Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

“KETIKA HARAPAN MASIH ADA“

(Karya : Ariella Ivana Putri )

“ Mama, bolehkah aku memeluk mama ?” kata Icha dengan wajah penuh harap.

Tapi mama Icha pada saat itu tidak memeluknya malah pergi begitu saja dan Icha menangis sedih karena mamanya tidak mau memeluknya. Ia pun langsung pergi ke kamar dengan hati yang sedih danmenangis sekencang-kencangnya.

(tok..tok..tokk ) “ Non .. non Icha tidak apa-apa ?” Tanya bibi dari depan kamar.

“ aku sedih, aku kecewa kenapa mama tidak mau memelukku ?” kata Icha dengan nada marah

“ non, buka dong pintunya bibi bolehmasuk ?

“ tidakk… bibi di luar saja, aku mau sendiri !!” jawab Icha dengan tegas

Waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 sore, dan ia belum mau ke luar kamar. Dan saat itu bibi masih dengan setia menunggu Icha di depan kamar dengan sabar sembari sebentar-sebentar menanyakan keadaannya.

Sebagai seorang anak tunggal, Icha menginginkan kasih sayang yang lebih dari mamanya. Icha tinggal hanya seorang diri bersama mama dan bibi pembantu saja, karna 5 tahun lalu ayah Icha pergi meninggalkan Icha dan mamanya ketika Icha masih berusia 2 tahun. Untuk menghilangkan kesedihan hati, mama nya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja di luar rumah. Sejak usia 4 tahun Icha sudah kurang kasih dan perhatian dari mamanya.

“ bi..bi..bibi…”

“ iya non, ada apa ? non sudah lebih baik hari ini ? Tanya bibi dengan senyuman

“ iya bi, Icha sudahlebih baikan. Bibi besok adalah malam natal, kira-kira mama bakalan pulang ga ya bi ?” Tanya Icha penuh harap lagi,

Berharap mamanya akan pulang dan membawa kado natal untuknya, karna terakhir kali malam natal bersama mama ketika ia berusia 5 tahun.

“ pasti pulang non mama, non Icha sudah doa pagi belum ? anak Tuhan kalau pagi jangan sampai lupa berdoa ya ?”

“haduhhh… aku belum berdoa bi pagi ini, bibi mau menemani Icha berdoa ?

“baik non, bibi akan menemani non Icha berdoa, ayok kita masuk kamar . “

Ketika berjalan masuk kamar, diam-diam bibi Icha menghubungi mama Icha dengan video call, dan meletakkan Hpnya di meja kamar Icha menghadap tempat Icha berdoa. Berlututlah Icha menghadap bersila di sampingt empat tidurnya, ia mulai berdoa.

“ nah, non mari kita berdoa bersama “. Ajak bibi

“ bi, kalau aku berdoa kepada Tuhan Yesus, apakah Tuhan akan dengar doa Icha dengan segera ?” Tanya Icha dengan polosnya

(dengan tersenyum ) “ Tuhan Yesus akan dengar doa non Icha.”  Jawab bibi untuk meyakinkan Icha, sembari melihat hpnya yang sedang menghubungi mama Icha. Dan ketika Icha mulai berdoa, mama Icha pas baru mengangkat telepon via video call bibi..

Kata Icha :” Tuhan Yesus, Selamat pagi. Pagi ini Icha berdoa kepada Tuhan mengucapkan terimakasih sudah dibangunkan di pagi hari. Tuhan Yesus Icha berdoa pagi ini mau minta sesuatu kepada Tuhan, Icha mau di malam natal nanti Icha bisa merayakan natal bersama Mama, buat Icha sekarang bukan kado dari mama tapi Icha mau Tuhan kasih kadoIcha ..Icha minta Kadonya dari Tuhan adalah Mama, mama dating peluk, cium icha dan merayakan natal di gereja bersama Icha. Terimakasih Tuhan, ini doa Icha. Amin “

(dengan terharu bibi meneteskan air mata)

Dan terlihat dari wajah mamanya Icha di video call, beliau juga meneteskan air mata mendengarkan doa anaknya tersebut dan langsung mematikan teleponnya.

Hari sudah berganti, tepat di malam natal. Icha memandangi jendela berharap mamanya akan pulang, dari pagi sampai malam sekitar pukul 7 malam Icha masih mondar mandir melihat ke luar rumah.

Ia bertanya kepada bibi: “bibi, kenapa mama gak datang. Apa Tuhan ga ngasih tau mama kalau Icha kangen menikmati malam natal bersama mama ?”.

“ tidak non, Tuhan Yesus tidak pernah ingkar janji kok non. Mama pasti pulang “

(tin..tin… terdengar suara klakson mobil msuk garasi rumah )

“itu pasti mama bi “. Teriak Icha dengan nada gembira

“ iya non, ayok kita keluar “ ajak bibi

Bibi dan Icha keluar rumah dan membuka pintu, ternyata benar mama Icha yang dating dengan membawa kado besar dari dalam mobil.

“horeee… mama pulang, mama bakalan di rumah dan merayakan natal bersama Icha kan ya ma ?” Tanya Icha dengan riang

( mama icha langsung memeluk Icha, menciumnya dan menangis dalam pelukan icha).

“ sayang, maafkan mama ya nak, mama sibuk dengan dunia mama sehingga lupa waktu.. kemarin kamu minta mama peluk kan? Mulai hari ini dan seterusnya mama akan peluk Icha dan cium Icha.”

“mama akan selalu bersama Icha lagi kan ?”

“ Iya sayang, mama akan selalu samaIcha dan malam natal ini doa Icha dikabulkan Tuhan. Mama pulang sebagai kado dariTuhan Yesus dan….. mama juga bawa kado lain buat Icha.”

“ Horeee… dpat kado banyak, bibi tidak bohong jugasama Icha kalau Tuhan akan jawb doa dan harapan Icha “

“ iya non, TuhanYesus sayang non Icha, selamat Natal non Icha .”

Dan akhirnya Icha dan Mamanya bisa merayakan natal bersamadan ke gereja bersama. Hati Icha sangat bahagia, sejak itu Icha percaya masih ada harapan ketika meminta kepada Tuhan. Dan ini menjadi kado natal terindah dari Tuhan untuknya.

 

 

 

 

Leave a Reply