Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Aku Cinta Tuhan

Saya belajar dari kisah tentang dua orang murid Yesus yang sedang berjalan pulang ke kampung bernama Emaus. Di tengah mereka bercakap-cakap, tiba-tiba Yesus datang mendekati mereka dan berjalan bersama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak mengenali Dia (Luk 24:13-16)
Lukas 24 : 17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu PERCAKAPKAN sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan MUKA MURAM.

Ada suatu kejadian yang membuat mereka sedih, yaitu Yesus disalibkan dan apa yang menjadi harapan mereka buyar karena orang yang diharapkan membebaskan bangsa Israel kini sudah tiada, ditambah lagi mayatNya sekarang hilang. (Ay 18-24). Mereka merasa sedih dan tertekan oleh situasi yang ada. Hal itu terpancar keluar dari PERKATAAN dan RAUT WAJAH mereka.
Rupanya ada SUMBAT ROHANI yang menyumbat aliran sungai kehidupan di hati mereka. Sekalipun YESUS DATANG SECARA FISIK di depan mata mereka, mereka gagal melihat dan mengenali hadirat Tuhan yang datang. Karena masalah yang mereka hadapi terlihat BEGITU BESAR DI DEPAN MATA mereka.
Namun Yesus TERUS BERKATA-KATA untuk mengubah mindset mereka (peripateo) dan BERJALAN dengan mereka, DENGAN CARA DITEMANI (ago), dengan tekun Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. (Ay 28)

Singkat cerita, mereka sampai di Emaus, dan mereka berusaha menahan Dia lebih lama untuk bersama-sama dengan mereka dan sewaktu Yesus duduk memecah roti, sesuatu yang Ilahi terjadi. Selubung yang menutupi mata mereka terbuka. Ada pekerjaan firman dan Roh yang membuka selubung mata mereka.
Lukas 24 : 32-33 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah HATI kita BERKOBAR-KOBAR ketika IA BERBICARA dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu BANGUNLAH mereka dan TERUS KEMBALI ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.

Ketika kobaran api Roh kembali menyala, perhatikan, tanpa ada yang memberi tahu mereka, mereka seperti menerima SUATU DORONGAN (baca: instruksi) untuk BANGKIT dan KEMBALI ke Yerusalem. Tidak ada yang menyuruh, namun dorongan itulah yang menggerakkan mereka. Dan ketika mereka sampai di sana, merekapun mulai menularkan kobaran api Roh ke murid-murid yang lain. Ada api Roh Kudus yang kembali berkobar menyala-nyala di tengah murid-murid, kobaran api Roh ini ternyata menarik turun frekuensi sorga, realita Tuhan menjadi nyata: menghadirkan Yesus kembali di tengah-tengah mereka (ay 36).

Jangan biarkan apapun kembali menyumbat aliran air hidup dalam diri kita. Teruslah mengkondisikan diri untuk selalu alami pekerjaan firman & Roh. Kala kita mendapati, dinamika Roh dalam hidup kita seperti ‘melemah’ atau bahkan ‘menjadi hilang’, itu pasti karena kita sedang melangkah ke arah kehidupan yang berbeda dari arah kehidupan yang ingin Roh Kudus untuk kita jalani. Kembalilah berlari mendekat kepadaNya melalui doa & penyembahan. Rindukan terus tuntunanNya – seperti seseorang menuntun hewan yang ia miliki dengan cara di temani (ago). Hal ini akan menolong kita untuk mulai mengenali kebiasaan-kebiasaan Ilahi yang Roh Kudus mau bangun dalam hidup kita.

Oleh Ps. Steven Agustinus

Leave a Reply