Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Disfungsi Ereksi

    Problem Seksual
    Dr. Andik Wijaya, M.Rep.Med. Seksolog

Dokter Andik, saya Daniel. Saya adalah pria yang akan memasuki usia 40 tahun. Sejak lima tahun lalu saya mengalami disfungsi ereksi. Mr. P saya sulit berdiri apalagi melakukan tugasnya. Kadangkadang saya stres karena masalah ini. Pertanyaan saya: Apa yang harus saya
lakukan? Apakah saya harus periksa ke dokter, dan dokter spesialis apa yang harus saya temui? Mengapa disfungsi ereksi ini terjadi pada saya? Adakah makanan tertentu yang dianjurkan agar saya terbebas dari tekanan ini? Terima kasih atas bantuan dokter Andik.

(Daniel—Kalimantan Timur)
Jawaban:

Pak Daniel yang baik, Bapak telah menyampaikan keluhan medis dengan langsung menyebut diagnosis, yaitu disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi atau hilangnya fungsi ereksi pada penis
disebabkan oleh beberapa hal. Saya mulai secara garis besar, yaitu disfungsi ereksi psychogenic dan disfungsi ereksi organic.

Disfungsi ereksi psychogenic adalah hilangnya atau turunnya fungsi ereksi karena kejiwaan seseorang. Kasusnya mencapai sekitar 20 persen dari total kasus disfungsi ereksi. Sementara disfungsi ereksi organic adalah disfungsi ereksi yang diakibatkan oleh berbagaiyhgangguan fungsi faal dan atau organ penis itu sendiri. Kasusnya mencapai angka 80 persen.

Disfungsi ereksi organic sendiri masih bisa dibagi ke dalam berbagai macam kategori, yaitu:

Drug induce, yaitu akibat pemakaian obat-obatan tertentu dalam waktu yang lama, seperti obat penurun darah tinggi, obat jantung, obat penurun kolesterol, obat penenang, termasuk di sini pemakaian alkohol, rokok, dan narkotika.

Hormonal, yaitu akibat perubahan produksi dan fungsi hormon reproduksi pria seperti LH, FSH, Testosteron, Prolactine, dll.

Degenerative</em>, yaitu akibat faktor usia dan berbagai penyakit metabolik seperti kencing manis, darah tinggi, kolesterol tinggi, yang akan berpengaruh pada fungsi syaraf dan pembuluh darah yang mengatur fungsi ereksi.

Neurogenic, yaitu akibat gangguan fungsi-fungsi persyarafan. Ini bisa terjadi akibat kecelakaan atau stroke.

Setelah Bapak sedikit memahami tentang berbagai kemungkinan penyebab fungsi ereksi yang Bapak alami, Bapak perlu menyampaikannya kepada istri. Jangan menutupi masalah ini agar tidak menimbulkan salah persepsi istri terhadap Bapak. Bersama dengan istri, cobalah berkonsultasi kepada satu di antara 4 spesialis ini. Pertama, dokter ahli andrology. Kedua, dokter spesialis urology. Ketiga, dokter spesilias penyakit dalam. Keempat, dokter ahli jiwa. Pilih berdasarkan urutan tersebut yang tersedia di kota Anda.

Setelah Bapak berkonsultasi dan diagnosis telah ditegakkan secara akurat, Bapak harus tekun mengonsumsi obat-obat yang diberikan. Sementara itu lakukan upaya perbaikan gaya hidup dengan cara konsumsilah gizi yang seimbang, hindarkan terlalu banyak gula, lemak, dan kalori. Lakukan olah raga dengan teratur, paling tidak jalan cepat 45 menit setiap hari. Istirahat yang memadai selama 6–8 jam sehari. Kendalikan stres dengan melakukan
penataan irama hidup yang teratur dan terukur.

Tetaplah tekun berobat, dan terus berharap pada Tuhan sebab seks dirancang untuk dinikmati oleh suami-istri seumur hidup mereka, seperti kata firman, “Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu: rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya” (Amsal 5:18 -19). Redaksi

Leave a Reply