Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Ruth Sahanaya: “BERNYANYI SEPERTI NAPAS HIDUP BAGIKU”

Diva kebanggaan Indonesia, Ruth Sahanaya, telah memasuki usia karier bernyanyi 30 tahun di industri musik tanah air. Meski terbilang penyanyi senior, keramahan dan senyuman tak pernah lepas darinya kala meladeni bincang santai bersama eBahana. 

Suara merdu Ruth Sahanaya serta lagu-lagunya yang terbilang everlasting song pasti sangat melekat diingatan kita, seperti, “Keliru”, “Astaga”, “Memori”, “Andaikan Kau Datang”, “Ingin Ku Miliki”, dan masih banyak lainnya. Terhitung sejak memulai karier pada 1987 sampai saat ini, Uthe, begitu ia akrab disapa, telah mengoleksi 19 album. Di antaranya 9 album solo, 4 album rohani, 3 album kompilasi, 2 album bersama 3 Diva (Ruth Sahanaya, Krisdayanti, dan Titi DJ), dan 1 album bersama Truth (Ruth Sahanaya dan Titi DJ).

Simfoni dari Hati merupakan album solo terbaru Uthe yang dirilis pertengahan 2016. Rentang waktu rilis album terbaru Uthe ini memang terbilang cukup jauh dari album solo sebelumnya, Thankful (2010). Hal ini diakui Uthe karena kesibukan dengan project musik lainnya, yaitu padatnya jadwal manggung bersama 3 Diva serta pembuatan album Truth pada 2012. Meski sempat tertunda pembuatannya, album Simfoni dari Hati menghasilkan karya musik yang berbeda dari seorang Ruth Sahanaya.

Hadir dengan Musik Kekinian

Ada yang berkata, “usia boleh tua, tetapi jiwa jangan”. Itu juga yang dilakoni Uthe dalam penggarapan album Simfoni Dari Hati. Meskipun sudah menjalani karier menyanyi selama 30 tahun, album terbarunya ini dibuat dengan konsep musik yang kekinian mengikuti zaman. Tak hanya itu, Uthe juga mengeksplorasi setiap lagu dalam album bersama musisi-musisi yang belum pernah bekerja sama dengannya. Bicara soal musik kekinian, Uthe menjelaskan bahwa single “Love Will Find A Way” yang ada dalam album Simfoni dari Hati, musiknya berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya. Penasaran? Coba didengerin ya, sobat.

“Album ini bisa dibilang memang agak kekinian kalau didengar. Aku memang sedang berusaha untuk out of the box tanpa mengurangi ciri khas warna lagu dan suaraku. Tidak terlalu gaya anak muda banget, tetapi masih disesuaikan baik Arranger maupun komposernya juga tidak biasa berkerja sama denganku. Biasanya yang bekerja sama denganku adalah Erwin Gutawa, Andi Rianto, Edwin Saladin, dll. Kali ini memang nama-nama baru. Bekerja sama dengan musisi baru, sebenarnya aku bermaksud memberikan kesempatan kepada mereka agar bisa lebih luas lagi bekerja sama, termasuk bekerja sama denganku. Bagi mereka ini kan pengalaman tersendiri,” jelas Uthe.

Dari 10 tracklist di album Simfoni dari Hati, Uthe telah merilis tiga single beserta video klipnya sepanjang 2016, yaitu “Derita Kesayanganku”, “Love Will Find A Way”, dan “Rindu yang Terakhir”. Khusus single “Rindu yang Terakhir”, bisa dikatakan istimewa baginya. Pasalnya dalam video klip tersebut, Uthe memboyong seluruh keluarganya menjadi bintangnya, yaitu sang suami dan kedua putrinya. Video klip ini direkam saat Uthe sekeluarga berlibur ke Jepang.

Titik Terberat Karier 30 Tahun

Mampu bertahan dan terus berkarya hingga tiga dekade bukanlah hal mudah untuk dicapai di industri hiburan. Uthe memaknainya dengan rasa syukur dan meyakini semua yang diraihnya adalah anugerah Tuhan. Selama berkarier, bukan berarti Uthe tidak mengalami kendala atau masalah. Uthe menceritakan titik terberatnya sepanjang berkarier, tetapi harus dihadapi sebagai sikap profesional dalam bekerja.

Saat sang ayah meninggal dunia pada 2003 di Bandung adalah salah satu titik terberatnya. Kala itu, dua hari setelah kepergian ayahnya, Uthe harus tetap bekerja dan kembali ke Jakarta karena sudah terikat kontrak. Dalam kondisi masih diselimuti duka, Uthe harus tetap tersenyum dan bersemangat saat membawakan lagu-lagu up beat di hadapan penonton yang menyaksikan penampilannya. Tak hanya itu, kadang masalah rumah tangga bersama Jeffry yang sekaligus sebagai manajer-nya pun pernah menjadi “kerikil-kerikil” dalam menjalani kariernya.

