Input your search keywords and press Enter.

MEMUTUS ROH KEAGAMAAN

Spiritual Breakthrough
Ferdy Gojali S.E.

    Pertanyaan:

    Saya seorang kakak yang prihatin dengan keberadaan adik bungsu saya. Kami sekeluarga giat melayani Tuhan. Ibu dulu belum mengenal Kristus, tetapi setelah mengenal Kristus ia bersama ayah rajin pelayanan. Bahkan ibu meninggal setelah usai melayani (sebagai Song Leader) pada hari Minggu. Masalahnya, adik perempuan bungsu saya ketika merantau di Jakarta berubah iman dan mengikuti sang pacar. Pertanyaannya, apakah sikap adik itu akibat pengaruh roh keagamaan yang bersumber dari roh keagamaan (lama) ibu? Perlukah ada pelepasan dari roh keagamaan?

    Fatma N. di Jakarta
    Jawaban:

    Banyak sekali orang percaya yang bergumul untuk suatu perubahan ke kehidupan kerohanian yang semakin bertumbuh, tetapi kerap kandas. Bahkan
    tidak dipungkiri, juga ada orang yang sampai meninggalkan Tuhan untuk
    mengikuti allah-allah lain. Pertanyaannya apakah seseorang mau sakit, bermasalah bahkan mau meninggalkan Tuhan? Jawabannya pasti tidak. Setiap orang pastilah mau hidup normal dan tidak bermasalah. Namun, ketika roh jahat ada dalam kita, kita didorongnya untuk melakukan apa yang tidak kita inginkan, bahkan kita akan digiringnya sampai kita bermasalah dan menjauh dari Tuhan (Roma 7:19-20).

    Hal yang harus kita sadari, roh jahat adalah pencuri dan pendusta. Ia masuk dalam diri kita tanpa kita mau, dan tanpa kita rasakan. Kita hanya bisa menuai dampaknya saja di kemudian hari. Cukup dengan berbuat dosa saja sudah mengundang roh jahat masuk dalam diri kita (Efesus 4:27). Bahkan yang lebih parah, ketidakmengertian kita akan kebenaran atau yang menyangkut kepercayaan masa lalu kita, dianggap sebagai hak miliknya juga. Dan ketika roh jahat itu masuk, ia tidak hanya mau merusak kita, tetapi bahkan sampai keturunan kita.

    Pelayanan Bukan Jaminan

    Hal inilah yang dialami oleh adik bungsu ibu. Nyata roh jahat yang disebut dengan roh kepercayaan palsu ini mulai bermanifestasi pada orang yang tidak berakar dalam firman Tuhan, dan ia mulai menuntut haknya. Oleh karenanya, alangkah baiknya jika kita lebih waspada hidup dalam kebenaran. Yang lebih penting lagi, memberi diri kita dilepaskan. Tujuannya adalah Iblis tidak lagi mendapat keuntungan dari kita, apalagi
    sampai generasi setelah kita.

    Roh jahat tetap saja bisa bermanifestasi jika ia tidak pernah diusir, dan ia akan berulah pada orang yang pernah memberinya tempat. Yang lebih parah, dia merasa memiliki haknya selama hak itu belum pernah dibatalkan atau berpindah tangan darinya ke tangan Tuhan. Ia mengelabui orang percaya dengan berbagai jerat teologi, sehingga banyak orang percaya seakan tidak lagi membutuhkan pelayanan pelepasan sebab merasa sudah bersih dan cukup bertumbuh. Celakanya, bukan hanya kita yang menuai ulahnya, melainkan juga sampai keturunan kita.

    Coba Anda perhatikan, begitu cepatnya pergantian antara Roh Allah dalam diri Petrus dengan roh jahat dalam dirinya (Matius 16:13-23). Di satu sisi Petrus mengakui Yesus sebagai Anak Allah (yang merupakan pekerjaan Roh Kudus). Namun, di sisi lain dia memikirkan yang dipikirkan manusia (yang dikerjakan roh jahat). Permasalahannya bukanlah Roh Kudus bekerja sama dengan roh jahat, melainkan kitalah yang memberinya izin untuk bertindak dalam kita. Jadi, pelayanan bukanlah jaminan roh jahat tidak mengganggu, tetapi melakukan firman Tuhan itulah jaminan tertutupnya
    pintu masuk kuasa gelap. Oleh sebab itu, pelayanan pelepasan menjadi jawaban untuk bertumbuh dalam Tuhan.

    Penyerahan Hak

    Pelepasan bukan hanya pengusiran kuasa kegelapan, tetapi juga penyerahan hak (pembatalan hak-haknya). Seperti orang yang membeli sebuah rumah, proses yang harus dilalui kita kenal dengan nama proses balik tangan atau balik nama. Begitu pula dengan pelayanan pelepasan, tidak cukup hanya roh jahat itu diusir, tetapi juga dibaliktangankan semua sampai generasi berikutnya, dan kemudian menyerahkan hak itu ke tangan Tuhan.

    Ibu, uraian selengkapnya dapat dibaca di buku Menghancurkan Kerajaan Iblis dalam Diri Anda yang telah diterbitkan Penerbit ANDI 2011. Dalam buku itu juga terdapat doa-doa pembatalan hak kuasa kegelapan yang bisa diikuti dengan iman.

Leave a Reply