lolos dari kejaran Raja Saul. Bahkan menjadi raja tanpa pengalaman memadai. Karena Daud memiliki unbreakable hope (pengharapan yang tak terpatahkan). Daud tidak pernah berharap janji atau mengandalkan pertolongan siapa pun, selain hikmat, kekuatan, pengurapan, dan janji Tuhan. Hal ini membuat hatinya tidak mudah dilemahkan atau dikecewakan. Ia menjadi pribadi mandiri, tetapi tidak kepahitan atau egois. Tidak membebani orang lain, tetapi mampu memberkati orang lain. Karena ia menyadari bahwa segala kemampuannya itu berasal dari Tuhan dan segala ketidakmampuannya itu mendapat pertolongan yang ajaib dari Tuhan.

Selama ada keyakinan, kulihat keajaiban bersama Tuhan tak ada yang mustahil.

Mengapa Daud bisa mengalami kebetulan-kebetulan yang ajaib, keberuntungan-keberuntungan di sepanjang kehidupannya? Mulai dari dipilih Tuhan sekalipun ia dianggap remeh bahkan oleh ayahnya, bisa makan roti di bait suci dan tidak mati dihukum Tuhan, sampai malaikat Tuhan pun berkemah mengelilinginya. Karena Daud memiliki unstoppable faith (iman yang tak terhentikan). Berbeda dengan “iman” yang diartikan berani meminta, Daud justru tidak pernah memaksa Tuhan memenuhi keinginannya mengatasnamakan iman. Sebaliknya Daud menunjukkan bahwa ia percaya total kepada Tuhan, apa pun yang Dia mau berikan atau lakukan terhadapnya. Daud tidak mendasarkan imannya pada perasaannya, tapi ia justru menguasai perasaannya dengan iman. Daripada berkata “Aku percaya tapi mengapa kenyataanku begini?” Daud berkata “Apa pun kenyataannya, aku PERCAYA”. Semakin buruk keadaannya, semakin hancur hatinya, semakin ia memperlihatkan imannya kepada Tuhan.

Bagaimana kita bisa memperoleh, memelihara, bahkan meningkatkan iman, pengharapan, dan kasih yang besar sehingga mendatangkan kuasa agar kita mengalami kemenangan total seperti yang dipraktikkan dan dialami Daud? Tidak jemu-jemunya saya menyampaikan pesan TUHAN supaya kita kembali pada penyembahan yang benar setiap hari. Haleluyah!

Leave a Reply