Input your search keywords and press Enter.

APA GUNUNG ANDA?

7 Mind Molders

    Ps. Indri Gautama

Saya pernah memberikan ilustrasi seorang duta besar yang mewakili negaranya di negara asing. Ia mengemban tugas dan misi spesifik yang diberikan oleh kepala negara asalnya.

Sesungguhnya, kita pun adalah duta besar Kerajaan Allah. Hal tersebut dijelaskan dalam 2 Korintus 5:20. Kapan kita menjadi duta besar Kerajaan Allah? Waktu kita menjadi ciptaan baru dalam Kristus adalah saat kita bertobat, lahir baru dan menjadi warga negara Kerajaan Allah. Lalu kita belajar budaya dan nilai-nilai Kerajaan Allah lewat Alkitab sampai pikiran kita sejalan dengan Kristus, Kepala negara kita (Roma 12:2).

“Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gununggunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem” (Yesaya 2:2-3)

Gunung adalah lambang kekuasaan. Nabi Yesaya bernubuat bahwa pada hari-hari terakhir, gunung Tuhan, yaitu kekuasaan Tuhan akan menjulang tinggi melampaui gunung-gunung lainnya. Gunung-gunung apa saja? Ulangan 7:1 melambangkan ketujuh gunung itu dengan tujuh bangsa yang harus ditaklukkan oleh umat Israel sebelum menduduki tanah perjanjian, yaitu bangsa Feris (gunung agama), Girgasi (gunung pemerintahan), Yebus (keluarga), Amori (pendidikan), Het (media), Hewi (hiburan, seni, dan olah raga),dan Kanaan (bisnis/ekonomi).

Ketujuh bangsa ini lebih banyak dan lebih kuat daripada bangsa Israel. Namun, Tuhan berkata bahwa mereka tidak perlu takut sebab Tuhan, Allah yang besar dan dahsyat menyertai mereka, dan oleh kuasa-Nya mereka akan berhasil menaklukkan ketujuh bangsa itu (Ulangan 7:17-21). Setiap gunung di dunia akan tunduk di bawah gunung Tuhan.

Perjalanan bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir melalui padang gurun menuju tanah perjanjian adalah gambaran perjalanan kekristenan kita. Sewaktu kita diselamatkan, lahir baru, dan bertobat, kita meninggalkan Mesir kita untuk kemudian berjalan bersama Tuhan menuju tujuan yang telah ditetapkan-Nya bagi kita. Mesir melambangkan dunia kita yang lama, keadaan kita yang berdosa. Kita meninggalkan Mesir bukan berarti kita tidak hidup di dunia dan tidak mau tahu dengan dunia di sekeliling kita. Yang dimaksudkan adalah kita tetap berada di dunia, tetapi melepaskan pola pikir dan sistem dunia beroperasi. Sebagai gantinya, kita memeluk pola pikir Kerajaan Allah dan menerapkan prinsip-prinsip Kerajaan Allah.

Budaya dunia bisnis adalah korupsi, manipulasi. Namun sebagai duta besar “istimewa” bagi Kristus, orang Kristen mesti tetap kokoh berdiri dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, yaitu integritas, kejujuran. Bukankah Anda bisa mendengar suara Tuhan yang membimbing Anda melalui semua itu?

Gereja lokal harus memperlengkapi jemaat Tuhan, yaitu orang-orang kudus Tuhan untuk melakukan pekerjaan pelayanan di tempat kerja masing-masing (Efesus 4:11-12). Setiap orang percaya dilepaskan sebagai utusan Kristus, di-deploy (disebarkan, diposisikan secara strategis dan efektif untuk tujuan tertentu) sebagai tentara Allah yang akan menginvasi ketujuh gunung.

Gereja Tuhan, yaitu kita telah diberi kuasa dan urapan untuk diberdayakan demi menggenapi maksud dan kehendak Tuhan di bumi. Kita adalah partner Tuhan di bumi, kitalah perpanjangan tangan-Nya. Mari umat Tuhan, taklukkan gunung di tempat Tuhan menempatkan Anda. Peran Anda sangat instrumental untuk Kerajaan Allah ditegakkan di dunia.

Leave a Reply