Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Natal Sesungguhnya

Desember telah tiba. Umat Kristiani di seluruh dunia kembali merayakan natal. Setiap orang tentu berbeda cara menyambut dan merayakannya. Ada yang menyambutnya dengan sikap ibadah sebagai rasa syukur dan meyakini bahwa peristiwa kelahiran Yesus adalah sebuah cara Allah melakukan penebusan bagi umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Tapi ada juga yang memaknainya sebagai seremonial dan rutinitas belaka. Tidak mengerti makna natal sesunguhnya. Sama-sama mereka merayakan natal tetapi dengan perspektif yang berbeda.

Bagi teman-teman sebayaku, ada yang merayakan natal dengan berharap mendapatkan hadiah yang menarik dari orang tua masing-masing, ada yang tidak sabaran melakukan traveling ke berbagai tempat yang menyenangkan, menikmati natal dengan memasang ornamen pada pohon natal serta menikmati hidangan mewah di restoran.

Kalau di perumahan kami, setiap bulan Desember ada anak-anak yang menantikan kehadiran Santa Claus yang datang ke rumah untuk mengantar hadiah. Biasanya orang tuanya telah melakukan pendaftaran terlebih dahulu kepada pihak penyelenggara, kemudian menentukan waktukunjungan Santa Claus kerumahnya.Anak-anak pun biasanya senang dan gembira.

Semua yang sudah saya sebutkan di atas, tidak salah, tetapi itu bukan makna sesungguhnya dari natal tersebut.

Coba kembali melihat cerita Yesus Kristus dalam Alkitab. Dia adalah Tuhan yang Maha kuasa, tetapi Dia rela turun dari takhtaNya, menjadi manusia untuk menyelamatkan umatNya(Mat 1:21). Dia rela lahir dari keluarga yang sederhana, di kandang domba yang hina. Mengapa Tuhan kita Yesus Kristus harus melalui semuanya itu? Jawabnya adalah kasih. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Allah Tidak mau kalau orang berdosa itu binasa. Sebagai mahluk ciptaan yang mulia, dia ingin kita selamat dan bersamanya. Bahkan prosesnya tidak sampai di situ saja. Diamati di kayu salib. Dia telah memberikan kita hadiah yang paling istimewa daripada yang lain, yaitu keselamatan.

Jika dibandingkan dengan perayaan natal yang bermegah-megahan, semua ada batasnya. Berbeda dengan hadiah yang berasal dari Tuhan, yaitu lahirnya bayi Yesus. Kelahirannya justru memberikan keselamatan dan sukacita yang tiada batasnya. Jadi, kalau perayaan natal dilakukan saat bulan Desember saja, kelahiran Yesus itu berlaku untuk selamanya.

Kalau begitu maukah kamu menerimaNya di dalam hatimu supaya Dia dapat mengubah hidupmu? Dia sudah melakukan banyak hal bagi kita, apa yang harus kita perbuat bagiNya?Gunakanlah hidupmu untuk memuliakan namaNya. Selamat hari Natal dan Tahun Baru.

(Penulis : Gerald – Pelajar SMP)

Leave a Reply