Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Mengejar Pola Pikir Murni Tentang Seks, Cinta dan Kencan

Bali, eBahana

Acara seminar sehari tentang pengajaran Kristen yang bertemakan Pursuing A Pure Mindset  on Love Sex and Dating (Mengejar Pola Pikir Murni Tentang Seks, Cinta dan Kencan) Bertempat di GEPEMBRI Denpasar Jl. Tukad Banyusari 10, Denpasar (20/11/18).Yang menjadi penyelengara dalam acara seminar tersebut adalah Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) yang menjadi penangung jawab (PJ) acara itu adalah seorang mahasiswi bernama Tanti. Menurutnya peserta acara tersebut berasal dari berbagai universitas yang ada di Bali, dan para pemuda gereja yang ada di Bali. Panitia menargetkan peserta yang hadir dalam acara tersebut sebanyak 130 orang saja sesuai dengan kapasitas ruangan, tetapi karena animo peserta yang sangat antusias sehingga peserta seminar melebihi dari target panitianya itu sebanyak 149 orang.Tanti selaku PJ menyampaikan bahwa peserta yang hadir melebihi dari target panitia, “…dikarenakan tema yang dibahas sangat muda dan ringan..,” ungkapnya.  Acara ini digelar untuk menolong generasi muda mengetahui konsep yang benar, mengenai cinta untuk lawan jenis, karena itu sangat penting.

Pembicara tunggal dalam seminar tersebut adalah Ev. Sundoro Tanuwijaya, M.Th,. dan membahas 7 topik yang menarik seperti,

  1. Memahami apa arti cinta.
  2. Mengenali seluk beluk pacaran Kristen.
  3. Pacaran dengan yang tidak seiman.
  4. Bersiap hati saat putus dengan pacar.
  5. Alasan mutusin pacar.
  6. Seks dalam perspektif alkitab.
  7. Persoalan seks pra-nikah.

Salah satu topik yang dibahas tersebut mengenai “Mengenal Seluk Beluk Pacaran Kristen.” Dalam topik ini para peserta diberikan pemahaman bahwa pacaran Kristen itu punya seluk beluk yang harus diketahui agar pacaran dapat berlangsung dengan baik, sehingga menjadi orang yang bisa bertangung jawab atas hubungan pacaran sesuai dengan ajaran Kristen. “Bahwa ada perbedaan pacaran orang Kristen yaitu sesuai dengan norma ajarannya. Ajaran Kristen mengatur juga cara berpacaran agar tidak menjadi seenaknya, dan tidak melewati batasan-batasan dalam aturan agama,” jelasnya Sundoro.

Dalam kesempatan itu juga peserta diberikan pemahaman, memahami apa arti cinta dalam kehidupan manusia. Tidak kalah menarik ketika membahas tentang pacaran dengan tidak seiman. Ada pertanyaan yang diajukan oleh pembicara kepada peserta. “Siapa yang punya pacar yang tidak seiman?”  Terlihat para peserta agak kaku antara mau mengaku atau tidak. Pertanyaan tersebut merubah suasana, karena pertanyaan dilanjutkan. “Ada rencana mau pacaran dengan tidak seiman?” Suasana ruangan seminar segera berubah karena semua peserta tertawa dengan pertanyaan tersebut.Kepada eBahana, Ev. Sundoro mengatakan apa sasaran yang ingin dicapainya dalam acara ini, dan apa targetnya. “Acara ini diawali dengan doa dan pergumulan untuk anak-anak muda agar di dalam persoalan pergaulan dan seksual memiliki pola pikir yang benar. Karena sangat memprihatinkan perkembangan yang terjadi saat ini. Dari hal ini muncul pemikirkan, materi apa khususnya bagi anak muda yang di dalam kekristenan untuk mengerti bagaimana pergaulan yang benar, dalam hal ini pacaran dan seks yang di dalam alkitab yang diajarkan Dengan demikian saya berharap anak-anak muda diperlengkapi dengan pengertian-pengertian alkitab. Sehingga mereka mempunyai ketahanan, ketika menghadapi dorongan hasrat seksual yang ada di dalam dirinya,” harapnya.

Lebih lanjut, Sundoro menjelaskan bahwa anak muda harus dirubah dari cara berpikirnya, sehingga mereka punya cara berpikir yang baik terhadap pola pacaran dan orientasi, termasuk orientasi seks yang benar. Pola pikirnya harus dibentuk, dengan mengambil tema Pursuing  A Pure Mindset (mengejar pola pikir murni) diharpakan dapat membentuk pola pikir yang kudus dan suci. Kesuciaan itu tidak terjadi sebelum mengenal Kristus. Dengan mengenal Kristus kesucian itu terbentuk dan dapat terjadi. Karena tidak akan mungkin dapat terjadi kesucian tanpa pengenalan akan Kristus. “Hanya dengan melalui Kristus, setiap anak muda dapat diterima oleh Bapa di sorga. Maka cara berpikirnya harus terfokus pada Kristus Yesus karena dari situ kita mulai dan di situ pula kita berakhir,” tegasnya.Ev. Sundoro memaparkan tindakan yang dilakukan untuk meredam angka pelanggaran termasuk pelanggaran seks, khususnya di Bali. Dalam keterangannya bahwa persoalan seks terjadi di mana-mana, termasuk anak-anak muda Kristen juga terlibat di dalamnya. Hanya sayangnya gereja jarang mengajarkan tentang seks. Padahal itu menjadi persoalan di dalam gereja. Maka kami dari pelayanan Garam Bali, satu wadah pelayanan yang bergerak di dalam pengajaran doctrinal. Ada tugas atau mandat injil yang harus juga dikerjakan, sebab Injillah jawaban manusia untuk kembali pada Tuhan, tanpa Injil tidak mungkin manusia bisa kembali dan tidak mungkin manusia memiliki fokus kepada Yesus Kristus.

Garam Bali berdedikasi untuk mengerjakan pengajaran dan penginjilan kepada anak-anak mahasiswa dan pemuda-pemuda gereja.  Garam Bali hampir setiap minggu berpindah-pindah tempat untuk melakukan pelayanan di beberapa universitas di Bali, dan juga memiliki hubungan yang baik dengan beberapa gereja yang ada di Bali, sehingga para pemudanya dapat turut serta dalam acara seminar. “Anak-anak muda harus diperlengkapi dengan pengertian-pengertian yang terdapat dalam Alkitab dan apa yang Tuhan sudah rancang. Tujuan itulah harus dicapai atau dihasilkan bagi setiap anak-anak muda Kristen, karena Tuhan menciptakan dan merancang setiap manusia di dalam hidupnya agar sesuai dengan rancangan-Nya,” pungkasnya.  Aldo WM

Leave a Reply