Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Kerendahan Hati sebagai Wujud Mengasihi




eBahana.com РSabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu,  kamu perbuat jugalah demikian. (Kol. 3:13)

Bulan Febuari adalah bulan yang identik dengan kasih. Paulus mengajarkan arti kasih kepada umat Tuhan di Kolose, yaitu sabarlah kamu seorang terhadap yang lain. Sabar terhadap seseorang jika tidak ada kasih di dalam diri orang tersebut, maka orang tersebut tidak akan bisa sabar kepada orang lain. Kasih membuat seseorang sabar, dan kasih membuat seseorang mau melakukan apa saja demi kebaikan orang tersebut.

Waktu kecil, orang tua kita sangat sabar dalam menghadapi tingkah kita, ketika kita belajar berjalan, belajar berbicara, dengan sabar orang tua kita mau melatih dan membimbing kita, bahkan saat kita mulai berkata-kata dan suka sekali berbicara di tempat umum atau di rumah, orang tua kita juga mau mendengarkan ucapan kita. Mengapa orang tua kita mau melakukannya? Semua karena kasih. Tetapi bagaimana jika terhadap orang lain, yang bukan keluarga, pacar, sahabat ataupun teman? Apakah kita bisa mengasihi mereka dan sabar terhadap apa yang mereka perbuat?

Kasih yang begitu besar telah kita terima, kasih yang telah membebaskan kita dari belenggu maut, tetapi ketika anak Tuhan sudah terbebas dari belenggu maut, maka ada kewajiban bagi anak Tuhan untuk membagikan kasih yang begitu besar tersebut kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita. Kasihilah sesamamu manusia seperti diri sendiri, walaupun sesama kita begitu menjengkelkan bagaimana kita dapat mengasihi mereka? Bahkan sabar terhadap mereka?

Satu kunci untuk kita dapat mengasihi sesama kita, dan sabar terhadap mereka, adalah rendah hati, mengapa?

Rendah hati adalah mau belajar peduli terhadap mereka, orang yang rendah hati adalah orang yang mau peka dan peduli terhadap kebutuhan orang lain. Saat anak-anak Tuhan mau merendahkan hati mereka terhadap keadaan sekitar, maka tingkat kepedulian kepada orang lain akan meningkat, karena bukan lagi keinginan diri sendiri yang terutama tetapi kebutuhan orang lainlah yang terutama.

Banyak orang-orang yang terhilang disekitar kita, dan kita tidak bisa memaksa mereka untuk percaya kepada Yesus sebagai juruselamat. Karena kita tidak bisa memaksa mereka, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menunjukkan kasih kita kepada mereka, dengan peduli apa yang mereka butuhkan, dan ketika kita mau peduli, maka rasa belas kasihan akan tumbuh dalam diri kita, sehingga kita dapat sabar terhadap apa yang mereka perbuat. Kita sabar karena mereka adalah orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Rendah hati juga mau belajar untuk mengampuni, kasih mengalahkan segalanya, bahkan salah satu sifat kasih adalah mau memaafkan. Tetapi jika orang yang sangat dikasihi menyakiti hidup kita. Hati yang tersakiti oleh orang yang lebih dikasihi biasanya akan lebih sakit daripada disakiti oleh orang yang tidak seberapa dikasihi, namun bagaimanakah respon kita saat menghadapi hal tersebut? Saat kasih tertutup oleh kebencian dan amarah, maka kasih pelan-pelan akan memudar. Kesombongan karena merasa paling benar adalah faktor yang merusak kehidupan seseorang.

Tidak ada manusia yang benar dihadapan Tuhan, bahkan setelah kita ditebus, ada kalanya anak Tuhan jatuh dalam dosa, tetapi saat anak Tuhan berdosa dan meminta ampun, bukankah Tuhan akan mengampuni jika kita sungguh-sungguh bertobat? Demikian juga ketika ada orang yang bersalah dihadapan kita, apakah kita bisa memilih mau mengampuni atau tidak? Kasih yang besar telah kita terima, dengan pengampunan Tuhan dalam hidup kita, jadi bukankah cara kita menyalurkan kasih yang besar tersebut adalah dengan memaafkan kesalahan orang tersebut.

Kerendahan hati membuat kita ingat siapa kita, bahwa kita juga adalah orang berdosa, dan wajib bagi kita untuk mengampuni orang yang bersalah dalam hidup kita, seperti Bapa mengampuni kita.

Pada bulan kasih sayang ini, mari kita salurkan kasih Bapa yang begitu besar dengan cara sabar terhadap orang lain dan mau mengampuni. Tetapi semua itu dapat kita lakukan jika kita mau merendahkan diri dihadapan Tuhan, dan membuang segala kesombongan yang ada dalam hidup kita. Ingat tidak ada seorangpun yang benar dihadapan Tuhan, hidup kita saat ini layak dihadapan Tuhan hanya karena Tuhan yang melayakkan bukan atas usaha kita sendiri. Tuhan memberkati kita semua.

Oleh Agnes Riana.



Leave a Reply