Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Kasih Dasar Tindakan Allah

Bacaan Alkitab: Mazmur 136:1-26

Allah sanggup memberi kepastian. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak bersukacita.

Dalam kekristenan kita mengenal bahwa Allah adalah kasih. Karena itu, orang biasa menyebut agama Kristen sebagai agama kasih. Mengapa demikian? Karena kekristenan dibangun di atas kasih. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Perjalanan bangsa Israel di Padang Gurun menjadi bukti nyata pemeliharaan Allah yang luar biasa. Selama empat puluh tahun, Tuhan menunjukkan kasih dan pemeliharaan-Nya.

 

PEMELIHARAAN-NYA UNIK

Bagaimana cara Tuhan memelihara? 

Tuhan kirimkan manna agar mereka tidak kelaparan. Manna adalah hujan roti yang turun dari langit (Kel. 16:4). Tuhan berikan tiang awan untuk menuntun mereka dalam perjalanan (Kel. 13:21). Tuhan berikan tiang api untuk menerangi perjalanan mereka (Kel. 13:21) Berarti, siang malam bangsa itu dapat melakukan perjalanan tanpa halangan berarti. Bukankah ini bukti pembelaan yang menakjubkan? Pembelaan yang tidak bisa dilakukan oleh manusia, kecuali Allah. Bangsa itu mengalami semuanya. Namun, ketika membaca Keluaran 17 kita menemukan pernyataan yang tidak patut keluar dari bangsa itu. “Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim” (Kel. 17:7-8). Baru saja bangsa itu mengalami lawatan Tuhan. Tapi, mereka masih bertanya adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak? Seharusnya, pertanyaan seperti itu tidak perlu diungkapkan. Mengapa? Bukankah sudah sangat jelas pertolongan Tuhan nyata bagi mereka? Sebenarnya, perjalanan Israel tidak sampai empat puluh tahun. Tapi, Tuhan izinkan mereka mengalami proses demi proses. Proses yang mendewasakan mereka melihat kebesaran Tuhan.

HARUS BERSYUKUR

Berdasarkan bacaan firman Tuhan di atas, kita akan melihat beberapa alasan mengapakah kita harus bersyukur?

  1. Allah intervensi dan menolong. Ketika mereka dalam perjalanan yang menyulitkan Tuhan tidak membiarkan.

Tuhan campur tangan dan memberipertolongan yang diharapkan. Mengapakah Tuhan campur tangan dan menolong? Dalam Alkitab kita menemukan jawabannya. Israel adalah umat pilihan Allah.

  1. Selama dalam perjalanan 40 tahun, Allah itu El-Shadday. Dia Allah yang Mahabesar. Artinya, tidak ada sesuatu yang melebihi kemampuan dan kuasa Tuhan. Sesungguhnya, harta kita yang terbesar adalah Tuhan itu sendiri. Harta dan berkat hanyalah bonus. Yang utama adalah Tuhan. Karena itu Injil Matius berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).
  2. Allah setia pada janji-Nya. Allah yang menyuruh Israel keluar dari Mesir. Kini, Dia menepati janji-Nya. Dia memimpin mereka. Dia juga memberikan pembelajaran yang berarti selama dalam perjalanan itu. Ketika menjalani hidup keseharian kita, kita tidak perlu takut atau pun gentar. Mengapakah berkata demikian? Karena Tuhan yang kita imani adalah Tuhan yang bertindak dalam sejarah, dan Tuhan yang berkarya hingga hari ini. Tangan-Nya telah berpengalaman menolong umat-Nya dalam lintasan sejarah. Cukup banyak bukti yang membuat kita yakin akan kasih pemeliharaan-Nya. Oleh karena itu, bijaksana jika umat Tuhan mensyukuri hari-harinya seperti pemazmur. “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama lamanya kasih setia-Nya” (Mzm. 136:1).

Leave a Reply