Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Menahan Kebaikan




eBahana.com – Pernahkah kita mendengar ataupun kita sendiri yang mengatakannya, kalau kita berbuat baik itu jangan sering atau terlalu, nanti kita dimanfaatkan orang. Atau kalau kita mau berbuat baik sama orang, misalnya mau memberi, lihat dulu orang yang akan kita beri supaya kebaikan kita tidak disalahgunakan. Nanti kalau kita terlalu baik, bisa-bisa sudah di kasih hati malah minta jantung. Itulah sekelumit statement orang-orang di antara kita yang punya alasan untuk menahan atau memilah memilih kepada siapa harusnya kita berbuat baik.

Mari kita renungkan apa yang Yesus ilustrasikan tentang, bagaimana seharusnya berbuat baik itu!

Dalam Lukas 10:25-37, Tuhan Yesus menuturkan suatu ilustrasi sebagai berikut:

  1. Kebaikan tertahan karena ritual agama, Lukas 10: 30-31

Dalam kisah ini, dikisahkan ada orang yang dirampok dan dianiaya, dan korban dibiarkan terlantar di tepi jalan sambil bersimbah darah. Mengapa imam tak mau menolongnya?

Ada beberapa alasan imam itu tak mau menolongnya, pertama karena dia imam, dia tak boleh menajiskan dirinya dengan menyentuh darah. Kedua, imam juga tak boleh menyentuh mayat supaya tidak najis, dari kedua alasan tersebut memang walau najis bisa juga ditahirkan, namun yang ketiga imam nggak mau repot mengurusi hal itu karena lebih baik fokus ke masalah yang lebih penting yaitu menjadi pengantaran umat ke Tuhan.

  1. Kebaikan tertahan karena status sosial, Lukas 10:30, 32

Mengapa juga Orang Lewi ini juga tak mau menolong! Orang Lewi ini juga punya alasan yang tak kalah dengan imam di atas.

Pertama, Orang Lewi memiliki tugas khusus dari Tuhan yaitu membantu para Imam dalam hal ritual. Daripada membantu yang bukan tugas pokoknya lebih baik mengerjakan tugas pokoknya saja. Yaitu membantu imam bukan membantu semua orang.

Kedua, Orang Lewi adalah suku bangsa yang dikhususkan dari semua saudaranya. Maka dari itu Lewi spesial dimata Tuhan dan menjadi center bagi semua suku-suku yang lainnya. Daripada ngurusin orang yang terluka membuang waktu percuma, lebih baik mengurusi persembahan supaya mekanisme ibadah berjalan dengan baik.

  1. Kebaikan karena rasa kemanusiaan, Lukas 10:30, 33-37

Orang ini memang berbeda, ia bukan imam dan bukan juga orang Lewi. Ia orang Samaria suku bangsa yang dicap banyak dosa. Yang tak tahu kebenaran namun orang ini punya hati dan belas kasihan.

Ini yang orang Samaria lakukan:

Pertama, ia pergi kepada orang yang malang itu, yang dihindari oleh imam dan orang Lewi itu.

Kedua, ia melakukan tugas seorang tabib, karena tidak ada lagi siapa-siapa di situ. Ia membalut luka-lukanya, mungkin memakai kain lenannya sendiri, lalu menyiraminya dengan minyak dan anggur, yang mungkin dibawa olehnya.

Ketiga, ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri, sementara ia sendiri berjalan kaki, dan membawanya ke tempat penginapan.

Keempat, Ia merawat orang itu di penginapan, membaringkannya di tempat tidur, memberikan makanan yang layak baginya, menemaninya, dan mungkin juga berdoa dengannya.

Kelima, seolah-olah orang ini adalah anaknya sendiri atau orang yang ada di bawah pemeliharaannya, saat berangkat keesokan paginya, ia menyerahkan uang kepada pemilik penginapan untuk dipergunakan bagi semua keperluan si sakit, serta menjanjikan pengembalian kelebihan uang yang akan dibelanjakan.

Apa yang menahan kebaikan, yang menahan kebaikan adalah hati yang tumpul yang melahirkan alasan untuk tidak berbuat baik.

Untuk berbuat baik tidak perlu membutuhkan doa ataupun perkenanan Tuhan. Karena Tuhan pasti setuju.

Untuk berbuat baik tidak perlu membutuhkan pemikiran dan logika berpikir yang rumit.

Berbuat baik hanya butuh kepekaan hati dan rasa kepedulian, karena itulah sifat yang berasal dari Tuhan. YrSurya

 

Dalam rangka menyongsong bulan cinta kasih, maka kami kembali berbagi cinta kasih buat para pembaca setia renungan eBahana.com. Yang akan kami bagikan pada 12 Februari 2020, untuk setiap pembaca yang memiliki komentar tentang renungan ini yang dihubungkan dengan cinta kasih.

Akan mendapatkan ekspresi kasih dari kami berupa uang tunai,

Ekspresi kasih 1. Rp 505.000,- untuk 1 orang

Ekspresi kasih 2. Rp 303.000,- untuk 1 orang

Ekspresi kasih 3. Rp 202.000,- untuk 1 orang

Ekspresi kasih 4. Rp 101.000,- untuk 5 orang

Segera kirim komentar anda via WA 085256706188. Semakin sering mengirimkan komentar, semakin tinggi mendapat kesempatan untuk mendapatkan ekspresi kasih kami.



One Comment

  • Rosita says:

    Menurut pengalaman saya yg saya simpulkan.kebaikan juga butuh hikmat.contoh : ada orang yg tiba-tiba jatuh di jalan tanpa sebab.saya gak langsung tolong, karna ada beberapa kasus seperti ini. Salah satunya adalah modus kejahatan berantai.kita segera tolong tanpa pengamanan barang berharga kita.terjadilah pencurian.sementara orang yang kita tolong itu memang rencana mencuri barang orang yang menolong mereka.sebaiknya meminta hikmat itu penting.salam kasih

Leave a Reply