“Ketika mood kurang enak karena kendala kecil rumah tangga, itu bukan hal yang mudah. Lima tahun pertama Jeffry menjadi manajer saya, kami belum bisa membagi antara hubungan suami istri dan pekerjaan. Masih campuk aduk, jadi kebawa-bawa dalam rumah tangga. Namun, berjalannya waktu, kami bisa memahami dan memilah-milah, mana pekerjaan dan mana rumah tangga. Saya rasa 30 tahun berkarier, dua hal itu yang paling berat. Menyimpan itu semua, tetapi harus tetap profesional,” tambah Uthe.

Apa lagi yang kurang dari penyanyi senior sekelas Ruth Sahanaya? Memiliki hampir 20 album yang belum terhitung dengan single-single featuring-nya, memiliki buku biografi berjudul Tiga Kali Sepuluh (The Unheard Songs), di-launching pada 2015. Lalu, apa lagi? Ya, konser!

Uthe mengungkapkan, sebenarnya pada 2016 ia berencana menggelar konser tunggal. Namun, harus ditunda karena banyak faktor. Ia tidak ingin menggelar konser karena sebuah gengsi, semua perlu dipersiapkan dengan baik. Hal itu dibocorkannya kepada redaksi. Saat ini Uthe, Jeffry, bersama tim sedang menggodok konsep konser yang tidak biasa. Selain konser, ternyata Uthe memiliki harapan sederhana sampai masa akhir kariernya nanti.

“Aku mau nyanyi sampai aku benar-benar nggak bisa nyanyi lagi. Sampai aku menutup mata. Buatku, nyanyi itu sudah seperti napas hidup. Kita kan setiap hari bernapas. Nah, nyanyi pun begitu. Aku mau bernyanyi sampai aku nggak bernapas lagi,” ujarnya.

Mengajarkan Takut Akan Tuhan

Dalam dunia entertainment, keluarga Ruth Sahanaya terbilang keluarga selebriti yang jauh dari gosip. Uthe dan Jeffry sendiri tidak pernah lepas membimbing kedua putrinya, terutama saat mulai memilih masuk dunia entertainment. Nadine, anak sulung Uthe, merintis karier entertaint-nya sejak masuk dalam skuad pemain webseries Anak Artis, sedangkan Mabel sudah meminta izin dan dukungan Uthe untuk menjadi seorang penyanyi meskipun keinginan itu harus ditahan agar lebih berfokus pada sekolahnya.

Terjun dalam dunia hiburan, Uthe dan Jeffry mengaku tidak pernah memaksa atau memberikan arahan sama sekali. Mereka memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dalam memilih masa depannya karena yang terpenting bagi Uthe adalah menanamkan nilai-nilai rohani kepada Nadine dan Mabel. Takut akan Tuhan, selalu saya ingatkan. Itu awal dari segala sesuatu. Saya juga selalu tekankan kepada mereka untuk berdoa dari hal-hal kecil. Mau makan, pergi, pulang aktivitas, berdoa. Karena itu yang paling mendasar, fundamental yang kuat. Jika kita sering berdoa, meluangkan waktu untuk baca firman, intim dengan Tuhan, itu akan memupuk keimanan kita,” tutup Uthe. Redaksi

Biodata

Nama                       : Ruth Sahanaya

Tempat/Tgl lahir   : Bandung, 1 September 1966

Nama Suami           : Jeffry Waworuntu

Nama Anak             :  Nadine Emmanuella Waworuntu dan Amabel Odellia Waworuntu

Mulai berkarir        : Tahun 1987

Prestasi                   :

  • Juara 1 Pop Singer Bandung Raya, 1983
  • The Best Artist/Performance Mitsubishi AV “Jakarta Music Festival” 1991
  • The Best Recording Artist “BASF AWARD” 1989
  • The Best Selling Album Category Pop Kreatif Music “BASF AWARD” 1989 album Tak Kuduga
  • The Best Recording Artist “BASF AWARD” 1992
  • The Best Selling Album Category Top Pop “BASF AWARD” 1992 album Kaulah segalanya The best Selling Indonesian Album di “ANUGERAH INDUSTRI MUZIK“, Malaysia album “Kasih“ 1999
  • Anugerah Musik Indonesia Award “The Best Collaboration Album”, Album Erwin Gutawa Salute to Koes Plus/bersaudara 2005
  • Award winner “ THE BEST DUO or GROUP” with 3 DIVA song “Semua Jadi Satu” at Anugerah Musik Indonesia. (masih banyak lainnya)

Leave a Reply